Bagaimana Cara Menghitung RAB untuk Proyek Interior?

Saat berminat untuk mendesain interior rumah, hal pertama yang dipikirkan adalah biayanya. Setelah biaya dapat, barulah mencari tukang yang profesional. Terkadang bahkan ada yang menggunakan cara sebaliknya. Mencari tukang dulu, lalu tukang tersebut dijelaskan keinginan pemilik rumah perihal interior yang akan dibangun nanti, kemudian tukangnya disuruh menghitung biaya anggaran pembangunan atau Rencana Anggaran Biaya (RAB). Persoalannya adalah, terkadang cara menghitung RAB interior oleh tukang berbeda dengan kontraktor interior. Tukang adalah pelaksana dari desain yang telah dirancang. Kadang mereka menggunakan asumsi berdasarkan pengalaman membangun di tempat lain saat mengajukan rencana biaya. Padahal antara satu rumah dengan rumah lain berbeda karakter, pilihan material, konsep dan luasannya. Sementara seorang desainer interior menghitung secara rinci, akurat dan detail sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

Mulai dari Konsep dan Gambar 3D Desain Interior


Sebenarnya, konsumen sebagai orang yang nantinya akan menempati rumah tersebut bisa menggunakan cara menghitung RAB interior sesuai kebutuhannya. Rencana Anggaran Biaya ini sebenarnya sama seperti ketika menghitung rencana belanja bulanan. Dikalkukasikan berdasarkan kebutuhan rutin, kebutuhan khusus dan dana cadangan apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga. Demikian pula ketika menyusun RAB untuk rumah, khususnya bagian interior. Apalagi jika sebelumnya sudah melakukan survei terhadap bahan bangunan. Hal terpenting dari renovasi atau pembangunan interior adalah konsep dan gambar yang akan diaplikasikan dalam bangunan fisik. RAB dibuat berdasarkan konsep tersebut, bukan asumsi yang tidak ada pijakannya. Karena itu, mulailah dari pematangan konsep dan pembuatan gambar.

Memilih Bahan Material


Setelah itu, gambar yang telah dirancang baru diturunkan per item dalam bentuk bahan material yang digunakan. Seperti, bata apa yang akan digunakan? Kualitas semen? Kayu yang dipakai untuk rangka? Jika akan menggunakan atap kayu, kualitas kayu seperti apa yang akan dipilih agar tidak mudah keropos karena dimakan rayap? Bagaimana pemilihan keramiknya? Keramik untuk ruang tamu tentu berbeda dengan keramik untuk kamar mandi. Jendela yang akan dipakai seperti apa dan terbuat dari apa materialnya? Berapa kaleng cat yang dibutuhkan? Semua ini bisa tertuang saat menggunakan cara menghitung RAB interior untuk hunian pribadi.

Furnitur Bagian dari Desain Interior


Dan ini baru berbicara tentang fisik bangunan. Belum bicara tentang furnitur yang menjadi bagian dari interior. Pemilihan kursi, meja, lemari dapur, lampu hias, wallpaper, dan sebagainya, perlu dihitung juga. Terkadang ada orang yang cara menghitung RAB interior rumahnya tidak memasukkan biaya-biaya furnitur seperti itu. Padahal, konsep interior tersebut dibangun terintegrasi dengan elemen-elemen yang ada di dalamnya. Bayangkan, jika bangunan interior berkonsep minimalis namun furniturnya sangat modern dan bahkan vintage. Tentu pemandangannya menjadi timpang dan kurang enak dilihat dari sisi visual. Oleh karena itu, anggarkan juga biaya untuk pembelian elemen-elemen interior yang seirama dengan konsep besarnya.

Baca juga: Super Mudah! Ini 6 Cara Memilih Furniture untuk Rumah Anda

Pertimbangkan Nilai Estetikanya


Hal terpenting lain saat menggunakan cara menghitung RAB interior adalah pertimbangkan tentang nilai estetikanya. Menghemat tentu sah-sah saja, namun apabila pengetatan biaya interior berakibat hasil bangunan jadi kurang sedap dipandang, lebih baik menunda sampai dananya benar-benar cukup. Contohnya, biaya yang ada sanggup menyelesaikan ruang makan dan ruang tamu, namun kamar tidur dan dapur tidak bisa menyesuaikan dengan konsep. Beda sendiri. Rumah akhirnya seperti terbagi menjadi “dua dunia” yang berbeda. Lebih baik renovasi maupun pembangunan ditunda terlebih dulu. Atau kalau sudah mendesak, sesuaikan konsep dengan dana yang ada. Bisa juga dengan memilih bahan material yang berkualitas nomor dua. Namun hal ini sebaiknya dijadikan pilihan terakhir saja.

Menciptakan Suasana Kantor Yang Homy Seperti Google

Bisa dikatakan bahwa kantor adalah rumah kedua bagi seorang karyawan. Bagaimana tidak, 70 persen waktunya setiap hari dihabiskan di kantor. Belum lagi apabila hari Sabtu dan Minggu harus kerja lembur juga, otomatis kantor dan segala perabotan yang ada di dalamnya akan menjadi benda-benda yang akrab dengan kesehariannya. Oleh karena itu, suasana kantor harus dibuat senyaman mungkin sehingga membuat karyawan betah berada di dalamnya.

Bisa dibayangkan kinerja akan menurun hanya karena karyawan Anda merasa tidak betah berada di kantor. Bukan karena punya atasan yang galak atau rekan kerja yang tidak kooperatif, namun karena faktor-faktor lain seperti suhu ruangan yang panas dan membuat gerah, ventilasi yang kurang, interior yang tidak menarik, perabotan yang tidak ergonomis, dan termasuk juga toilet yang letaknya berdekatan dengan ruang kerja dan menimbulkan aroma yang tidak menyenangkan. Biasanya perusahaan yang akan membangun kantor, baik dengan menyewa gedung atau ruko, biasanya akan berkonsultasi terlebih dulu dengan office interior design Jakarta yang profesional. Karena nuansa yang dibuat haruslah bisa meningkatkan produktifitas karyawan, maka perusahaan perlu berdiskusi dengan konsultan interior yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi dalam membangun kantor. Apalagi kalau sistem kerjanya ada tiga shift, maka otomatis kantor tersebut akan buka selama 24 jam non stop.

Suasana Kantor Google yang Bikin Betah


Untuk menciptakan suasana kantor yang homy alias seperti di rumah, maka kita perlu belajar dari perusahaan Google. Di perusahaan teknologi raksasa dunia ini, kantor sudah seperti tempat rekreasi, bukan tempat kerja. Ada ruang bermain video game, kafe, taman-taman yang dipenuhi pohon-pohon hijau, perabotan yang beraneka warna, ruang-ruang tematik yang unik, meja portable, televisi, ruang bilyard, kolam renang, tempat fitness dan sebagainya. Sangat membantu dalam membuat karyawan betah selama berada di dalamnya. Daripada di rumah, lebih baik bersantai di kantor. Dan ketika di kantor, tentu tidak hanya bersantai tapi juga bekerja. Jadi dalam pikiran karyawan Google, berangkat ke kantor bukan untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan perusahaan melainkan untuk bersenang-senang.

Beberapa perusahaan start up lokal di Jakarta pun demikian. Mereka mensetting ruangan terinspirasi dari Google. Besar kemungkinan mereka akan berdiskusi dulu dengan konsultan office interior design Jakarta sebelum merancang kantornya. Konsultan tidak saja memberikan pandangan dari sisi desain, tapi juga dari sisi psikologis khususnya dalam memotivasi dan menjaga semangat kerja karyawan. Dan biasanya juga kantor-kantor yang memiliki desain unik seperti ini adalah yang digawangi anak muda.

Baca juga: 7 Contoh Interior Kantor Yang Jadi Inspirasi Founder Startup

Pemilihan perabotan pun juga harus selektif. Kantor berbeda dengan rumah yang, apabila keliru dalam memilih warna dan model, paling maksimal hanya mendapat cemoohan dari tamu-tamu yang datang yang notabene rata-rata orang yang sudah dikenal dekat. Namun jika di kantor apabila ada yang tidak matching, maka bisa membuat citra perusahaan menjadi buruk. Dan ini jelas “berbahaya” dari sisi reputasi. Oleh karena itu, pastikan perabotan, dekorasi, ornament yang dipilih untuk mempercantik visual ruangan sudah mengikut konsep desain interiornya. Konsultan office interior design Jakarta bisa merekomendasikan model-model dan corak warna yang sesuai dengan tema ruangan, mulai dari kursi, meja, sofa untuk tamu, karpet, wallpaper, dan sebagainya. Pilihan warna tidak boleh kontras satu sama lain. Demikian juga dengan modelnya, jika sofanya modern, tidak cocok disandingkan dengan meja “jadul”. Keselarasan antara perabotan dengan konsep interior merupakan syarat mutlak dalam mendesain interior kantor yang menawan.

Wow, Fantastis! Ini 3 Arsitektur Rumah Termewah di Dunia

Siapa yang tidak ingin punya rumah mewah? Tentunya semua orang ingin, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga serta memiliki banyak kegemaran. Rumah mewah tidak saja berfungsi sebagai tempat tinggal melainkan juga sebuah tempat untuk menyalurkan kegemaran, bersosialisasi, menampung sanak keluarga dan terkadang dapat berfungsi juga sebagai kantor. Rumah mewah tidak saja diukur dari sisi luas tanahnya saja, melainkan juga dari material bangunan, desain interior, perabotan yang digunakan, dan sebagainya. Semua elemen ini saling memperkuat satu sama lain hingga akhirnya menghasilkan sebuah rumah yang mewah. Jika berencana untuk membangun rumah mewah, 3 arsitektur rumah termewah di dunia yang fantastis ini dapat menjadi inspirasi yang sangat baik untuk Anda.

Baca juga: 7 Konsep Desain Rumah Mewah Dengan Biaya Terjangkau

Rumah Mewah Bill Gates


Arsitektur rumah termewah di dunia yang pertama dimiliki oleh Bill Gates. Gates membangun rumahnya di Lake Washington dengan menggunakan desain teknologi mutakhir. Hal itu tidak mengherankan, karena Gates merupakan pendiri Microsoft, sebuah perusahaan teknologi yang perangkat produknya mayoritas kita gunakan baik dirumah ataupun kantor. Di dalam rumahnya terdapat banyak ruangan dan peralatan yang terhubung dengan teknologi. Misalnya kolam renang yang diinstal dengan sistem musik bawah air. Ada pula perpustakaan unik yang dibentuk dari kubah kaca. Tertarik? Segera hubungi konsultan kontraktor rumah mewah Jakarta yang terpercaya.

Rumah Mewah Larry Ellison


Larry Ellison, pendiri Oracle menciptakan rumah dengan arsitektur khas Jepang. Larry sangat tergila-gila dengan pedang samurai sehingga tidak heran kalau dia akhirnya memutuskan untuk membangun rumah bernuansa Jepang. Sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia versi majalah Forbes, rumahnya dibangun dengan nilai 200 juta dollar. Terdiri dari 10 bangunan utama, kolam ikan besar dan danau buatan. Jika tertarik untuk memiliki danau buatan, Anda bisa mendiskusikanya dengan kontraktor rumah mewah Jakarta untuk merancang seberapa besar ukuran dan kedalaman danau buatan tersebut.

Rumah Mewah Roman Abramovich


Rumah mewah juga bisa dijadikan sarana sosial yang bermanfaat untuk banyak orang. Misalnya apa yang dilakukan oleh miliarder asal Rusia, Roman Abramovich yang membeli rumah mewah jadi serta merenovasinya dengan menambah beberapa fasilitas. Roman tidak ingin menikmati kemewahan fasilitas rumah itu sendirian, dia pun membangun sarana-sarana publik yang bisa dimanfaatkan oleh orang banyak, seperti lapangan sepak bola, klinik untuk berobat, museum, lapangan tenis dan lain-lain. Rumah yang berlokasi di London tersebut bernilai setara 221 juta dollar.

Beberapa rumah mewah yang disebutkan di atas memiliki luas tanah setidaknya lima hektare. Tentu tidak semua orang berkesempatan memiliki rumah seperti itu, namun bukan berarti tidak bisa meniru gaya desain interior dan memilih perabot yang mirip dengan rumah-rumah tersebut. Ambillah beberapa referensi arsitektur rumah termewah di dunia. Tidak semua bisa diterapkan seratus persen di Indonesia, namun sebagian dari arsitektur tersebut bisa diaplikasikan dengan cita rasa lokal.

Baca juga: 3 Fakta Kontraktor Rumah Mewah Dibutuhkan Di Kota Besar

Ide Top Desain Perumahan di New York yang Wajib Kudu Tau

Kota New York, alias the Big Apple, merupakan salah satu kota impian favorit bagi penduduk dunia untuk merintis karir. Jika warga daerah bermimpi bisa kerja di Jakarta, maka warga dunia bermimpi bisa bekerja di New York. Memiliki pekerjaan di New York memang bisa menciptakan prestise tersendiri khususnya untuk mereka yang sedang merintis karir. Pergaulan internasional antar warga negara menjadi salah satu daya tariknya.  Tidak heran bagi mereka yang sukses di sana akhirnya mencoba menjadi warga negara Amerika dengan membeli tempat tinggal, baik rumah maupun apartemen. Untuk mereka yang masih bekerja serta beraktifitas di Jakarta, sebenarnya dapat meniru referensi desain perumahan di New York yang belum banyak diaplikasikan di Indonesia. Konsultan dari perusahaan kontraktor rumah Jakarta biasanya memiliki banyak portofolio tentang desain perumahan di kota yang pernah dihantam peristiwa 911 ini.

432 Park Avenue Condominiums


Rumah atau unit apartemen di beberapa kawasan elit New York memang harganya terbilang selangit. Bukan hanya ratusan juta rupiah, melainkan masuk pada level ratusan miliar rupiah. Contohnya kawasan residential di 432 Park Avenue Condominiums, mulai dari unit #96, #88 dan #79. Harganya paling murah adalah 600 miliar rupiah atau setara dengan 45 juta US Dollar. Yang paling mahal sekitar 1,18 triliun rupiah. Hunian elit ini memiliki salah satu desain interior serta dekorasi elegan yang bisa diaplikasikan di Jakarta. Tunjukkan beberapa contoh desain perumahan di New York kepada konsultan kontraktor rumah Jakarta yang telah dipilih, kemudian mintalah mereka untuk dibuatkan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tentu dari segi material bahan bangunan akan berbeda, namun desainnya bisa ditiru walau materialnya tidak sama dengan perumahan di New York.

Sebagai informasi tambahan, beberapa perumahan di New York juga memiliki ciri khas berbeda jika dilihat dari perabotan dan furnitur yang digunakan. Rata-rata mereka sudah menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) dalam setiap perabotannya. Kulkas pintar, lemari pintar, kamar tidur pintar dan sebagainya. Penghuni tinggal melihat kondisi rumah dari CCTV yang terkoneksi dengan gadgetnya. Mau cek persediaan makanan di kulkas, cukup dari mobile phone. Jika ingin menerapkan hal yang sama dengan model perumahan di sana, mintalah saran dari konsultan kontraktor rumah mewah Jakarta tentang konsep smart homeJadi, rumah tersebut tidak saja mengusung konsep tentang desain melainkan juga teknologinya.

Pemilihan teknologi untuk rumah pintar memang harus hati-hati dan kalau perlu melibatkan orang yang benar-benar paham karena pada saat proses instalasi harus diawasi agar tetap berjalan baik. Selain itu, pastikan juga produsen perabotan pintar tersebut punya reputasi yang cukup baik. Jangan memilih merk abal-abal yang belum terbukti keawetannya. Renovasi rumah menjadi lebih berkelas memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, termasuk dalam hal membeli perangkat elektronik pintarnya. Oleh karena itu, bisa dikatakan biaya yang dikeluarkan untuk membangun kembali desain dan teknologi sebagai bagian dari investasi. Kelak kalau rumah tersebut akan dijual, nilainya jauh berlipat-lipat dibanding rumah yang tidak terinstal teknologi.

Baca juga: 8 Kreativitas Ide Desain Interior Ala Rumah Bintang Hollywood