10 Trik Simple Menata Furnitur Ruangan agar Tidak Sumpek

Memiliki penataan furnitur ruangan yang tepat di ruangan boleh jadi terkesan hal yang sepele. Namun disadari atau tidak, peletakan furnitur yang kurang pas akan membuat ruangan menjadi sumpek—ruangan jadi tidak lega, sirkulasi udara tidak bagus, pencahayaan kurang maksimal, hingga berujung pada suasana hati yang buruk alias bad mood.

Oleh karena itu, terlepas dari seberapa luas ruangan yang dimiliki dan sebagus apa pun desain interior yang diimplementasikan, menata furnitur dengan pas harus dilakukan. Sederet dampak positifnya seperti jauh dari stres, meningkatkan produktivitas, hingga membuat istirahat lebih nyaman akan terwujud.

Jadi, bagaimana trik simple menata furnitur ruangan agar tidak menjadi sumpek?

1. Memilih Dimensi Furnitur yang Minimalis


Langkah paling awal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko sumpek adalah dengan memilih furnitur yang tepat. Perhatikan proporsi ruangan dan barang-barang penting apa saja yang perlu ada di dalam ruangan tersebut. Hindari memilih furnitur yang tebal sehingga memberi efek visual yang mempengaruhi tampilan keseluruhan ruangan.

Seperti contoh, sebuah kamar tidur ukuran 3×3 meter perlu diisi meja belajar, tempat tidur, dan lemari pakaian. Pilihlah meja dan lemari baju dengan desain yang lebih minimalis dan ringkas alih-alih berbahan kayu jati yang berat dan lebar. Selain itu, ukuran tempat tidur juga perlu diperhitungkan agar mobilisasi dalam kamar tetap leluasa.

2. Menggunakan Furnitur yang Sejenis


Kesan sumpek juga sangat mungkin dipengaruhi oleh ketidakharmonisan furnitur di dalam ruangan. Sebuah ruangan yang menggunakan beberapa jenis furnitur tidak sesuai akan memberi kesan terlalu ramai dan berat sebelah. Sebagai gambaran, bayangkan saja sebuah ruang anak yang menggunakan dipan jati, meja dan kursi belajar plastik, dan lemari kayu plywood

Antisipasi hal ini dapat dilakukan dengan membuat konsep ruangan yang jelas. Konsep industrial dan minimalis cocok untuk area yang relatif sempit karena sebagian bahan-bahan yang digunakan tergolong ringan dan praktis. 

3. Menyelaraskan Warna


Beberapa furnitur dengan warna berbeda dalam satu ruangan juga kerap menjadi sumber kesan sumpek. Jika furnitur yang dimiliki sebenarnya cukup padu dari segi jenis dan dimensinya, solusi paling praktis untuk mengatasi perbedaan warna adalah dengan melakukan pengecatan.

Kesan rapi dan lega juga boleh jadi dipengaruhi dari warna ruangan. Perhatikan warna dinding, tembok, maupun atap ruangan. Warna-warna terang dan kalem akan memberi impresi ruangan yang luas. Selain itu—lagi-lagi disesuaikan dengan ukuran furniture—cermatlah jika ingin memilih menggunakan wallpaper motif agar tak membuat ruangan justru jadi terlihat semakin penuh dan sesak.

4. Multifungsikan Furnitur


Cara lain untuk meminimalkan jumlah furniture berat adalah dengan memilih furnitur yang multifungsi. Dibandingkan meletakkan lemari kecil dan meja dalam satu ruangan, meja berlaci atau cabinet multifungsi dapat dijadikan sebagai opsi yang lebih bijak. Penggunaan furnitur multifungsi ini tentu akan sangat menghemat lebih banyak area.

Kini menemukan furnitur multifungsi pun tak sulit—apalagi dengan adanya teknologi yang memungkinkan berbelanja online. Namun bila ingin lebih hemat, tak ada salahnya untuk memanfaatkan perabotan dan bahan-bahan yang sudah dimiliki. Ada banyak inspirasi furnitur DIY yang dapat dicontoh, seperti lemari atau kabinet di bawah tempat tidur, floating table sekaligus laci, dan sebagainya.

5. Meminimalkan Sekat


Sekat akan membuat pandangan jadi terbatas dan membuat ruangan terlihat lebih sumpek karena terkotak-kotakkan. Pergerakan di area tersebut pun jadi lebih terbatas dan mengurangi kenyamanan yang semestinya dapat dimaksimalkan.

Letakkan furnitur berat di sisi pojok yang tidak akan menghambat lalu-lalang orang dalam ruangan tersebut. Jika ingin membagi sebuah ruangan menjadi beberapa area, pilih alternatif penyekat yang ‘ringan’. Misal pada lahan rumah terbatas tipe 36, untuk membagi antara ruang tamu dan ruang keluarga dapat dilakukan dengan menggunakan partisi atau rangka besi kayu, tanaman dalam ruangan, dan sebagainya.

6. Jendela Bebas Halangan


Pencahayaan dan sirkulasi udara adalah dua aspek yang sangat memengaruhi suasana dalam ruangan. Oleh karena itu, tempatkan furnitur di sudut ruangan yang tidak menghalangi jendela. Dengan demikian, cahaya (terutama matahari apabila jendela menghadap langsung ke area outdoor) dapat masuk ke dalam ruangan dan membuat peredaran udara jadi makin bagus.

Gunakan kaca yang tinggi atau besar untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya jika memungkinkan seperti model floor to ceiling window. Selain itu, kaca yang besar juga akan memberi ilusi optik yang membuat ruangan jadi terkesan lebih luas. 

7. Manfaatkan Dinding


Kehadiran floating furniture sangat membantu membuat ruangan jadi terasa lebih ringkas. Perabotan semacam ini memanfaatkan dinding sebagai penyangga alih-alih lantai. Dengan demikian, area lantai jadi lebih rapi, lapang, dan mudah dibersihkan.

Ada banyak jenis floating furniture dengan berbagai fungsinya. Mulai dari rak buku, tempat untuk meletakkan tanaman, dan lain-lain. Model furniture ini pun dapat sekaligus digunakan sebagai dekorasi ruangan sehingga tidak perlu banyak tambahan barang lagi di dalam ruangan.

8. Menyusun Vertikal


Menata furnitur dan barang secara vertikal menjadi alternatif lain untuk mengurangi kesan sumpek pada ruangan. Pilih lemari pakaian atau rak buku yang ramping dan tinggi sehingga menciptakan ilusi visual ruangan juga lebih luas dan tinggi (sering disebut dengan istilah visual height).

Area yang kosong pun tidak perlu diberi terlalu banyak hiasan lainnya. Gunakan saja beberapa dekorasi tempel yang tidak terlalu timbul, tetapi cukup atentif. Adapun dekorasi yang dipilih juga sebaiknya disesuaikan dengan tema atau konsep ruangan sehingga tidak membuat kesan yang bertabrakan.

9. Mengembalikan Barang ke Tempatnya


Serapi dan semaksimal apa pun penataan furnitur tidak akan melenyapkan impresi sumpek apabila barang-barang tetap saja berserakan. Kerap kali benda-benda berukuran kecil yang berceceran dan dianggap remeh sehingga tak segera dibereskan. 

Hal ini merupakan kebiasaan sehingga perlu membiasakan diri untuk disiplin mengembalikan barang ke tempatnya segera setelah digunakan. Kalau perlu, pakailah wadah khusus untuk menampung barang-barang yang mudah berceceran seperti uang koin, kunci, dan sebagainya. Letakkan wadah ini di tempat yang memang biasa dan mudah diakses. 

10. Mulai Hidup Minimalis


Inilah trik paling penting dalam menata furnitur ruangan agar tidak terasa sumpek. Mulailah untuk menerapkan gaya hidup minimalis dengan lebih bijak dalam menentukan apa saja hal atau barang yang dibutuhkan. Hindari kebiasaan menyimpan benda-benda yang kurang relevan sehingga terlalu memenuhi sudut-sudut ruangan.

Jika masih terdapat benda-benda yang terlalu sayang untuk dibuang dan masih digunakan sesekali, simpanlah di penyimpanan yang terpisah. Kumpulkan barang-barang serupa lainnya dalam wadah khusus dan letakkan di area spesifik. Jika dalam waktu enam bulan barang-barang tersebut tidak pernah lagi tersentuh bahkan terlupakan, ada baiknya untuk menjual atau memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Nah, itulah beberapa trik simple yang dapat Anda lakukan dalam menata furnitur ruangan untuk menghilangkan kesan sumpek. Semoga membantu!

10 Inspirasi Model Tiny House Indonesia untuk Kantong Aman

Memiliki rumah idaman merupakan impian semua orang. Beberapa orang ingin memiliki rumah besar seperti mansion. Namun, tidak sedikit pula yang menginginkan rumah dengan ukuran kecil. Asal semua bagiannya fungsional, tidak perlu sampai terlalu besar dan over budget. Normalnya, rumah di Indonesia yang berada di perumahan memiliki rumah tipe 36, 45, atau 60. Rumah dengan tipe ini sebenarnya cukup besar, bahkan untuk ukuran keluarga kecil. Buat Anda yang menginginkan rumah dengan ukuran kecil dengan budget terbatas, saat ini tren Tiny House Indonesia sedang naik daun di kalangan masyarakat, yuk simak penjelasannya.

Tren Tiny House di Indonesia


Tidak bisa dimungkiri lagi kalau rumah menyumbang pengeluaran terbesar dari gaji. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika, sekitar 50% gaji pegawai habis untuk mencicil rumah. Hal ini terjadi dalam kurang waktu 15 tahun. Artinya, selama 180 bulan, pegawai produktif tidak bisa menikmati gajinya secara maksimal.

Menyiasati hal ini, beberapa pencetus rumah minimalis atau tiny house akhirnya bermunculan. Dengan menggunakan tiny house, budget yang dikeluarkan cenderung akan lebih rendah. Bahkan, setelah rumah sudah jadi pun, pemilik akan lebih hemat dalam melakukan perawatan. Hal itu dikarenakan luas ruangan yang dipakai hanya sedikit.

Tren tiny house di Indonesia masih dalam tahap berkembang. Pasalnya, masyarakat masih menganggap kalau rumah yang baik adalah hunian dengan banyak ruang. Kalau perlu ada banyak ruang untuk tamu, saudara, atau teman. Selain itu sisi estetika juga memegang peranan penting ketimbang fungsinya.

Sebenarnya tiny house sudah lumayan banyak di Indonesia. Beberapa orang sudah membuatnya dengan baik. Sayangnya model tiny house saat ini lebih banyak digunakan untuk pembangunan akomodasi penginapan. Hotel, vila, atau sejenisnya menggunakan model rumah ini untuk meningkatkan daya tarik pengunjung.

Kelebihan Tiny House


Berkembangnya tren tiny house di Indonesia, tidak terjadi begitu saja. Tentu ada alasan kenapa bangunan mini ini mulai banyak dipilih, berikut selengkapnya.

1. Hemat Biaya Pembangunan

Saat membangun tiny house, Anda tidak akan mengeluarkan banyak uang. Karena lahan yang dibutuhkan relatif kecil, otomatis harga yang harus dibayar juga menjadi lebih murah. Rumah ukuran kecil juga tidak memerlukan banyak komponen. Saat proses pembangunan juga tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga biaya tukang pun bisa ditekan sampai rumah selesai.

2. Hemat Biaya Operasional

Disadari atau tidak, rumah ukuran besar cenderung memiliki biaya operasional yang besar pula. Pertama biaya untuk listrik, air, dan perawatan lain kalau rusak. Membangun rumah ukuran kecil atau mini dapat menekan biaya operasional. Listrik dan air bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang memang dibutuhkan.

3. Meningkatkan Kreativitas Pengguna

Percaya atau tidak kalau membangun tiny house sebenarnya agak memutar otak. Kreativitas harus dikeluarkan semuanya agar rumah bisa sempurna. Fungsi dari setiap ruangan harus dipikirkan terlebih dahulu. Selanjutnya baru sisi estetikanya yang diurus. Kalau konsep keduanya bisa disatukan, tiny house Anda akan sempurna.

4. Mendorong Hidup Hemat dan Sederhana

Memiliki rumah ukuran kecil cenderung membuat seseorang jadi berhemat. Perilaku konsumtif bisa ditahan. Misal Anda ingin membeli lemari baru atau perabot lain di dapur. Karena tempatnya tidak ada, tentu saat akan membeli, Anda berpikir dua kali. Kondisi ini membuat Anda menjadi cenderung hidup sederhana.

5. Meningkatkan Peluang Menabung

Banyaknya biaya yang bisa dihemat sejak proses pembangunan, perawatan, sampai operasional, membuat rekening tabungan Anda menjadi lebih aman. Dana yang diamankan bisa disimpan untuk kebutuhan di masa depan. Misal untuk biaya sekolah anak, uang pensiun, atau jaga-jaga kalau sakit di hari tua.

Model Tiny House yang Bisa Dibuat di Indonesia

Pembangunan model tiny house masih dalam tahap berkembang di Indonesia. Meski demikian, beberapa pengembang dan pengelola akomodasi banyak membuatnya. Nah, model tiny house apa saja yang bisa diaplikasikan di Indonesia, simak ulasan berikut.

1. Kabin


Kabin adalah rumah yang terbuat dari kayu. Mulai dari lantai, atap, tembok, dan bagian lainnya. Umumnya kabin berada di kawasan yang agak pelosok seperti hutan atau pantai. Namun, saat ini bisa digunakan sebagai alternatif tiny house di area kota.

2. Cube


Seperti namanya, desain dari tiny house ini hanya kubus atau balok saja. Tidak ada aksen lain pada atap atau tembok. Nantinya ruangan di dalam bangunan dibagi sesuai kebutuhan. Biasanya tidak terdapat banyak sekat untuk tempat tidur, dapur, dan ruang kerja.

3. Beach Hut


Konsep pondokan atau hut juga banyak dipakai untuk model tiny house. Pondokan umumnya memiliki atap mirip rumah pada umumnya yakni segitiga. Lalu di dalamnya hanya ada satu ruang fungsional. Kalau ingin tidur bisa pakai kasur lipat atau sleeping bag. Jadi, tidak membutuhkan luas ruangan yang terlalu banyak 

4. Modified Container


Pernah melihat kontainer besar atau peti kemas yang kerap digunakan untuk mengangkut barang? Nah, kontainer yang sudah tidak bisa dipakai umumnya dapat diubah jadi hunian. Anda bisa menggunakannya menjadi rumah yang menarik dengan memodifikasi bagian dalamnya. Selain rumah, kontainer juga bisa digunakan untuk membangun restoran atau toko.

5. Mobile Home


Anda mungkin sering mendengar RV atau recreational vehicle. Secara konsep mobile home ini memiliki bentuk sama sampai di bagian bawah yang kerap beroda. Hanya saja rumah ini tidak menjadi satu dengan kendaraan penariknya. Meski demikian, kalau kemudian hari anda ingin pindah, rumah masih bisa ditarik dengan menggunakan derek.

6. Yurt


Pernah melihat rumah dari suku di Mongolia. Secara konsep rumah ini berbentuk seperti tenda semi permanen. Jadi, bisa dibuka dan ditutup dengan mudah. Di dalamnya bisa ada pembagian ruang dengan sekat dari kain atau perabotan.

7. Cob House


Kalau Anda menggemari film fantasy ‘The Lord of The Ring’ pasti tahu rumah hobbit. Anda bisa menggunakan ide rumah itu dengan menggunakan tembok dari tanah liat, botol, atau mungkin sampai kaleng.

8. Rumah Pohon


Rumah pohon sudah banyak dijumpai dan disewakan. Kalau Anda ingin membuat tiny house yang unik, kenapa tidak mencobanya saja. Asal ada pohon besar, rumah bisa didirikan. Tanah di bawah bisa dimanfaatkan untuk hal lain.

9. Bus Conversion


Bus yang panjang dan tidak terpakai bisa digunakan untuk pembangunan tiny house. Modifikasi bisa dilakukan dengan memberikan sekat sampai mengubah dinding. Misal ada dinding yang dibuka sebagai jendela atau yang ditutup.

10. Converted Truck


Truk juga bisa diubah jadi tiny house. Umumnya bagian yang diubah atau modifikasi letaknya di bagian belakang. Selanjutnya bagian depan tetap berupa ruang menyetir atau diubah sesuai kebutuhan.

Melalui artikel di atas, kita bisa belajar beberapa hal tentang tiny house. Saat dibangun, tiny house tidak memakan ruang terlalu banyak. Bahkan, bisa dibangun di atas sebuah kendaraan untuk pergi ke sana kemari. Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan cenderung lebih murah dari rumah konvensional.

Konsep pembangunan tiny house mengedepankan fungsi dari sebuah ruangan. Setiap ruangan yang ada di dalam rumah jarang yang nganggur. Jadi, saat mengonsepnya, Anda tidak boleh sembrono. Jika tidak, tiny house yang sederhana, minimalis, serta ramah lingkungan tidak bisa terbentuk.

Desain Interior: Pengertian, Sejarah, Unsur, dan Uraian Tugas

Desain interior memegang peranan penting dalam proses pembuatan bangunan, tetapi tidak semua orang sepenuhnya paham apa itu desain interior. Ilmu ini lebih dari sekadar “mendekorasi ruangan”, karena melibatkan banyak elemen penting dalam menciptakan desain harmonis. Jika Anda tertarik pada ilmu ini, pastikan memahami pengertian, sejarah, serta hal-hal penting lainnya yang harus dipelajari.

Definisi Desain Interior


Secara umum, desain interior bermakna ilmu penataan ruangan yang memadukan berbagai unsur untuk menciptakan keindahan, keserasian, keamanan, serta fungsi pada objek desain. Sesuai namanya, desain interior berfokus pada ‘bagian dalam’ bangunan, di mana fungsi serta keindahannya harus sejalan dengan desain bagian luarnya.

Menurut Simon Dodsworth, penulis buku ‘The Fundamentals of Interior Design, desain interior bukan hanya soal keindahan, tetapi juga manfaat dan fungsi. Desain interior yang ideal harus mendukung kegiatan penghuni bangunan serta membuat mereka merasa nyaman. Seorang desainer harus memikirkan semua elemen agar mendukung fungsi-fungsi tersebut.

Arsitek dan desainer Frank “D. K.” Ching bahkan punya deskripsi lebih mendetail. Menurutnya, desain interior adalah upaya untuk merancang ruangan yang tidak hanya fungsional dan indah, tetapi juga mampu mengekspresikan pikiran, ide, kepribadian, dan emosi penghuninya. 

Sejarah Desain Interior Dari Masa ke Masa


Untuk lebih memahami apa itu desain interior, Anda harus melihat perkembangan sejarahnya dari masa ke masa. Konsep desain interior ternyata sudah dikenal sejak zaman prasejarah, walau dalam bentuk yang lebih sederhana. Berbagai hunian manusia purba menunjukkan buktu-bukti adanya dekorasi, seperti tanaman, lukisan, kulit hewan, dan susunan ranting.

Bangsa Mesir Kuno menunjukkan pengetahuan desain interior yang hebat dan bahkan masih relevan pada masa kini. Selain dekorasi buatan sendiri seperti gerabah dan tenunan, desainer Mesir Kuno bahkan telah mengenal jenis-jenis sambungan perabot modern, seperti dovetail, tenon, dan mortise.

Berbagai peradaban dunia menunjukkan ciri-ciri desain interior yang unik dan menggambarkan budaya serta gaya hidup mereka. Misalnya, Yunani dan Romawi Kuno memiliki rumah-rumah yang dihiasi keramik, emas, perak, mosaik, dan pilar raksasa, terutama di rumah orang kaya. Era Bizantium memiliki banyak hunian mewah, karena memamerkan kemewahan adalah norma pada masa itu.

Pada Abad Pertengahan, saat wabah melanda Eropa, desain rumah kembali menjadi sederhana. Warna dan kemewahan baru kembali pada era setelahnya, misalnya Gothic dan Abad Pencerahan (Renaissance). Memasuki zaman modern, gaya desain semakin beragam, mulai dari Baroque yang flamboyan, Neoklasikal yang meniru kemegahan era Yunani dan Romawi kuno, Art Deco yang glamor, hingga gaya Kontemporer.

Unsur Penting dalam Desain Interior


Seorang desainer harus memikirkan berbagai unsur saat merancang isi ruangan. Semua unsur ini harus berpadu serasi untuk menciptakan desain berkualitas. Berikut hal-hal yang harus menjadi pertimbangan saat seorang desainer membuat rancangan:

1. Lantai

Lantai adalah bagian dasar dari setiap bangunan. Saat merancang lantai, desainer harus memikirkan hal-hal seperti kemiringan, bahan, kesesuaian warna dengan desain sekitarnya, serta ketinggian permukaan sesuai dengan rancangan setiap ruang.

2. Tembok

Tembok adalah bagian dasar horizontal serta elemen pelindung dari setiap bangunan. Desainer harus mempertimbangkan bahan, lapisan luar, sudut, serta sumber pencahayaan yang harus menembus dinding tersebut.

3. Langit-langit

Langit-langit membentuk visual penting bersama dengan tembok dan lantai. Saat merancang langit-langit, desainer memikirkan hal-hal seperti material, unsur dekoratif, bentuk, ketinggian, serta kesesuaiannya dengan unsur desain lain.

4. Sumber Cahaya

Setiap bangunan ideal membutuhkan sumber cahaya. Desainer harus mempertimbangkan arah jatuhnya cahaya, akses cahaya alami, serta bagaimana sumber cahaya memengaruhi kegiatan para penghuninya. Desainer juga harus memahami keseimbangan antara titik-titik terang serta redup di dalam ruangan agar serasi dan nyaman.

5. Unsur Sirkulasi/Bukaan

Sesuai namanya, unsur sirkulasi atau bukaan mencakup semua akses serta sumber udara seperti pintu, jendela, serta sistem ventilasi. Desainer harus mempertimbangkan kenyamanan terkait asupan udara serta sistem akses keluar-masuk.

6. Unsur Estetika

Akhirnya, semua jenis desain harus mempertimbangkan keserasian, proporsi, keseimbangan, serta kesatuan ruangan. Semua unsur yang diselipkan, seperti unsur cahaya, bukaan, sirkulasi, dan struktur seperti lantai serta dinding harus saling melengkapi sehingga terlihat seimbang.

Uraian Tugas-Tugas Desainer Interior


“Desainer interior” berbeda dari “dekorator interior”, walau nama profesi keduanya sedikit mirip. Jika dekorator memilih serta menyusun perabot serta hiasan ruangan agar terlihat serasi, desainer memiliki tugas-tugas yang lebih rumit. Beberapa contoh lingkup pekerjaan desainer interior adalah:

  • Memilih material dinding, lantai, langit-langit, dan perabot yang sesuai dengan kebutuhan atau keadaan penghuni bangunan.
  • Menentukan cara penataan ruang, penempatan perabot, serta pembuatan akses keluar-masuk yang sesuai dengan prinsip aksesibilitas.
  • Memilih paduan warna dan tekstur yang sesuai dengan sifat bangunan serta kegiatan sehari-hari dan kepribadian penghuninya.
  • Memilih jenis, bahan, dan bentuk perabot yang menawarkan kemudahan, kestabilan struktural, kenyamanan, maupun keindahan bagi pemilik bangunan. Hal ini termasuk aspek-aspek kecil seperti sudut-sudut perabot, engsel, sistem buka-tutup, dan sebagainya.
  • Memilih lapisan luar dinding, langit-langit, serta lantai yang menawarkan kenyamanan, kualitas peredam suara, akustik, ketahanan akan api. bahan kimia dari produk sehari-hari, serta estetikanya. 
  • Memilih benda-benda pendukung seperti dekorasi, benda seni, tanaman hias, serta lampu yang serasi dengan desain sekaligus aman bagi penghuni bangunan (tidak beracun atau mudah jatuh dan melukai penghuni).

Tugas-tugas di atas mencakup semua tujuan ilmu desain interior: menciptakan keindahan, meningkatkan aspek fungsional, serta mengekspresikan kepribadian serta gaya hidup para penghuni bangunan.

Memahami apa itu desain interior tidak hanya bermanfaat untuk calon desainer, tetapi juga masyarakat pada umumnya. Jika Anda ingin membangun rumah atau kantor, desainer interior akan memikirkan semua unsur di dalam bangunan agar Anda merasa nyaman, aman, sekaligus mudah berkegiatan.

Baca juga: 4 Universitas Desain Interior Terbaik di Indonesia

7 Tips Jitu Desain Interior Toko Kecil untuk Narik Pelanggan

Ingin mendirikan toko kecil yang mampu bersaing dengan toko online? Pastikan desain interior toko kecil Anda menarik. toko online menawarkan kecepatan serta kepraktisan berbelanja, jadi toko kecil harus menawarkan nilai jual lebih agar tidak kalah bersaing. Customer experience adalah faktor penting yang belum bisa ditawarkan oleh toko online, dan hal ini bergantung dari kreatifitas desain interior toko yang diusung .

Bagaimana cara merancang toko kecil Anda agar mampu menarik serta mudah memikat pelanggan? Inilah tujuh tips jitu yang bisa Anda terapkan.

Baca juga: Sejumlah Seni Merancang Desain Dan Layout Toko Ritel

1. Ciptakan Tampilan Depan Menarik


Tampilan depan toko yang menarik adalah wajah utama tempat usaha Anda. bagian depan toko sebaiknya memiliki konsep desain yang menarik dan unik, disesuaikan dengan jenis usaha Anda. Tampilan dengan konsep seperti ini akan lebih mudah membuat orang tertarik masuk dan mempertimbangkan untuk berbelanja.

Misalnya, Anda bisa mengambil konsep toko Eropa zaman dulu untuk menciptakan kesan klasik dan anggun. Jika ingin menonjolkan kesan imut, tirulah desain berbagai kedai bertema di Jepang dan Thailand. Anda juga bisa menonjolkan kesan alami atau tradisional, tergantung produk apa yang dijual.

Selain desain yang cantik, Anda juga bisa menyusun barang-barang yang dijual di etalase. Tampilkan contoh terbaik dari produk-produk Anda, misalnya produk berkemasan khusus, paling laris, atau yang berlabel diskon. Pastikan mereka terlihat dengan jelas oleh orang yang lewat.

2. Susun Tempat Pajangan Toko Secara Strategis


Berikan pelanggan pengalaman berbelanja yang nyaman dengan susunan tempat pajangan yang strategis. Pastikan mereka bisa langsung melihat barang dagangan saat memasuki toko. Ciptakan jalur jalan kaki sedemikian rupa sehingga tamu seolah “terarah” untuk menyusuri setiap tempat pajangan.

Variasikan tempat pajangan barang di toko, terutama jika ukurannya kecil. Misalnya, selain lemari dan kotak, Anda bisa memasang rak dinding yang lebih hemat tempat. Tempat pajangan sebaiknya bermodel terbuka agar pengunjung lebih mudah melihat barang-barang dagangan.

Anda juga bisa kreatif dalam memajang barang dagangan. Contoh yang bisa ditiru adalah toko-toko perabot rumah tangga. Banyak dari mereka yang menciptakan tiruan rumah, lengkap dengan meja yang ditata bersama peralatan makan, atau “ruang tamu” dengan sofa-sofa dan meja kopi. Cara memajang yang kreatif ini akan membuat bagian dalam toko Anda menjadi lebih menarik.

3. Ciptakan Konsep Unik dan Menarik


Desain interior toko kecil yang sukses biasanya memiliki konsep yang menarik dan unik. Hal ini berguna untuk memberi pengalaman berbelanja yang pengunjung tidak bisa peroleh dari toko online. Anda bisa bermain dengan ide kreatif apa saja untuk menghias toko, asalkan pengunjung tetap nyaman dan tidak terganggu.

Contohnya, konsep industrial cukup populer untuk toko-toko pakaian dan kedai kopi. Toko makanan sehat sering terinspirasi oleh alam serta produk-produk daur ulang. Toko buku dan perlengkapan seni seringkali berwarna-warni atau menggunakan desain kontemporer yang kreatif.

Anda juga bisa menarik inspirasi dari desain populer di berbagai era, mulai dari zaman tahun 90-an, suasana vintage ala era 50-an, hingga desain anggun ala Prancis abad ke-18. Memiliki sebuah tema akan memudahkan Anda untuk menemukan elemen desain yang serasi dan tidak bertabrakan.

4. Optimalkan Cahaya di Dalam Toko


Desain toko yang terlihat cantik tidak berguna tanpa pencahayaan yang bagus. Pastikan sumber cahaya di dalam toko cukup terang untuk mendukung kegiatan berbelanja, tetapi jangan sampai mengganggu penglihatan pengunjung. Sistem pencahayaan sebaiknya difokuskan untuk membuat produk terlihat lebih “berkilau” dan menarik dari biasanya.

Pastikan juga sudut-sudut toko mendapat cukup cahaya, atau keseluruhan toko akan terlihat suram dan tidak seimbang. Gunakan lampu-lampu aksen yang lebih kecil dari lampu utama untuk menerangi sudut-sudut jauh atau area yang agak tersembunyi.

5. Ciptakan “Dinding Aksen”


Dinding aksen adalah satu bagian dinding yang didekorasi atau dicat sedemikian rupa sehingga terlihat paling menonjol. Pilih satu bagian dinding yang paling strategis dan terlihat jelas dari segala arah untuk keperluan ini. Lapisi dengan warna terang yang lebih menyolok dibandingkan dinding-dinding lainnya untuk menarik mata pengunjung.

Manfaatkan dinding aksen ini untuk mempromosikan toko dan produk Anda. Misalnya, cat atau tempelkan merek toko dalam ukuran besar di dinding tersebut. Anda juga bisa memajang rak berisi produk-produk terlaris atau penawaran khusus di dinding aksen.

6. Hindari Skema Warna Penuh Sesak


Tampilan penuh sesak akan membuat pengunjung sulit berlama-lama di dalam toko. Hal ini tidak hanya berlaku untuk barang, tetapi juga skema warna. Walau Anda menggunakan konsep warna-warni untuk toko, tampilan warna yang terlalu ramai akan membuat tempat tersebut terasa tidak nyaman.

Triknya, gunakan warna netral untuk bagian toko yang berukuran besar atau bersifat latar belakang. Misalnya, Anda bisa memasang lantai kayu cokelat muda atau ubin keramik warna netral untuk lantai, dan mengecat dinding dengan warna putih. Gunakan dinding aksen seperti di poin sebelumnya untuk warna tambahan. Jika ingin memasukkan warna cerah, terapkan pada aksen seperti karpet, rak, dan dekorasi.

7. Ganti Suasana di Toko


Mengganti suasana serta rincian desain secara periodik akan membuat toko terlihat segar dan tidak membosankan. Anda tidak perlu merombak seluruh konsepnya, tetapi Anda bisa mengubah susunan rak, mengganti dekorasi di dinding, atau mengganti warna cat pada dinding aksen. Lakukan hal ini setiap dua atau tiga tahun untuk membuat toko terlihat “baru”.

Desain interior toko kecil adalah salah satu kunci dalam persaingan melawan popularitas toko online. Gunakan tujuh tips jitu di atas untuk menjadikan toko Anda sebagai tempat belanja favorit.

Siasat Mendesain Interior Rumah Tipe 36 Biar Tampak Mewah

Siapa bilang desain interior rumah tipe 36 tidak bisa tampak mewah? Anda bisa membuat hunian mungil terlihat jadi cantik dan anggun dengan kreativitas serta penerapan desain interior yang tepat. Terapkan beberapa siasat berikut untuk mengubah rumah mungil menjadi hunian modern yang elegan.

Baca juga: 10 Inspirasi Model Tiny House Indonesia untuk Kantong Aman

1. Ruang Tamu Minimalis Modern


Desain minimalis modern sangat popular di berbagai hunian mewah masa kini. Kesan lega dan lapangnya cocok untuk membuat rumah kecil terlihat lebih besar serta nyaman. Anda bisa menerapkan prinsip minimalis modern dengan memilih perabot berdesain sederhana. Pilih dekorasi dengan detail menarik agar Anda tidak perlu menaruh banyak pajangan, misalnya vas bunga di meja tamu dan tanaman di sudut ruangan.

Ciptakan skema warna yang nyaman di mata tetapi juga menarik. Gunakan warna-warna netral yang membuat ruangan terlihat besar, seperti warna-warna pastel, putih, serta abu-abu. Selipkan warna cerah sebagai aksen, misalnya pada lukisan, bantal sofa, serta karpet.

Baca juga: 10 Aspek Penting Interior Ruang Tamu Minimalis Modern

2. Kamar Tidur Modern Nyaman


Kamar tidur ideal harus nyaman tetapi tetap terlihat serasi. Paduan desain minimalis serta skema warna menarik akan membuat kamar Anda semewah hotel. Warna pastel serta warna “sejuk” seperti biru dan hijau cocok untuk kamar tidur karena bisa membuat istirahat lebih nyaman. Gunakan warna muda atau netral sebagai dasar, misalnya untuk dinding, lantai, serta perabot besar. 

Kamar tidur modern memiliki sistem pencahayaan yang beragam serta memberi Anda banyak pilihan. Pastikan kamar memiliki jendela yang membawa cahaya matahari secara maksimal pada siang hari. Padukan lampu langit-langit dengan lampu meja agar Anda bisa memilih sumber cahaya yang sesuai pada malam hari. Pilih bentuk lampu yang indah dan cocok dengan dekorasi kamar.

3. Dapur Modern yang Ergonomis


Dapur ideal harus indah sekaligus mampu mendukung kegiatan memasak Anda dengan risiko serendah mungkin. Anda bisa memanfaatkan trik pembuatan dapur modern mungil untuk desain interior rumah tipe 36. Salah satunya adalah membuat meja dapur (countertop) bersudut, misalnya bentuk U atau L. Bentuk ini memaksimalkan tempat kerja Anda saat berada di dapur, terutama jika sedang memasak banyak.

Pilih skema warna netral untuk dinding dan lantai, tetapi tambahkan warna-warni menyolok sebagai aksen agar dapur terlihat menarik. Warna-warna hangat atau warna makanan seperti merah, jingga tua, dan hijau limau cocok untuk dapur serta membantu meningkatkan nafsu makan. 

Maksimalkan tempat penyimpanan jika dapur Anda sempit. Hindari lemari yang terlalu besar dan pasang beberapa rak di dinding. Anda juga bisa menggunakan kait besi di bawah rak dinding untuk menggantung cangkir dan gelas. Banyak pemilik rumah melubangi dinding untuk menciptakan rak di dalamnya, sehingga menghindari tonjolan yang tidak perlu.

4. Kamar Mandi Mungil dan Elegan


Dibandingkan ruang tamu atau ruang makan, kamar mandi dapat memberi kesan pertama yang kuat terhadap tamu. Ruangan ini juga menjadi salah satu tempat pribadi paling intim di rumah, sehingga kondisinya harus nyaman. Anda bisa menerapkan prinsip-prinsip desain kamar mandi mewah untuk membuat tempat ini lebih nyaman.

Pilih ubin lantai yang kreatif untuk membuat kamar mandi lebih menarik. Jangan terpaku pada ubin keramik putih bentuk persegi yang sudah umum. Cobalah memilih ubin batu alami, ubin bentuk segi delapan, atau ubin hias. Lantai yang indah akan membuat kamar mandi sederhana terlihat cantik.

Manfaatkan setiap sudut kamar mandi seefisien mungkin. Jika Anda ingin bak mandi, buat bak rendam model sudut (corner tub) yang memanfaatkan titik kosong di kamar mandi. Letakkan pancuran di atas bak agar Anda tidak perlu membuat tempat terpisah untuk keduanya. Pastikan kamar mandi memiliki jendela, dan lengkapi dengan dekorasi seperti tirai cantik, tanaman kecil, serta cermin berdesain unik.

5. Teras dan Halaman Menarik


Rumah tipe 36 biasanya tidak memiliki teras serta halaman luas, tetapi kreativitas Anda bisa membuat mereka terlihat menarik. Misalnya, letakkan meja dan kursi besi di halaman, dan kelilingi dengan semak serta pot bunga. Anda juga bisa meletakkan bangku panjang atau dipan di tempat yang sedikit terlindung untuk menciptakan kesan santai.

Agar taman terlihat menarik, hiasi dengan tanaman yang beragam untuk menciptakan tampilan kaya seperti hutan. Padukan tanaman sukulen berdaun kaku dengan bunga-bunga kecil, pohon mini di dalam pot, serta semak-semak rendah. Letakkan tanaman besar di sudut-sudut, dan sebarkan tanaman yang lebih kecil di sisi jalur jalan kaki, tepi teras, serta titik-titik utama lainnya.

Rumah tipe 36 biasanya memiliki bagian depan (fasad) yang desainnya standar. Anda bisa membuatnya sedikit berbeda dengan mengecat ulang atau menambahkan unsur-unsur desain yang sebelumnya tidak ada. Akan tetapi, sebelum merombak fasad, pastikan desainnya sesuai dengan halaman dan bangunan rumah secara keseluruhan.

6. Tema Desain Secara Keseluruhan


Jika Anda mengalami kebuntuan ide saat merancang desain rumah mungil, gunakan tema khusus sebagai patokan. Dengan tema, Anda bisa memilih skema warna, perabot, material, serta dekorasi di jalur yang serupa. Hasil desain pun akan lebih serasi, kompak, dan tidak terlihat janggal saat dilihat secara keseluruhan.

Misalnya, jika Anda memilih desain ala rumah pedesaan, pilih perabotan rotan atau bambu, dekorasi alami seperti pot-pot gantung, serta skema warna bumi. Jika suka desain ala tahun 50-an, gunakan lebih banyak warna cerah, dekorasi retro, serta perabot berdesain unik.

10 Ide Desain Interior Warung Kopi Sederhana dan Cozy

Warung kopi masa kini tidak harus identik dengan kemewahan. Desain interior warung kopi sederhana justru bisa menarik banyak pelanggan, terutama bagi mereka yang menyukai suasana cozy saat minum kopi. Paduan ruang terbuka, desain kasual, serta akses mudah dijangkau akan menarik banyak pelanggan untuk datang dan mencicipi kopi Anda.

Bingung mencari ide untuk membuat warung kopi sederhana tetapi menarik? Berikut beberapa ide yang patut Anda coba.

1. Warung Kopi Beton Terbuka


Area terbuka yang masih berdinding beton kasar bisa Anda jadikan warung kopi model terbuka. Anda bisa memadukan kursi dan bangku panjang di bagian luar. Letakkan meja barista dan produk-produk kopi tepat di bagian tengah dalam ruangan, dan tambahkan sedikit dekorasi seperti tanaman di pot untuk menarik mata pengunjung.

Anda bisa melapisi dinding bagian dalam dengan keramik atau kayu, tetapi biarkan bagian luar bangunan terlihat seperti beton kasar. Tambahkan hiasan seperti kerikil dan tapak semen di depan kedai untuk “menuntun” langkah pengunjung saat masuk.

2. Warung Kopi Ala Paris


Kafe sederhana ala Paris bisa menjadi inspirasi untuk warung Anda. Pasang pintu ganda model French door yang langsung membuka jalan ke tempat duduk di bagian depan. Siapkan beberapa bangku besi untuk pengunjung yang ingin langsung duduk dan memesan kopi. Hiasi bagian depan kedai ini dengan ubin bercorak hitam-putih agar terlihat lebih menarik.

Anda bisa membuat kedai kopi tanpa meja. Buat meja yang mirip bar di bagian depan kedai, dan racik serta sajikan kopi langsung ke pelanggan setelah mereka memesan.

3. Warung Kopi Black & White


Buat warung kopi Anda menarik dengan hiasan serba hitam dan putih. Misalnya, jika Anda memiliki bar kopi di bagian depan, gunakan warna hitam untuk tampilan luarnya. Pasang daun pintu hitam yang langsung membuka ke bagian dalam kedai, dan padukan dengan interior serba putih. Walau desainnya sederhana, paduan hitam dan putih akan terlihat anggun serta modern.

Anda juga bisa menggunakan warna hitam dan putih untuk unsur-unsur desain lainnya. Misalnya, gunakan papan nama hitam berhuruf putih sebagai daftar menu, dan tuliskan nama menu istimewa Anda di papan tulis hitam.

4. Warung Kopi Serba Kayu


Desain interior warung kopi sederhana banyak yang menggunakan elemen kayu karena lebih santai serta menekankan kesan sederhana. Anda bisa melapisi lantai, dinding, dan meja barista dengan panel-panel kayu berwarna cerah. Padukan dengan rak-rak kayu di dinding untuk memajang produk serta perlengkapan membuat kopi untuk menarik mata pengunjung.

Ingin kedai Anda lebih menarik? Gunakan desain berkonsep untuk menonjolkan unsur kayunya. Konsep industrial cukup menarik karena memadukan elemen-elemen keras dalam ruangan yang nyaman, misalnya aksen besi, pipa yang menonjol, serta lampu gantung besi.

5. Warung Kopi dengan Meja Dinding


Memasang meja panjang di dinding adalah cara menyiasati ruangan sempit. Anda bisa memasang meja panjang dengan bangku-bangku tinggi seperti yang ada di bar. Letakkan bangku-bangku panjang di sisi satunya, menempel pada dinding. Tempat ini cocok untuk pengunjung yang benar-benar hanya ingin minum sambil bersantai, tanpa harus duduk di depan meja besar.

Anda bisa memajang hiasan tepat di atas dinding ini agar mata pengunjung bisa terarah ke sana. Misalnya, Anda bisa memasang iklan-iklan kopi tempo dulu, komik buatan seniman lokal, karikatur, atau foto-foto berseni terkait kopi. Walau sempit, kedai ini bisa menjadi tempat nongkrong yang cukup trendi.

6. Warung Kopi dengan Meja Kecil


Ciptakan kesan intim dengan menyusun meja-meja kecil untuk dua orang di kedai kopi mungil. Anda bisa menderetkan meja dan kursi-kursi ini di dinding untuk menghemat tempat. Letakkan meja barista di sisi lain, lengkap dengan bangku tinggi tambahan untuk pengunjung yang hanya ingin minum kopi dengan santai.

Agar suasananya lebih mendukung, Anda bisa melapisi dinding dengan cat atau bata putih. Pasang lampu-lampu aksen di beberapa titik untuk memberi cahaya halus. Untuk penerangan utama, pasang lampu langit-langit yang cahayanya tidak terlalu menyolok.

7. Kedai Ala Warung Tradisional


Kedai ala warung tradisional modelnya lebih terbuka, dengan bangku panjang untuk diduduki beberapa orang, sehingga kesannya akrab. Anda bisa menggunakan material daur ulang seperti kayu dan seng. Pasang dekorasi seperti pot tanaman dan lampu unik untuk membuat kedai lebih menarik.

8. Warung Kopi Bertema Alam


Ciptakan suasana sejuk dan alami dengan menerapkan tema alam. Gunakan kayu dan bahan-bahan daur ulang untuk menghiasi bagian dalam kedai, misalnya sebagai dekorasi atau bahan meja serta bangku. Pasang pot-pot tanaman berbagai bentuk di setiap sudut, mulai dari pot gantung, meja, hingga lantai.

9. Warung Kopi dengan Ubin Hias


Ubin hias memberi kesan menarik pada warung sederhana. Pilih ubin hias dengan warna cerah untuk menghias lantai dan meja barista. Untuk menghindari kesan ramai, pilih warna netral untuk unsur lain seperti tembok, langit-langit, meja, dan kursi. Paduan warna kayu dan putih bersama dengan ubin hias akan membuat kedai sederhana semakin cantik.

10. Warung Kopi dengan Fasad Jendela Kaca


Gunakan panel kaca lebar sebagai fasad untuk kedai kopi Anda. Jendela ini bisa dibuka untuk melayani tamu yang duduk di kursi luar, sehingga barista bisa leluasa menyerahkan cangkir ke tamu tanpa harus keluar. Anda bisa menempelkan nama kedai di jendela kaca ini besar-besar untuk menarik perhatian.

Kedai sederhana akan terlihat memikat dengan desain yang serasi dan menarik. Gunakan ide-ide desain interior warung kopi sederhana ini untuk menciptakan tempat nongkrong yang cozy dan menyenangkan.

Baca juga: 7 Tips Jitu Desain Interior Toko Kecil untuk Narik Pelanggan

Semua yang Perlu Diketahui tentang Jurusan Desain Interior!

Desainer interior adalah profesi yang cukup menantang sekaligus menarik. Jurusan desain interior merupakan langkah pertama untuk memulai karir potensial. Latar belakang pendidikan penting karena desain interior lebih dari sekadar “menghias ruangan”. Ada banyak elemen yang harus Anda padukan untuk menciptakan keindahan, fungsi, sekaligus ekspresi ide dan kepribadian penghuninya.

Apa yang harus Anda siapkan sebelum mulai belajar di jurusan ini? Keahlian apa saja yang harus dipelajari dan dikembangkan? Berikut segala sesuatu yang harus Anda ketahui tentang belajar desain interior.

Baca juga: Desain Interior: Pengertian, Sejarah, Unsur, dan Uraian Tugas

4 Hal yang Akan Dipelajari di Jurusan Desain Interior


Desain interior adalah ilmu yang memadukan berbagai elemen, seperti estetika, seni, arsitektur, dan psikologi. Anda juga harus memiliki keahlian pendukung untuk menempuh karir setelah lulus. Inilah empat hal yang dipelajari jika Anda masuk jurusan ini.

1. Wawasan Seni

Desainer harus paham tentang dasar-dasar seni dan pengetahuan terkait yang luas agar bisa menerapkannya dalam rancangan. Wawasan seni yang dipelajari di kampus meliput sejarah seni, berbagai gaya seni bangunan, serta pelajaran menggambar dan pengetahuan tentang estetika. Calon desainer diharapkan terbiasa menggambar hal-hal seperti bentuk, perspektif, sudut, bayangan, dan keahlian dasar lainnya.

2. Wawasan Desain

Setelah belajar dasar-dasar seni, Anda akan belajar ilmu desain secara spesifik. Anda akan belajar tentang unsur-unsur desain dan bagaimana mereka saling mendukung untuk menciptakan keserasian. Anda juga akan belajar tentang faktor-faktor yang memengaruhi desain di dunia nyata, misalnya alam, manusia, lingkungan, dan sebagainya.

Belajar desain bukan hanya soal memadukan unsur-unsur dalam bangunan agar terlihat menarik. Anda juga akan belajar kaitan antara desain dan psikologi manusia, baik terkait individu maupun lingkungan sosial. Hal ini karena desain suatu ruangan dapat memengaruhi suasana hati, kreativitas, perspektif, bahkan kesehatan mental.

3. Wawasan Pendukung

Berkarir sebagai desainer interior membuat Anda harus pandai dalam berbagai bidang selain desain. Contohnya adalah fisika bangunan, lingkungan alam, dan teknologi bangunan. Anda juga harus paham tentang jenis-jenis material bangunan serta karakteristik masing-masing untuk menciptakan desain berkualitas.

Wawasan pendukung lainnya terkait dengan proses menjalankan bisnis atau melakukan aktivitas harian sebagai desainer. Hal ini termasuk pelajaran ilmu sosial, bisnis, budaya, dan ekonomi. Semua ilmu ini akan membantu Anda untuk menciptakan desain yang sesuai dengan keinginan setiap klien di mana saja.

4. Praktik

Jurusan desain interior memberikan kelas-kelas praktik dalam kurikulumnya. Anda akan belajar membuat rancangan, melakukan pemrogaman dengan perangkat lunak (software), serta melakukan presentasi untuk memaparkan rincian desain.

Karakteristik Ideal untuk Desainer Interior


Selama belajar untuk menjadi desainer interior, Anda juga wajib mengembangkan berbagai karakteristik ideal seorang perancang. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kreativitas

Kreativitas wajib menjadi bagian dari karir seorang desainer. Anda harus mampu berpikir di luar kotak untuk menciptakan konsep desain ideal dalam berbagai situasi. Kreativitas juga mencakup kemampuan untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi inovatif atau yang paling menguntungkan untuk semua pihak.

2. Komunikasi dan Negosiasi

Karir sebagai desainer identik dengan komunikasi serta negosiasi. Anda harus bisa menyampaikan prinsip-prinsip dan keunggulan di balik rancangan dengan bahasa yang mudah dipahami klien. Anda juga harus mampu melakukan negosiasi untuk mendiskusikan kemungkinan adanya perubahan pada desain serta tarif yang pantas.

3. Kemampuan Berorganisasi dan Kerja Sama

Desainer harus bekerja sama dengan pakar lain dalam praktik kerja mereka, misalnya dengan arsitek, kepala proyek, pemilik bangunan, investor, dan desainer lain, terutama dalam proyek besar. Kemampuan berorganisasi serta kerja sama harus menjadi bagian dari keahlian Anda.

4. Kemauan Belajar dan Berkembang

Tren desain terus berkembang setiap tahun, dan desainer yang baik tidak boleh tertinggal dalam hal wawasan. Anda harus terus belajar dan berkembang, mempelajari berbagai tren desain baru sambil memperdalam wawasan klasik. Anda juga harus mau belajar dari kesalahan serta kritik untuk meningkatkan kemampuan.

5. Kemampuan Mengatur Anggaran

Desainer bekerja dengan anggaran yang disediakan oleh klien, sehingga kemampuan mengatur uang (budgeting) sangat penting. Anda harus menciptakan desain sesuai kemauan dan anggaran klien, serta menemukan berbagai alternatif yang mampu memenuhi tuntutan tersebut.

Tempat Kuliah Desain Interior


Berbagai universitas di Indonesia menyediakan jurusan Desain Interior yang sudah mendapat akreditasi A, biasanya berada di naungan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Akan tetapi, beberapa universitas menyediakan jurusan ini sebagai bagian dari Fakultas Teknik.

Contoh universitas ternama yang menyediakan jurusan ini adalah Institut Teknologi Bandung, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Kesenian Jakarta, dan Institut Seni Indonesia Denpasar (ISI Denpasar). Rata-rata masa studi minimal adalah empat tahun (delapan semester), dengan gelar S. Ars (S1) saat lulus.

Baca juga: 4 Universitas Desain Interior Terbaik di Indonesia

Prospek Setelah Lulus Kuliah Desain Interior


Desainer interior memiliki prospek kerja yang cukup luas. Anda bisa membuka studio atau memulai karir di perusahaan yang menyediakan jasa konstruksi dan perancangan. Bisnis seperti hotel, restoran, dan perencana pesta seperti wedding planner juga sangat membutuhkan jasa desainer interior.

Anda juga bisa menggunakan keahlian ini untuk bekerja di luar area desain, tetapi masih berkaitan dengan desain interior. Misalnya, Anda bisa menjadi pemilik usaha produk-produk interior, mulai dari perabot, dekorasi, hingga material. Anda bahkan juga bisa menjadi pengajar atau peneliti, tetapi bidang kerja ini biasanya membutuhkan pendidikan lanjutan, misalnya S2. Desainer juga bisa berbagi ilmu, misalnya menjadi penulis atau pemilik situs desain interior.

Belajar ilmu desainer interior ternyata membuka potensi untuk bekerja dalam berbagai bidang. Jangan ragu untuk masuk jurusan desain interior dan kembangkan potensi serta jiwa kreatif Anda.

Top 5 Contoh Desain Interior Rumah Minimalis Modern 2021

Seiring dengan berjalannya waktu, desain interior rumah berkembang dari awalnya menampilkan sisi estetika saja, menjadi lebih minimalis dan elegan. Desain minimalis banyak dipilih oleh pemilik rumah atau pemilik proyek perumahan atau apartemen karena dapat menyesuaikan dengan zaman. Desain interior minimalis juga memberikan banyak kelebihan dari sisi kenyamanan. Berikut beberapa contoh desain interior rumah minimalis untuk rumah modern yang bisa Anda gunakan sebagai inspirasi interior rumah idaman Anda.

Contoh Desain Interior Minimalis untuk Rumah

1. Desain Kamar Tidur


Ada dua komponen penting dari kamar tidur yang harus Anda penuhi agar kesan minimalisnya terasa. Pertama adalah kasur yang tidak terlalu banyak ornamen. Pemilihan seprai juga memengaruhi kesederhanaan ruangan. Pastikan kasur dan apa yang ada di atasnya senada.

Meja kursi dan perabot lain seperti lemari usahakan senada juga. Letak dari perabot ini juga tidak boleh berdekatan dan tidak mengisi semua ruangan di kamar. Kalau lemari pakaian bisa diletakkan di bawah kasur akan lebih baik.

Baca juga: Ga Ribet! Ini 7 Cara Jitu Desain Kamar Tidur Minimalis Modern

2. Desain Dapur


Contoh desain interior untuk ruangan dapur juga disarankan memenuhi konsep sederhana mulai dari perabot hingga ornamen di sekelilingnya. Kalau Anda memiliki banyak perabot, ada baiknya diletakkan di dalam lemari saja. Yang ada di luar hanya kompor dan beberapa perabot yang sering digunakan setiap hari. Jadikan satu antara dapur dan ruang makan agar tidak berlebihan.

Baca juga: 4 Tips Menata Area Penyimpanan Dalam Interior Kitchen Set

3. Desain Kamar Mandi

Kamar mandi bisa memilih konsep shower daripada yang memiliki bak mandi. Satukan toilet dengan tempat mandi agar tidak banyak sekat yang digunakan. Jangan beri hiasan apa pun di dalam kamar mandi. Cukup rak untuk sabun dan perlengkapan mandi lainnya.

4. Desain Ruang Kerja


Zaman sekarang bekerja dari rumah bukanlah sesuatu yang baru. Beberapa pekerja freelancer banyak bekerja dari rumah dan butuh ruangan kerja yang minimalis. Ruangan kerja ini harus memiliki warna kalem seperti putih yang akan memberikan efek tenang dan konsentrasi.

Pastikan hanya ada meja, peralatan kerja, dan papan to do list. Selebihnya Anda tidak perlu memasukkan banyak hal. Mungkin tanaman hijau di sudut ruangan bisa diberikan untuk memberikan efek relaksasi.

5. Desain Ruang Tamu


Karena ruangan tamu memang digunakan sebagai tempat untuk show off. Beri sentuhan unik di beberapa bagian saja, misal tembok atau lampu. Selebihnya di ruang tamu hanya perlu ada meja, kursi, dan tanaman kecil di atas meja. Memberi banyak perabot akan membuat ruang tamu terlihat penuh.

Cara Memasukkan Unsur Minimalis Desain Rumah

Kontraktor interior rumah tidak akan sembarangan memasukkan berbagai perabotan di dalam ruangan untuk mendapatkan desain minimalis. Ada beberapa pertimbangan yang mereka miliki seperti beberapa hal di bawah ini.

1. Menghilangkan Sesuatu yang Sudah Tidak Berguna


Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat rumah jadi lebih minimalis dan juga elegan adalah menghilangkan sesuatu yang sudah tidak berguna. Misal Anda punya ruangan yang penuh dengan hiasan dinding atau perabot lain. Karena tidak semua perabot atau hiasan itu diperlukan, ada beberapa atau semua harus dilepas.

Intinya, ruangan yang akan didesain lain menjadi lebih minimalis harus dibuat bersih terlebih dahulu. Kalau sudah tidak ada perabot yang mengganggu, barulah pengaturan bisa dilakukan sesuai konsep yang sudah dimiliki sebelumnya.

2. Melakukan Pengaturan Perabot


Atur perabot yang sesuai dengan desain yang sudah dimiliki sebelumnya. Kalau ada beberapa yang tidak diperlukan, Anda tidak perlu memaksakannya. Beberapa orang kerap merusak desain minimalis dari suatu ruangan dengan memasukkan perabot yang tidak berguna hanya karena sayang kalau tidak dipakai.

Sekali lagi, konsep minimalis adalah meminimalkan apa yang ada pada ruangan agar terlihat lebih elegan dan memberi efek tenang. Kalau Anda tetap memasukkan apa saja ke dalam ruangan, kemungkinan besar ruangan akan jadi penuh dan sesak. Efek atau kesan santainya tidak akan muncul.

3. Menyederhanakan Skema Warna


Salah satu ciri khas dari desain minimalis rumah modern adalah memiliki skema warna yang seragam. Warna yang digunakan juga cenderung kalem seperti putih, abu-abu, atau warna lain asal masih senada. Pola warna campuran tidak disarankan karena tidak memberikan kesan minimalis.

Sebelum melakukan desain pada interior ruangan, ada baiknya untuk melakukan konsultasi dengan Herschel Built. Minta mereka membuat desain interior dari warna yang Anda sukai, misal biru atau abu-abu. Selanjutnya mereka akan membuatkan desain sesuai keinginan.

4. Fokus Pada Fungsi


Apa saja yang dimasukkan dalam ruangan harus memiliki fungsi. Kalau bisa memiliki fungsi ganda. Kalau tidak memiliki fungsi sama sekali dan hanya memenuhi ruangan, lebih baik tidak digunakan. Oleh karena itu pilih perabot dengan baik agar semua fungsi perabot yang dimasukkan bisa maksimal.

Jangan membeli perabot yang akan dimasukkan ke dalam ruangan terlebih dahulu. Kalau ruangan sudah jadi dan desainnya sudah keluar beserta skema warnanya, barulah perabot bisa dibeli. Cat dinding bisa menyesuaikan dengan warna perabot karena zaman sekarang pemilihan warna lebih mudah dilakukan daripada memilih warna perabot.

Demikianlah beberapa contoh desain interior rumah minimalis modern, mulai dari kamar tidur, desain dapur, hingga rumah kerja dan ruang tamu. Dari ulasan di atas kita bisa membuat sedikit kesimpulan kalau rumah minimalis butuh pemanfaatan fungsi dari perabot, bukan estetika semata. Semoga informasi di atas bermanfaat.

8 Inspirasi Desain Kamar Tidur Minimalis Modern dan Nyaman

Salah satu ruangan paling penting di dalam rumah yang sering sekali terabaikan adalah kamar tidur. Padahal kamar tidur adalah salah satu ruangan yang paling banyak digunakan setiap hari. Inspirasi desain kamar tidur minimalis yang baik akan membuat Anda jadi lebih betah dan nyaman saat beristirahat. Berikut beberapa inspirasi desain interior kamar tidur dengan gaya minimalis.

1. Gunakan Warna yang Hangat


Inspirasi desain kamar tidur minimalis umumnya menggunakan pilihan warna yang hangat. Anda tidak perlu memaksakan warna putih ke dalam kamar tidur kalau memang tidak menyukainya. Pakai warna yang akan memberikan suasana jadi lebih hangat dan memudahkan Anda untuk bisa tertidur dengan lebih cepat setiap harinya.

Hindari warna yang terlalu cerah seperti merah atau biru yang tidak memberikan efek cepat tidur. Selain itu, hindari juga wallpaper dengan motif terlalu rame sehingga ruang tidur yang sedang Anda gunakan tidak terlihat minimalis. Lakukan konsultasi dengan kontraktor interior design agar pemilihan warnanya bisa sempurna.

Baca juga: Cara Memilih Warna Cat Kamar Tidur yang Tepat, Yuk Dicoba!

2. Menciptakan Suasana Nyaman


Hal kedua yang perlu diperhatikan dalam mencari inspirasi desain kamar tidur minimalis setelah pemilihan warna adalah menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman. Anda bisa melakukan banyak hal untuk menciptakan suasana nyaman. Misalnya dengan tidak memajang lukisan dengan motif terlalu ramai, perabot yang kurang ‘sedap’ dipandang, hingga meja kerja.

Karena kamar tidur difungsikan sebagai tempat untuk beristirahat, hal utama yang harus ada di sana adalah kasur dan perlengkapan di atasnya. Dengan mempertahankan fungsi utama dari kasur, Anda bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman. Begitu masuk ke dalam kamar tidur Anda bisa langsung beristirahat.

3. Pilih Kasur yang Sederhana


Jenis kasur yang ada di luaran sana ada banyak. Namun, tidak semuanya cocok untuk desain minimalis. Oleh karena itu Anda disarankan untuk memilih jenis kasur yang sederhana saja. Kasur yang sederhana akan membuat Anda jadi lebih mudah tidur dan bisa menyatu dengan konsep minimalis yang sedang diciptakan.

Kasur minimalis adalah kasur yang tidak terlalu banyak memiliki ornamen. Misal ada penyangga di bagian atas untuk kepala atau hiasan lainnya. Kalau Anda memilih spring bed, usahakan yang sederhana agar tidak memberikan akses khusus di dalam ruangan. Asal nyaman dan bisa untuk tidur sudah cukup.

4. Hindari Banyak Perabot


Hal yang harus dipegang oleh seseorang ketika ingin mencari inspirasi desain kamar tidur minimalis adalah menghindari perabot yang berlebihan. Kalau Anda menggunakan perabot yang terlalu berlebihan di dalam ruangan kamar, kemungkinan besar akan memberikan kesan penuh dan tidak begitu nyaman untuk digunakan beristirahat.

Anda boleh memberikan meja di dekat kasur, tapi jangan terlalu banyak dan pastikan meja itu memiliki fungsi. Kalau meja hanya untuk hiasan saja, lebih baik dibawa keluar saja. Selain meja, kursi, hiasan, dan perabot lain kalau memang tidak berguna harus dibawa keluar agar efek minimalisnya lebih maksimal.

Baca juga: 10 Trik Simple Menata Furnitur Ruangan agar Tidak Sumpek

5. Hiasan Tidak Boleh Berlebihan


Bolehkan memberikan hiasan atau aksen unik di dalam kamar tidur dengan gaya minimalis? Jawabannya adalah boleh. Namun, pastikan jumlahnya tidak terlalu berlebihan. Selain itu, usahakan lokasi dari hiasan tidak bisa langsung terlihat oleh mata orang yang sedang beristirahat di dalamnya.

Misal Ana meletakkan satu lukisan di pada tembok tepat di atas kasur. Jumlah lukisan atau hiasan hanya satu saja. Hiasan ini hanya menjadi highlight saja atau pemanis kalau Anda tidak mau dinding kamar terlihat plain atau kosong.

6. Hindari Terlalu Banyak Gadget


Hindari terlalu banyak gadget atau perangkat elektronik di dalam kamar. Salah satu fungsi dari kamar adalah untuk tidur. Kalau terlalu banyak perangkat elektronik di dalam kamar tidur, gangguan akan sering terjadi. Misal Anda jadi sering bermain dengan ponsel atau laptop.

Kalau memang tidak dibutuhkan, jangan letakkan perangkat elektronik di dalam kamar tidur. Apalagi kalau sampai ada televisi yang sangat mengganggu istirahat. Hanya meletakkan perangkat yang dibutuhkan saja khususnya untuk komunikasi seperti ponsel.

7. Beri Beberapa Lapisan Lampu


Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan dari kamar tidur adalah lampu. Anda bisa mendesain lampu agar tidak terlalu terlihat mencolok seperti digantung begitu saja. Anda bisa membuat lapisan lampu seperti lampu terang kalau masih beraktivitas lalu ada lampu redup untuk beristirahat. Lapisan lampu ini akan mempertahan sisi minimalis dari ruangan.

8. Proporsi Perabot Harus Sempurna


Salah satu kesalahan terbesar saat mendesain kamar tidur yang memiliki konsep minimalis adalah tidak paham proporsi perabotan. Boleh jadi Anda sudah mengeluarkan semua perabotan yang tidak berguna dan hanya memasukkan satu atau dua biji saja yang bisa dimanfaatkan dengan baik.

Sayangnya perabotan yang ada di dalam kamar tidur itu justru terlalu besar dan ukurannya tidak proporsional jika dibandingkan dengan kasur. Jadi, selalu bandingan perabot yang masuk ke kamar dengan komponen utamanya. Kalau terlalu besar atau kecil jadi tidak terlihat menarik dan terkesan aneh.

Baca juga: Ga Ribet! Ini 7 Cara Jitu Desain Kamar Tidur Minimalis Modern

Gaya Bohemian Atau Boho-Chic: Semua yang Perlu Diketahui!

Salah satu desain interior yang cukup unik dan kerap disukai oleh banyak orang adalah jenis gaya bohemian atau boho-chic. Gaya ini sedikit berbeda dengan desain minimalis karena konsep dari boho-chic adalah memaksimalkan apa yang ada di dalam ruangan dan menciptakan kesan nyaman meski tidak harus dengan perabot mahal.

Gaya bohemian ini sendiri sudah ada sejak abad ke-18 di kawasan Eropa. Tujuan dari gaya ini adalah untuk keluar dari tradisi yang sudah ada. Gaya ini terus bertahan sampai sekarang dan digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia dan juga beberapa akomodasi penginapan yang menginginkan sesuatu konsep yang unik.

Nah, untuk mengenal lebih jauh seperti apa desain interior gaya bohemian ini, simak beberapa informasi di bawah ini.

Baca juga: 6 Macam Gaya Desain Interior Terpopuler dan Unik

Ada Banyak Jenisnya


Jenis gaya bohemian ini ternyata banyak dan tidak hanya satu jenis saja. Setiap kawasan memiliki gaya sendiri-sendiri. Misal kawasan di Turki dan Timur Tengah dan kawasan dari Eropa. Secara konsep semuanya memiliki hal yang sama. Namun, aksen tradisional setempat tetap ada.

Karena di Indonesia tidak ada gaya boho-chic secara umum, Anda bisa mendesain sendiri apakah ingin bergaya ala Eropa atau Timur Tengah. Kalau Anda ingin memilih desain unik sendiri dan memasukkan unsur lokal Indonesia, cukup ikuti beberapa informasi selanjutnya dari artikel ini.

Jauh Sekali dari Kesan Mewah


Melihat dari asalnya, gaya boho-chic ini adalah perlawanan dari sesuatu yang sudah ada dan cenderung mewah. Oleh karena itu secara umum gaya dari boho-chic ini tidak mengedepankan sesuatu yang terlalu mewah dan juga mahal. Perabot jenis apa pun bisa digunakan, bahkan yang daur ulang sekali pun.

Kalau Anda ingin memiliki desain ala bohemian ini ada baiknya tidak membeli perabot modern terlalu banyak. Gunakan saja yang sudah ada dan perbaiki dengan menambahkan unsur modern agar terlihat unik.

Baca juga: Super Mudah! Ini 6 Cara Memilih Furniture untuk Rumah Anda

Elemen Tekstil Sangat Penting


Kalau Anda suka sekali dengan gaya ala Eropa, tentu elemen tekstil tidak akan pernah ketinggalan. Elemen ini banyak digunakan untuk seprai, gorden, dan pernak-pernik lain yang akan membuat ruangan jadi nyaman dan meriah. Segala kain bisa digunakan dan tidak harus kain yang mahal.

Oh ya, karena gaya boho-chic ini dikenal bebas dan kerap menyatu dengan alam, Anda membuat kamar semi outdoor dengan kain-kain sebagai penutupnya. Lakukan eksperimen sendiri terkait dengan penggunaan tekstil. Setiap orang biasanya memiliki keunikan tersendiri. Yang penting tetap memegang konsep, semua bisa dilakukan.

Ada Elemen Tumbuhan di Dalam Ruangan


Karena tidak semua orang bisa hidup di luar ruangan apalagi saat tidur, konsep semi outdoor ini akhirnya disiasati dengan membawa elemen dari luar. Nah, karena di dunia luar tumbuhan adalah sesuatu yang penting, kita bisa membawa ke dalam ruangan untuk memberikan sentuhan alam.

Anda bisa menanam beberapa tumbuhan di dalam pot dan diletakkan di dalam ruangan. Misal sekumpulan pohon kaktus atau pohon lainnya yang tidak terlalu besar dan memberikan aksen hijau yang sangat besar. Anda bisa meletakkannya di sudut ruangan, meja, atau di mana saja yang memudahkan mata untuk memandangnya.

Pemanfaatan Cahaya Alami


Cahaya juga merupakan komponen penting dari suatu desain. Kalau Anda memilih desain boho-chic yang dikenal dekat dengan alam, pemanfaatan cahaya tentu disarankan berasal dari sumber alami dalam hal ini adalah cahaya matahari. Saat pagi hingga sore, manfaatkan cahaya alami itu untuk beraktivitas sehari-hari.

Karena cahaya alami bisa masuk kalau tidak banyak tembok, Anda bisa menggunakan jendela kaca, genting kaca, atau ventilasi. Intinya beri akses cahaya pada saat pagi dan sore hari agar Anda tidak terlalu banyak menggunakan listrik.

Perabot yang Ada Akses Vintage


Perabot yang digunakan untuk desain boho-chic ini biasanya lebih vintage. Jarang sekali barang baru yang digunakan karena unsur bohemiannya kurang bisa didapatkan. Itulah kenapa para peminat desain boho-chic lebih sering berburu perabot ke kawasan pasar loak daripada ke toko modern.

Harus Ada Aksen Unik


Aksen unik dari desain boho-chic sangat penting dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Mengapa aksen unik sangat penting? Karena bisa memberikan efek etnik yang cukup kenyal. Misal Anda mendesain boho-chic dengan elemen tradisional Jawa, hal unik itu akan memberikan nilai lebih dan nilai estetikanya bisa bertambah.

Dinding Warna Plain Lebih Disukai


Dinding dari ruangan untuk desain boho-chic ini haruslah yang plain atau tidak terlalu banyak warna. Dengan desain yang polos inilah Anda bisa dengan mudah memasang apa saja termasuk akses yang unik seperti lukisan atau hiasan lainnya di dinding tanpa terlihat mengganggu.

Hindari warna terlalu terang seperti merah atau hijau. Meski warna pada desain bohemian ini tidak terlalu diatur, kalau pakai warna putih akan jauh lebih baik dan kesan nyamannya lebih terasa.

Karpet untuk Lantai


Lantai ruangan untuk desain boho-chic ini tidak terlalu dipentingkan. Asal Anda memiliki karpet dengan desain untuk, bisa langsung digunakan. Kalau tidak ada karpet Anda bisa memakai kain yang agak tebal dengan motif khusus. Yang jelas kaki tidak terlalu banyak bersentuhan dengan lantai secara langsung.