10 Kesalahan Dan Tips Desain Tata Letak Ruangan (Part 2)

Melakukan kesalahan saat mendesain tata letak ruangan, tidak hanya berisiko renovasi yang butuh dana besar saja. Terkadang, kesalahan juga memicu cedera pada tubuh sampai ke permasalahan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, desain setiap ruangan di rumah dengan tepat dan tetap fungsional.

Pada bagian pertama dari artikel ini kita sudah memahami bagaimana pengaturan ruangan, fungsi, sampai ke pemilihan perabotan. Pada pembahasan kali ini kita akan lanjut ke masalah ruangan untuk anak, over budgeting, sampai ke highlight dan pencahayaan ruangan. Berikut ulasan selengkapnya.

6. Tidak Memikirkan Ruangan yang Ramah Anak

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan saat mendesain tata letak ruangan adalah melupakan anak. Mereka seharusnya berada di ruangan atau lantai yang aman. Artinya tidak memiliki banyak perabot berbahaya, jauh dari tangga, dan beberapa bagian bangunan yang berbahaya.

Ruangan jenis ini harus dipikirkan dengan baik, apalagi Anda memang memiliki balita atau ada rencana memilikinya. Ruangan untuk anak bisa digabungkan dengan ruangan Anda atau lantai yang aman. Kalau melakukan ini Anda bisa santai saat mengawasi anak dan mereka tidak akan berisiko alami cedera.

Menghindari kesalahan:

Sejak awal mendesain sebuah ruangan, pikirkan sebuah tempat yang ramah untuk anak-anak. Meski Anda dan pasangan sudah memiliki anak cukup dewasa, ruangan bisa bermanfaat untuk tamu, saudara, atau mungkin nanti saat memiliki cucu. Jadi, tetap desain agar bisa dimodifikasi.

Ruangan yang aman untuk anak tidak perlu banyak perabotan. Asal cukup luas, aman dari permukaan tajam, ada pintu, dan jauh dari listrik sudah cukup. Apabila di masa depan Anda ingin mengubahnya, renovasi tidak akan memakan biaya yang terlalu banyak.

Baca juga: Cara Desain Kamar Tidur Anak Agar Awet Hingga Dewasa

7. Kerap Mengalokasikan Budget secara Berlebihan

Setiap orang memiliki impian memiliki rumah idaman. Oleh karena itu, saat membuat rumah dan ada budget cukup, mereka membeli apa saja yang diinginkan. Setiap ruangan harus didesain sempurna, lengkap dengan perabotan di dalamnya. Hal seperti ini sebenarnya salah karena fungsi perabot atau ruangan belum tentu maksimal.

Terlebih kalau Anda melakukannya di apartemen atau rumah yang akan dijual lagi di kemudian hari. Kemungkinan besar akan memberikan kerugian besar. Apalagi aset berupa barang-barang bisa menurun seiring dengan berjalannya waktu. Saat dijual, pembeli hanya menghargai bangunannya saja.

Menghindari kesalahan:

Ada baiknya untuk selalu memaksimalkan apa saja yang ada di dalam ruangan. Baik ruangan atau perabotan. Penataan perabotan mungkin bisa diatur ulang kalau bosan. Namun, kalau terlanjur beli apa saja, akan sulit untuk diuangkan. Oleh karena itu, pikirkan saat mendesain.

Misal Anda ingin membuat ruangan hiburan yang besar dan berisi banyak komponen multimedia. Nah, kira-kira ruangan ini bakal sering dipakai atau tidak. Selanjutnya saat membuat kamar mandi dengan desain mewah dan mahal. Kira-kira efeknya besar atau tidak saat dipakai. Kalau tidak, lebih baik pakai yang sederhana saja.

8. Hanya Memikirkan Pendapat Diri Sendiri

Kecuali Anda memang akan tinggal di dalam rumah sendirian saja, Anda tidak perlu memikirkan pendapat orang lain. Namun, kalau akan dipakai untuk keluarga besar, ada baiknya mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh setiap orang. Kadang apa yang ada di pikiran kita tidak sejalan dengan keluarga lain.

Kita ambil contoh sederhana saja, saat Anda membuat ruangan khusus untuk menyimpan barang koleksi. Menurut Anda ini sudah benar, tapi menurut keluarga lain tidak tepat. Akhirnya terjadi perdebatan setelah semua bangunan jadi dan perabot di dalamnya diisi.

Menghindari kesalahan:

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kesalahan. Pertama mengajak diskusi keluarga saat bangunan masih dalam bentuk desain. Anda bisa menghasilkan desain yang benar-benar tepat dari berbagai pendapat yang ada. Jadi, setelah jadi tidak akan ada protes atau sejenisnya.

Cara kedua adalah sering mengajak keluarga untuk melakukan survei bangunan yang sedang dibangun. Bila perlu, mereka juga diajak saat akan membeli perabotan. Terkadang pendapat dari banyak orang bisa membuat tata ruangan jadi sempurna dan minim malfungsi.

9. Banyak “Showroom” dalam Rumah

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau beberapa orang suka show off atau pamer. Itulah kenapa banyak ruangan di dalam rumah dijadikan sebagai pusat perhatian. Misal membuat banyak sekali pojok-pojok yang unik dan menarik. Dampaknya, ruangan jadi sempit.

Hal terparah yang kerap dilakukan oleh seseorang adalah membuat ruangan khusus untuk daya tarik. Misal hanya dipakai untuk menyimpan kendaraan, barang mewah, atau penghargaan yang pernah didapatkan.

Menghindari kesalahan:

Jika Anda ingin menjadi salah satu sisi bangunan untuk memamerkan sesuatu, cukup buat satu saja. Selebihnya harus diubah menjadi ruangan yang bermanfaat. Kalau semua hanya digunakan untuk pamer saja, ruangan jadi tidak fungsional dan buang-buang tempat saja.

Misal Anda ingin membuat ruangan untuk memberikan nilai estetik, desain satu saja di bagian depan. Dengan begitu, saat ada tamu yang datang dia bisa melihatnya. Selain itu, Anda bisa membuatnya di lantai bangunan tempat tamu menginap. Intinya, buat apa buat banyak-banyak kalau tidak dilihat banyak orang.

10. Pencahayaan yang Salah Tempat

Masalah pencahayaan sering luput dari perhatian banyak orang. Walhasil, semua ruangan diberi lampu yang sama. Padahal, lampu bisa dipakai sesuai kebutuhan. Misal lampu untuk sekadar bersantai, melihat televisi, beristirahat, belajar, atau bekerja.

Anda butuh lampu terang, redup, atau warna tertentu untuk menunjang aktivitas. Bayangkan kalau lampu di ruangan bekerja terlalu redup, tentu akan sangat mengganggu. Hal senada juga terjadi kalau lampu di kamar terlalu terang, padahal akan beristirahat.

Menghindari kesalahan:

Saat mendesain tata letak ruangan, perhatikan dengan baik lampu yang akan dipakai. Misal ruang keluarga, Anda bisa membuat satu lampu saja cukup. Selanjutnya lampu untuk belajar atau bekerja juga satu yang terang. Lampu di dapur bisa dibuat berlapis mulai dari redup sampai terang.

Lampu yang ada di dalam kamar tidur juga bisa berlapis. Misal saat akan tidur bisa disetel redup. Selanjutnya saat ingin membaca, bekerja, atau belajar karena malas keluar bisa dibuat lebih terang. Warna dari lampu juga bisa diatur agar sesuai dengan keinginan.

Setelah membaca berbagai kesalahan dalam mendesain tata letak di atas, apa yang Anda pikirkan? Kesalahan yang terjadi di atas hanya beberapa saja dan paling umum terjadi. Selebihnya, Anda bisa memikirkan sendiri kira-kira desain yang akan dibuat sudah sesuai atau tidak. Gunakan beberapa tips yang sudah disampaikan.

Berdasarkan pembahasan pada bagian 1 dan 2, kita bisa membuat beberapa kesimpulan. Ketika mendesain tata letak ruangan, ada baiknya untuk memikirkan hambatan, efek yang ditimbulkan, peluang memicu gangguan kesehatan, sampai gaya hidup. Jadi, buat sedetail mungkin atau konsultasi dengan desainer interior.

7 Cara Kreatif Ciptakan Desain Dapur Ala Chef Di Rumah

Dapur merupakan memiliki fungsi yang sangat penting di rumah. Selain menjadi ruangan untuk memasak dan menyimpan bahan makanan, dapur juga kerap menjadi tempat berkumpul keluarga. Faktanya, Institute for Functional Medicine di Amerika Serikat mencatat bahwa rata-rata orang dewasa menghabiskan waktu sekitar 27-72 menit di dapur setiap harinya.  Anda mungkin pernah menonton berbagai acara masak, seperti Masterchef, Iron Chef, atau Culinary Genius. Sejak muncul pada awal tahun 2000-an, acara dan kompetisi memasak semacam itu telah menjadi salah satu hiburan yang tidak pernah sepi dari penonton. Program Masterchef saja mampu menyedot lebih dari 1,5 juta pemirsa pada setiap episodenya. Jika Anda menggemari acara masak, Anda mungkin pernah membayangkan untuk memiliki desain dapur ala chef di rumah.

Penampilan dapur para chef yang rapi dan apik membuatnya tampak begitu nyaman untuk memasak. Untungnya, ada beberapa cara kreatif untuk mewujudkan keinginan tersebut! Dengan sedikit usaha dan kreativitas, dapur Anda akan terlihat lebih menarik dan nyaman laiknya dapur seorang profesional.

1. Utamakan Kualitas daripada Kuantitas


Apabila Anda gemar memasak atau melakukan eksperimen untuk membuat resep baru, Anda mungkin tergoda untuk membeli beragam macam peralatan masak. Sayangnya, cara ini dapat membuat dapur tampak lebih sesak, terutama jika ruangan tersebut tidak terlalu luas.

Supaya dapur Anda lebih rapi, pastikan untuk selalu mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Sebagai contoh, daripada membeli beberapa pisau dengan ukuran berbeda, belilah satu atau dua pisau chef multiguna. Anda tidak membutuhkan satu set pisau profesional untuk dapur di rumah.

Selain itu, pastikan peralatan yang ada di dapur adalah peralatan yang Anda gunakan secara rutin. Apabila ada benda-benda yang tidak terpakai, simpanlah di lemari agar penampilan dapur semakin bersih dan rapi.

2. Gantunglah Panci dan Wajan di atas Meja Dapur


Saat memasak, Anda pasti harus menggunakan panci atau wajan. Daripada menyimpannya di dalam lemari dapur, gantunglah panci dan wajan Anda di atas meja dapur. Cara ini akan mempermudah Anda mengambil peralatan memasak yang diperlukan, serta mempercantik dapur. Tidak sembarangan, metode ini pun sudah banyak dipraktikkan di berbagai restoran.

Namun, supaya dapur tidak terlihat sempit, pastikan langit-langit di ruangan tersebut tidak terlalu rendah. Selain itu, carilah gantungan panci atau wajan dengan corak yang pantas untuk peralatan masak di dapur.

Sebagai saran, jangan segera menggantung panci dan wajan yang baru dicuci karena airnya dapat menetes ke meja dapur. Diamkan dulu peralatan tersebut di atas rak rampai kering sebelum menggantungnya.

Baca juga: Ini Cara Menentukan Tinggi Lemari Gantung Dapur yang Pas

3. Rapikan Bumbu Masak di Dapur


Disadari atau tidak, bumbu masak kerap menjadi sumber masalah di dapur. Cara menyimpan bumbu yang asal-asalan dapat membuat dapur Anda tampak kotor meskipun sering dibersihkan. Kunci dari penyelesaian masalah ini adalah dengan mencari wadah yang tepat untuk menyimpan bumbu Anda.

Saat ini, ada berbagai macam wadah bumbu yang dijual, terutama di toko-toko daring. Supaya dapur lebih rapi dan cantik, carilah wadah yang mudah dibuka-tutup serta mudah dibersihkan. Selain itu, sebaiknya gunakanlah wadah berbahan kaca atau metal. Wadah bumbu berbahan plastik sangat mudah kotor dan mudah tumpah karena ringan. Anda juga bisa menggunakan wadah berbahan kayu solid untuk menampilkan kesan klasik di dapur.

Sebagai tambahan, jika Anda senang menyimpan banyak bumbu di dapur, sebaiknya carilah wadah transparan supaya lebih mudah menemukan bumbu yang hendak dipakai. Jika tidak, tempelkan saja sticky note pada masing-masing wadah, lalu tulis bumbu apa yang ada di dalamnya.

4. Gunakan Prinsip Segitiga Dapur


Membuat dapur tampak rapi dan terorganisir sebenarnya cukup mudah. Gunakan saja prinsip kitchen work triangle alias “segitiga dapur”. Prinsip ini dipopulerkan oleh Austin Johnson, salah satu chef ternama yang berasal dari kota New York, Amerika Serikat.

Prinsip segitiga dapur pada dasarnya merupakan konsep tata ruang yang mengharuskan Anda untuk memposisikan tempat penyimpanan makanan (kulkas), kompor, dan meja dapur (atau wastafel) dalam pola segitiga. Cara ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi ruang di dapur, serta memudahkan Anda saat memasak.

Penempatan peralatan dapur dalam pola segitiga akan memudahkan Anda bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Konsep ini pun sangat fleksibel dan bisa diterapkan baik di dapur berukuran kecil atau besar.

5. Gunakan Kompor Tanam


Hampir semua dapur chef tidak lagi menggunakan kompor gas tradisional, tetapi sudah beralih ke kompor tanam yang tampak “menyatu” dengan meja dapur. Kompor ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan kompor biasa – tidak mudah kotor, lebih hemat energi, dan lebih aman. Anda pun bisa menggunakan kompor tanam berbasis listrik supaya tidak perlu mengisi gas.

Sayangnya, harga kompor tanam memang agak mahal karena produk tersebut biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur yang jauh lebih canggih daripada kompor biasa, mulai dari pengukur temperatur masakan hingga pengaturan waktu memasak otomatis. Sebagian besar kompor tanam bahkan sudah menyertakan oven di bagian bawahnya.

Terlepas dari harganya, kompor ini adalah benda yang wajib dimiliki jika Anda ingin memiliki desain dapur ala chef di rumah. Akan tetapi, patut diingat bahwa ukuran kompor ini biasanya agak besar. Jadi, pastikan ada ruang yang cukup di dapur Anda!

6. Jaga Meja Dapur Tetap Bersih


Menjaga kebersihan dapur adalah kewajiban setiap penghuni rumah. Namun, sebaiknya berilah perhatian ekstra pada meja dapur Anda. Pastikan permukaan meja bersih dan tidak dipenuhi oleh benda-benda yang tidak penting atau jarang dipakai, seperti botol saus, tumpukan piring, atau wadah-wadah kosong.

Supaya lebih rapi, simpanlah benda-benda yang tidak dipakai di dalam lemari dapur. Pada permukaan meja desain dapur ala chef, biasanya hanya ada bumbu dan peralatan masak kecil, seperti pisau atau pemanggang roti. 

Selain itu, perhatikan juga kebersihan wastafel Anda. Jangan membiasakan diri untuk menumpuk piring kotor atau membiarkan area di sekitar wastafel basah saat tidak digunakan. Segeralah cuci peralatan makan yang baru dipakai, serta siapkan kain lap kering untuk menyeka air yang terciprat dari keran.

7. Perhatikan Penataan Warna di Dapur


Tidak bisa dipungkiri, penataan warna merupakan aspek penting dari estetika sebuah ruangan, termasuk dapur. Jika ingin dapur di rumah tampak seperti desain dapur ala chef, Anda harus memperhatikan penataan warna secara menyeluruh.

Pertama, gunakanlah warna-warna cerah, tetapi tidak mencolok pada dapur Anda. Selain bisa membuat suasana dapur lebih terang, hal ini juga bisa membuat ruangan tersebut terasa sedikit lebih lega. Pada umumnya, putih, biru, abu-abu, merah, dan kuning adalah warna yang cocok untuk dapur, tetapi Anda juga bisa memakai warna-warna pastel sebagai alternatif.

Sebagai saran, sebaiknya jangan menggunakan lebih dari 3 warna dominan supaya dapur tampak lebih rapi. Selain itu, karena dinding dapur sangat rentan terkena noda, pakailah cat atau wallpaper polos Anda Anda mudah mengganti atau mewarnai ulang bagian yang sudah tampak kotor.

10 Kesalahan Dan Tips Desain Tata Letak Ruangan (Part 1)

Membuat desain tata letak ruangan membutuhkan strategi yang matang. Anda tidak bisa sembrono menentukan ruangan atau lantai tanpa pikir panjang. Jika kesalahan sampai terjadi, perbaikan atau renovasi bisa saja terjadi. Akhirnya, Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperbaikinya.

Solusi dari berbagai kesalahan yang berujung pada renovasi adalah memikirkan segala hal dari awal. Saat akan membangun rumah atau merenovasi sebuah bangunan, perhatikan setiap detailnya. Selanjutnya,  simak juga beberapa kesalahan dalam tata letak di bawah ini.

1. Lupa Menyesuaikan Gaya Hidup

Gaya hidup memiliki peranan penting, saat akan membuat ruangan atau lantai. Misal Anda bekerja di rumah atau sengaja membuat ruangan khusus. Ruang kerja haruslah berada di lokasi yang cenderung sepi dan bebas gangguan. Kalau Anda meletakkannya di lantai satu dan dekat ruang tamu, kebisingan akan mengganggu.

Hal senada juga berlaku kalau Anda suka sekali bermain musik. Tentu tidak mau saat latihan digedor-gedor atau diminta untuk berhenti. Pemilihan ruang juga harus tepat agar sama-sama nyaman. Hal seperti ini harus dihindari agar setiap ruangan yang dibuat bisa fungsional.

Menghindari kesalahan:

Pertama-tama pikirkan gaya hidup yang sedang Anda lakukan atau akan direncanakan. Misal Anda suka membuat barang kerajinan dari kayu. Hobi ini tentu memiliki efek samping untuk rumah secara umum. Misal adanya debu yang ikut terbawa masuk ruangan sampai polusi suara.

Saat akan membuat ruangan dan tata letaknya, pikirkan hal negatif apa yang terjadi. Dengan begitu, Anda bisa mengotak-atiknya agar tetap bisa dibuat, tapi minim gangguan. Kalau Anda tidak ada gaya hidup khusus, desain ruangan bisa dibuat standar saja untuk menghindari renovasi berlebihan.

2. Efek Tata Letak Ruangan Tidak Dipikirkan

Katakanlah Anda memiliki kesenangan bermain golf atau bermain musik. Saat pergi keluar, alat yang dibawa akan besar dan cukup berat berupa tas gitar atau tas berisi pemukul bola golf. Saat pulang ke rumah, tentu Anda akan membawa alat itu ke lokasi penyimpanan semisal kamar atau gudang.

Sekarang bayangkan kalau ruangan penyimpannya ada di lantai dua atau tiga. Saat Anda sudah lelah, mau tidak mau harus naik dan turun untuk mengangkat benda yang berat. Coba kalau ruangan berupa gudang penyimpanan lokasinya di lantai satu dan dekat garasi, hal seperti ini tidak akan terjadi.

Menghindari kesalahan:

Selain memikirkan masalah yang akan muncul seperti polusi suara sampai kotoran, efek tata letak juga harus dipahami. Misal Anda tidur di lantai tiga, lalu kamar mandi hanya berada di lantai dua atau lantai satu. Kalau malam hari mendadak Anda kebelet dan masih mengantuk, kira-kira berbahaya atau tidak saat turun?

Pikirkan setiap ruangan dan kesulitan yang akan didapatkan. Kalau kesulitannya relatif ringan, misal membawa banyak belanjaan ke dapur, mungkin bisa diabaikan. Namun, kalau kesulitannya cukup berat dan bisa memicu adanya peluang cedera, lebih baik dipikirkan dengan matang.

3. Tata Letak Perabotan yang Salah

Perabotan yang dibeli harus benar-benar fungsional. Artinya, Anda tidak bisa asal beli hanya karena lapar mata. Selain itu, peletakan di dalam ruangan juga harus benar. Kalau sampai salah letak, ruangan akan kehilangan sisi estetikanya. Jadi, pastikan penataan benar dan pas. Tidak kurang atau berlebihan.

Selain memikirkan sisi estetika, Anda juga harus memperhatikan gangguan yang akan terjadi. Misal meletakkan televisi di jalur penghubungan ruangan depan dan dapur. Saat ada orang lewat di depan, tentu Anda akan terganggu saat melihat televisi. Pastikan letaknya benar dan tetap memberikan sisi estetika.

Menghindari kesalahan:

Saat akan meletakkan barang atau perabot, tanyakan beberapa hal pada diri sendiri. Kira-kira kalau diletakkan di sini akan mengganggu orang lain atau tidak, akan membuat ruangan tampak sempit atau tidak, serta pertanyaan lain. Pikirkan berbagai hal terburuk dari peletakan perabotan di dalam ruangan.

Anda harus membuat desain terlebih dahulu di atas kertas atau menggunakan aplikasi. Dengan begitu, visualisasinya akan terlihat dengan jelas. Sejak awal desain ruangan, perabot yang akan mengisinya juga harus sudah dipikirkan dengan matang.

Usahakan jangan membeli perabotan dahulu tanpa memikirkan fungsi dan letaknya. Saat mendesain rumah dan ruangannya, perabotan harus dipikirkan juga. Misal perabotannya sudah ada, ruangan harus dibuat menyesuaikan agar tata letaknya tepat.

Baca juga: 10 Trik Simple Menata Furnitur Ruangan agar Tidak Sumpek

4. Tidak Memikirkan Ruangan Penyimpanan

Setiap orang memiliki hobi yang berbeda-beda. Ada yang suka mengoleksi aneka perabotan, serta ada yang hanya membeli seperlunya saja. Apa pun jenisnya, usahakan setiap orang memiliki ruangan penyimpanan atau gudang. Fungsi dari gudang adalah tempat menyimpan banyak barang yang belum atau tidak terpakai.

Selama ini saat mendesain sebuah ruangan, beberapa orang selalu melupakan ruangan penyimpanan. Padahal storage yang cukup sangat esensial di dalam rumah. Selain dipakai untuk menyimpan apa saja. Ruangan ini juga penyelamat, kalau ruangan yang Anda miliki amburadul karena terlalu penuh.

Menghindari kesalahan:

Saat akan membuat rumah dan ingin membagi ruangannya, pikirkan ruangan penyimpanan. Ruang ini tidak harus sebesar kamar, tapi juga tidak terlalu kecil. Nantinya, tempat penyimpanan ini bisa diletakkan di lantai satu, dekat dengan garasi atau dapur agar aksesnya mudah.

Beberapa orang sering membuat custom untuk storage yang mereka miliki. Kalau terlanjur tidak ada di bangunan utama, Anda bisa membuatnya di luar. Namun, pastikan memiliki lahan cukup besar.

5. Alokasi Ruang yang Amburadul

Alokasi ruang yang akan dipakai kamar, dapur, kamar mandi, dan ruang fungsional lain harus jelas. Kita ambil contoh saat akan membangun balkon. Alokasi ruangnya tidak perlu terlalu besar karena bagian ini opsional. Sebaliknya saat akan mendesain kamar, pastikan tidak terlalu kecil.

Menghindari kesalahan:

Alokasi ruang harus jelas agar pembagiannya merata. Ruang bisa dibuat besar atau kecil sesuai kebutuhannya. Jadi, pastikan memahami masing-masing ruangan yang akan dibuat. Sebagai contoh saat akan membuat kamar. Pikirkan kira-kira perabotan apa yang akan masuk ke sana.

Misal perabotannya ada banyak, desain ruangan yang sempit tidak bisa digunakan. Hal senada juga berlaku pada ruang keluarga. Umumnya ruang keluarga besar, tapi Anda bisa membuatnya tidak terlalu besar, tapi diberi perabotan minimalis agar tidak terlihat sempit.

Pada bagian pertama, Anda sudah belajar bagaimana penataan ruangan sampai gaya hidup, memengaruhi desain tata letak ruangan. Lima poin pertama di atas, harus dipikirkan sejak awal. Jangan sembarangan memberi perabotan kalau akhirnya tidak terpakai atau membuat ruangan yang tidak fungsional.

Selanjutnya, pada pembahasan kedua, Anda akan belajar menghindari kesalahan dalam alokasi ruangan, keamanan pada anak, salah dalam budgeting, dan pencahayaan. Kira-kira dari lima poin yang sudah dibahas di atas, mana yang rawan dilakukan semua orang?

5 Pertanyaan Ini Jadi Panduan Terbaik Saat Memilih Meja Dapur

Meja dapur atau countertop memiliki peran penting untuk ruang memasak. Dari segi fungsi, Anda membutuhkannya sebagai tempat untuk menyiapkan atau menaruh masakan. Di sisi lain, meja tersebut juga dapat menjadi aksen pemanis bagi ruang dapur. Oleh karenanya, memilih countertop tidak boleh sembarangan. 

Terlebih lagi, sekarang pilihan meja untuk ruang memasak sangat beragam, mulai dari segi material hingga modelnya. Untuk itu, jawablah lima pertanyaan berikut sebagai panduan dalam memilih meja yang tepat bagi dapur Anda!

Baca juga: Tips Menata Peralatan Dapur Yang Banyak Agar Lebih Rapi

1. Seberapa Sering Anda Akan Menggunakannya


Bagian paling krusial ketika memilih sebuah meja dapur adalah menentukan seberapa sering Anda akan menggunakannya. Kebutuhan bagi mereka yang jarang memasak tentunya akan berbeda dengan Anda yang sangat suka mengeksekusi berbagai resep makanan. Terlebih lagi, jika Anda memiliki anak-anak yang sangat aktif dan suka membantu di dapur.

Artinya, Anda perlu mempertimbangkan meja yang berukuran lebih besar, serta memilih material yang tahan noda dan tidak mudah rusak. Melalui pertanyaan ini, Anda juga akan menemukan formulasi yang tepat soal tinggi ideal untuk meja tersebut. Karena penggunanya lebih dari satu orang di rumah, Anda tentu harus mempertimbangkan aspek tersebut.

2. Seberapa Besar Usaha yang Akan Anda Keluarkan untuk Merawat Meja Dapur?


Kita perlu bersikap realistis tentang seberapa besar usaha yang bersedia kita keluarkan untuk merawat meja tersebut. Hal ini karena setiap jenis countertop membutuhkan perawatan yang berbeda. Beberapa material tergolong tahan noda dan goresan, tetapi lainnya mungkin butuh perawatan ekstra untuk menjaga durabilitasnya. 

Sebagai contoh, material yang berpori seperti batu kapur, granit, dan marmer perlu di-coating ulang setidaknya setahun sekali. Untuk meja berbahan dasar kayu, Anda harus mengoles permukaannya dengan minyak khusus setidaknya dua kali dalam setahun. Maka kesimpulannya, cermati kebutuhan perawatan pada setiap jenis material countertop sebelum Anda benar-benar memilihnya. Semisal, apabila Anda jarang masak atau tidak suka bersih-bersih, sebaiknya pilih meja yang membutuhkan perawatan minim.

3. Dapur Seperti Apa yang Hendak Anda Bangun?


Setiap orang pasti memiliki konsep dapur idaman versi sendiri. Karena itu, Anda perlu mematangkan konsep desain untuk dapur. Seperti misalnya, dapur idaman Anda harus memiliki meja dengan material paling kuat dan mewah. 

Anda ingin membangun sebuah island yang cantik sebagai tempat menghidangkan makanan untuk keluarga. Dengan mengumpulkan semua informasi di atas—tentang konsep dapur idaman, Anda tentu akan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang countertop seperti apa yang cocok untuk ruang memasak Anda. 

4. Berapa Anggaran yang Anda Punya?


Harga kitchen countertop bisa sangat bervariasi, tergantung pada pemasok dan pembangunnya. Namun yang terpenting, tentukan dahulu jumlah anggaran yang Anda punya untuk mendapatkan meja tersebut. Setelah menghitungnya secara rinci, barulah cari informasi terkait harga dan biaya pemasangan untuk setiap jenis countertop yang ada di pasaran saat ini.

5. Apa Jenis Material yang Sesuai Kebutuhan Anda?


Bagi Anda yang terobsesi pada desain, estetika jadi poin yang tidak bisa diabaikan. Akan tetapi, sayang jika hanya memilih meja berdasarkan keindahannya saja, yang setelah Anda pasang ternyata tidak bisa memenuhi kebutuhan dapur Anda. Oleh karenanya, sangat penting untuk mengenali material seperti apa yang Anda butuhkan atau sesuai dengan kepribadian Anda. Pertimbangan ini tentu akan membantu Anda dalam membuat pilihan akhir yang lebih tepat.

Misalnya, Anda mungkin tertarik untuk memasang meja marmer putih, tetapi sayangnya tidak ingin repot-repot membersihkan noda di atasnya. Maka bahan alternatif untuk material itu adalah kuarsa, yang terbukti tahan lama, minim perawatan, dan harganya juga jauh lebih murah. 

Karena meja dapur merupakan salah satu investasi jangka panjang untuk ruang masak Anda, pertimbangkan secara hati-hati ya. Luangkan waktu untuk sekedar melihat-lihat referensi countertop, lalu batasi pilihan Anda dan mulai menghitung budget

Tips Mengatur Pencahayaan Ruangan Supaya Indah Dan Asri

Pencahayaan merupakan salah satu bagian penting dalam desain interior. Nuansa dan suasana dalam sebuah ruangan akan menjadi lebih indah dan asri apabila memiliki pencahayaan yang tepat. Meskipun begitu, mengatur pencahayaan ruangan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tidak hanya mengetahui tujuan dan fungsi pencahayaan, kamu juga perlu menyesuaikannya dengan fungsi ruangan.

Ingin memahami lebih lanjut tentang mengatur pencahayaan ruangan?

Yuk, simak beberapa tipsnya berikut!

Kenali Fungsi Ruangan


Setiap bangunan punya beragam ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah daftar jenis ruangan berdasarkan fungsinya.

Ruang Privat

Jenis ruang yang pertama ialah ruang privat. Ruangan ini mengutamakan privasi bagi pengguna supaya lebih nyaman dalam melakukan kegiatan di dalamnya. Pengguna ruangan ini pastinya tidak ingin terlihat ataupun terganggu oleh orang lain. Selain itu, ruangan ini umumnya tidak terlalu besar serta memiliki langit-langit yang tak begitu tinggi.

Contoh dari ruang privat, yaitu kamar tidur, studio, ruang istirahat, ruang kerja, dan ruang menyusui. Ruangan privat umumnya memiliki pencahayaan yang cukup terang. Hal ini disebabkan oleh aktivitas individu dalam ruangan yang tidak akan maksimal apabila cahaya dalam ruangan tersebut redup. Namun, ketika waktu beristirahat tiba,kamu dapat meminimalkan pencahayaan.

Ruang Publik

Sesuai dengan namanya, jenis ruangan ini difungsikan untuk publik. Ruang publik digunakan sebagai tempat berkumpulnya banyak orang sehingga memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ruangan privat. Jenis ruangan ini bisa berupa selasar luas dan luang. Beberapa contoh ruangan publik, antara lain, aula, ruang keluarga, ruang tamu, ruang makan, ruang tunggu, lapangan, taman, dan lobi.

Ruang publik harus memiliki akses yang mudah dijangkau banyak orang. Artinya, setiap orang harus bisa masuk dan keluar ruangan dengan nyaman dan praktis. Selain itu, ruangan publik umumnya memiliki ukuran pintu yang lebih besar ataupun berdaun pintu ganda. Jenis ruangan ini didukung oleh langit-langit yang tinggi dan tata ruang fleksibel.

Karena digunakan untuk umum, ruang publik harus punya pengaturan cahaya yang mumpuni. Anda dapat memanfaatkan jendela ruangan untuk mendapatkan pencahayaan alami serta menghemat listrik pada pagi hingga sore hari. Jelang matahari terbenam hingga malam hari, barulah menggunakan lampu untuk pencahayaan ruangan.

Ruang Sirkulasi

Ruang sirkulasi merupakan jenis ruang yang difungsikan sebagai penghubung dari satu ruang ke ruang lainnya. Terkadang, ruang sirkulasi dapat disatukan dengan sebuah ruangan. Biasanya jenis ruangan ini punya urutan yang logis serta memiliki pola yang mudah dimengerti pengguna. Tak hanya itu, daya tampungnya harus bisa memuat orang dalam jumlah banyak.

Walaupun hanya sebagai perantara, tata pencahayaan ruang sirkulasi harus diperhatikan dengan cermat. Cahaya ruangan ini dapat diatur redup atau terang sesuai selera atau konsep interior. Sangat dianjurkan untuk memilih penataan ruang yang senada dengan ruang-ruang lain supaya memberikan kesan bagi orang yang melewatinya.

Ruang Servis

Fungsi dari ruang servis adalah melayani fungsi ruang utama dalam bangunan. Sebagai contoh, sebuah lapangan indoor sepak bola punya ruang servis berupa ruang ganti pemain disertai kamar mandi. Adapun ruang servis dapat digunakan untuk menaruh perlengkapan atau perkakas para pemain.

Biasanya, jenis ruangan ini terletak di belakang zona utama bangunan. Begitu pula posisinya yang tidak terlalu menonjol dan dibuat agak tersembunyi. Ruangan servis harus mudah dijangkau, walaupun sirkulasinya lebih sempit. Ukurannya juga jauh lebih kecil dari ruang utama. Sama seperti ruang privat, ruang servis cenderung memberikan privasi pengguna.

Selain itu, ruang servis juga digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak boleh sampai terlihat orang lain. Jadi, penggunaan jendela besar tidak dianjurkan untuk ruangan ini. Ruang servis menggunakan ventilasi atau jendela kecil yang dekat dengan plafon ruangan. Soal pencahayaan, tentu saja jenis ruangan ini harus didukung lampu yang cukup terang.

Pahami Jenis Lampu yang Tepat


Bukan hanya pencahayaan yang perlu diperhatikan. Anda juga harus mengetahui jenis lampu seperti apa yang tepat untuk digunakan. Lampu halogen, LED, atau lampu neon kini telah hadir dengan warna-warna hangat maupun sejuk. Sesuaikan jenis lampu dengan fungsi ruangan.

Misalnya, apabila plafon tidak terlalu tinggi, hindari menggunakan lampu chandelier karena bisa berisiko terkena benturan. Lampu chandelier berdesain mewah lebih cocok untuk ruangan megah, berlangit-langit tinggi, dan digunakan untuk publik. Jika punya ruangan privat berdesain modern, tak ada salahnya mengaplikasikan lampu neon berbentuk compact yang simpel dan elegan.

Apabila dinding ruangan Anda didominasi warna-warna sejuk, sebaiknya cerahkan dengan warna-warna yang hangat. Sebaliknya, lampu bernuansa sejuk lebih direkomendasikan untuk ruangan bertema gelap.

Sesuaikan Pemilihan Warna


Penggunaan cahaya dengan warna-warna terang dapat menambah kesan menarik pada sebuah ruangan sederhana. Sebaiknya gunakan kap lampu yang agak transparan dengan warna menonjol. Nantinya, nuansa yang unik akan tampak, terutama ketika lampu dihidupkan.

Berpikir kreatif


Tambahkan pencahayaan aksen sebagai penyorot bagian-bagian tertentu ruangan. Contohnya, saat Anda ingin lebih menonjolkan koleksi lukisan atau barang antik yang dipajang dalam ruangan. Bisa juga memberikan pencahayaan dengan warna-warna unik untuk memperlihatkan tekstur tirai dan dinding. Gunakan lampu canister atau track light untuk melengkapi dan mengatur mood dalam ruangan.

Memberikan Pencahayaan pada Tangga


Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari pencahayaan tangga. Tangga merupakan bagian bangunan yang cukup berisiko, terutama saat malam hari tiba. Tambahkan lampu-lampu panjang pada setiap anak tangga atau lampu kecil di dinding sisi tangga. Ini akan menghadirkan penerangan yang memukau.

Selain itu, apabila Anda memanfaatkan ruang di bawah tangga sebagai fasilitas bangunan, pastinya pencahayaan sangat dibutuhkan. Ruang baca, rak buku, lemari penyimpanan bahan-bahan dapur, atau ruang kerja di bawah tangga harus diberi penerangan yang baik. Hal tersebut dimaksudkan supaya pengguna ruangan dapat mengakses benda-benda dengan mudah.

Memberikan Pencahayaan pada Furnitur

Penambahan lampu-lampu di bawah perabotan bukanlah untuk estetika semata. Penerangan di bagian ini akan menambahkan efek menarik pada sebuah ruangan. Semisal, Anda menggunakan lampu untuk bagian bawah meja dapur atau wastafel. Cahaya seperti ini sangat cocok untuk penerangan malam hari.

Menggunakan Task lighting


Butuh pencahayaan yang cukup untuk menemani Anda belajar atau bekerja? Pakai saja task lighting atau pencahayaan terarah. Tipe penerangan ini memberikan cahaya yang lebih banyak dibandingkan cahaya di sekitarnya. Salah satu contoh dari pencahayaan terarah adalah lampu meja. Anda dapat mengerjakan tugas kantor, membaca majalah dan surat kabar, atau melakukan kegiatan pembelajaran dengan nyaman.

Itulah beberapa tips mengatur pencahayaan ruangan yang patut dicermati. Ternyata, memang tidak bisa sembarangan dalam mengaturnya. Perlu langkah yang tepat agar desain interior menjadi semakin indah dan asri. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk Anda yang ingin memaksimalkan tampilan ruangan.

Selamat berkreasi!

Baca juga: 5 Trik Pencahayaan Rumah yang Tepat untuk Anda Nyaman

Tips Memilih Estetika Warna Ruangan Rumah yang Tepat (2)

Pada artikel bagian pertama kita sudah mendapatkan ide pemilihan warna cat dari majalah, tempat dengan desain unik, mempelajari skema warna, sampai mengumpulkan sampel warna cat. Tidak ketinggalan, Anda juga bisa menggunakan aplikasi desain baik pada ponsel atau komputer yang dimiliki. Sebagai kelanjutan dari pembahasan pertama, Anda akan diajak untuk memilih warna ruangan rumah berdasarkan kecerahan, pakaian atau kain yang banyak digunakan, serta beberapa teori porsi warna yang sangat membantu dan menarik. Semuanya akan membantu pemilihan cat agar hunian semakin nyaman serta menarik.

1. Mempertimbangkan Tingkatan Warna 


Pada bagian pertama sudah dijelaskan beberapa teori skema warna. Salah satu teori itu mengemukakan tentang skema warna monokrom. Anda akan diminta untuk memilih satu warna yang menang disukai. Misal warnanya hijau. Selanjutnya warna ini akan dipecah menjadi beberapa jenis untuk dipilih mana saja yang sesuai kebutuhan.

Umumnya warna dasar dari RGB tidak digunakan secara mentah. Itulah kenapa warna hijau tidak serta-merta langsung diaplikasikan. Ada sedikit modifikasi dari tingkat kecerahan. Akhirnya didapatkan warna hijau muda, hijau cenderung agak putih, dan hijau lain. Warna ini bisa dipilih lalu disejajarkan agar terlihat padu-padannya.

Efek monokrom ini memberikan kesan elegan kalau digunakan. Itulah kenapa kombinasi dari satu warna dan pecahannya ini cocok digunakan di ruang tamu. Selain itu kamar mandi dan kamar tidur yang cukup privat bisa juga memakainya. Namun, pemilihan warna dasarnya akan sedikit berbeda.

2. Memilih Warna yang Bisa Ditonjolkan


Nomor sebelumnya membahas pemilihan satu warna untuk dipecah. Pada pembahasan ini Anda akan mempelajari pilihan warna ruangan rumah yang akan ditonjolkan. Anda bisa memilih satu warna, bisa warna kesukaan. Selanjutnya, pilih lagi beberapa warna yang akan jadi komplemennya. Seperti teori tentang skema warna yang dibahas sedikit di bagian satu.

Anda bisa memilih warna kesukaan, semisal cokelat. Warna ini ingin ditonjolkan di beberapa ruangan. Untuk membantu warna ini agar terlihat menonjol, pilih dua warna lain yang masih memiliki unsur cokelat. Misal cokelat agak kemerahan, cokelat agak kekuningan, atau cokelat dengan campuran warna hijau. 

Usahakan warna yang dipilih masih memiliki aksen cokelat yang kuat. Dengan begitu, saat digabungkan dengan warna utama masih nyambung dengan baik. Hindari warna yang saling bertolak belakang. Hal ini akan menyulitkan highlight warna di satu tempat saja. 

3. Inspirasi Warna Pakaian dan Kain yang Sering Digunakan


Inspirasi pemilihan warna bisa berasal dari mana saja. Salah satunya adalah pakaian yang sering Anda gunakan. Disadari atau tidak, pasti ada satu atau dua warna yang sering digunakan. Anda bisa menggunakan hal itu untuk inspirasi warna ruangan rumah. Coba cari pakaian mana yang sering dipakai dan ketahui warnanya.

Selain pakaian, lihat kain atau fabric yang sering dipakai. Misal kain pada sofa, gorden, atau furniture lain di rumah. Pemilihan warna dengan cara ini tentu tidak bisa dilakukan di semua ruangan. Anda harus memilihnya di beberapa tempat yang ruangnya tidak besar. Misal kamar tidur atau ruang kerja.

4. Black & White


Tahukah Anda kalau hitam dan putih adalah kombinasi yang sangat menarik. Bahkan, bisa dibilang kombinasi ini sangat abadi. Anda bisa menggunakan warna ini untuk tempat atau ruangan yang membutuhkan kesan sederhana seperti kamar mandi atau ruang makan. Black and white bisa dipakai sebagai warna utama atau aksen.

Selama ini banyak yang bilang kalau warna putih dan hitam cenderung monoton. Oleh karena itu, dalam pemilihan cat, jarang sekali dipilih. Padahal ada banyak sekali kelebihan yang diberikan. Salah satunya adalah efek netral yang diberikan. Efeknya cukup besar kalau dipakai dalam porsi tepat.

Misal Anda enggan menggunakan kombinasi warna hitam dan putih. Gunakan saja salah satunya. Misal hitam atau putih saja. Warna ini kalau digabungkan dengan warna lain yang tidak terkait, bisa memberikan efek highlight. Itulah kenapa banyak sekali barang menggunakan warna hitam dan dikombinasikan dengan warna lain.

5. Menggabungkan Kesan Hangat dan Dingin


Pemilihan warna ruangan rumah dilakukan dengan benar agar memberikan efek yang besar pada penggunanya. Kalau Anda ingin memberikan kesan nyaman, gabungan warna yang cenderung hangat dan dingin menjadi satu. Penggabungan ini memberikan efek yang besar di beberapa ruangan khususnya kamar tidur atau area untuk santai lain.

Lantas warna yang cenderung memberikan efek hangat itu yang seperti apa? Warna hangat bisa berupa warna dengan kombinasi warna merah. Misal campur merah dan kuning yang membentuk oranye. Warna seperti ini memberikan kesan hangat. 

Cokelat bercampur kuning juga bisa digunakan. Cari warna dari color wheel yang memberikan kesan nyaman kalau ingin pilihan yang lebih banyak. Selanjutnya warna yang memberikan efek dingin terdiri dari biru, hijau, atau putih. Anda tidak disarankan memakai warna dasarnya saja, misal hanya biru saja. 

Usahakan warna dikombinasikan atau dimodifikasi kecerahannya. Dengan begitu, warna tidak terlalu mencolok dan bisa digabungkan dengan warna yang beraksen hangat.

7. Menggunakan Kombinasi Tiga Warna Vertikal


Beberapa poin di atas kita sudah membahas kombinasi warna yang jumlahnya tiga. Ada yang berdekatan satu dengan lain dan ada yang tidak. Nah, kombinasi itu bisa digunakan dengan pola apa pun. Namun, khusus pada pembahasan ini warna harus saling bersambung secara vertikal. Dari atas ke bawah ada gradasi warna yang halus.

Maksud dari gradasi dari atas ke bawah adalah gradasi dari lantai, tembok, dan area atap. Gradasi ini akan memberikan efek nyaman dan sangat estetik. Misal Anda memilih warna biru, bagian lantai harus tua lalu lanjut ke atas jadi lebih muda. Sekilas konsep monokrom juga diterapkan di sini dengan baik. Hanya saja, pengaplikasiannya lebih teknis lagi.

Karena menggunakan gradasi secara vertikal, pemilihan warna tidak boleh sembarangan. Pertama, warna dipilih bersamaan dengan keramik dan juga atap. Penyesuaian dari awal akan memudahkan Anda dalam melakukan kombinasi warna. Biasanya bagian lantai atau keramik dipilih dahulu. Hal ini dilakukan karena sulit melakukan custom. 

Selanjutnya barulah menyesuaikan warna tembok dan atap. Anda bisa membawa contoh warna untuk dibuat versi lebih muda di toko cat.

Setelah membaca artikel bagian pertama dan kedua, kita bisa membuat kesimpulan kalau pemilihan warna ruangan rumah sama sekali tidak mudah. Ada banyak faktor atau elemen yang harus diperhatikan dengan baik. Anda tidak harus menggunakan teori warna atau sejenisnya. Selama warna yang dipilih tidak mencolok dan berlebihan, cat mudah diaplikasikan.

Apabila dengan cara di atas Anda tetap tidak yakin atau tidak ada waktu melakukannya. Coba lakukan konsultasi dengan desainer interior. Meski harus berbayar, setidaknya Anda bisa dengan mudah mengungkapkan apa yang diinginkan. Selanjutnya, warna bisa dipilihkan, lalu Anda melakukan verifikasi.

Tahukah Kamu Prinsip dan Manfaat dari Fengshui Rumah?

Fengshui merupakan sebuah pseudosains atau ilmu semu yang berkembang di Cina sejak 4000 tahun sebelum masehi. Ilmu Fengshui rumah bisa memengaruhi bagaimana energi atau chi mengalir di dalam rumah dan kehidupan para penghuninya.

Secara bahasa, fengshui berarti ‘air dan angin’ yang merupakan dua elemen yang ada di bumi. Jika dilihat dari sejarahnya, dulu fengshui banyak digunakan untuk bangunan-bangunan khusus seperti makam. Namun belakangan penggunaannya di dalam rumah semakin populer.

Prinsip Fengshui Rumah


Sebenarnya, tidak diperlukan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip fengshui untuk bisa menerapkannya di rumah Anda. Katakanlah Anda percaya pada energi universal yang mengalir melalui semua komponen yang ada di sekitar Anda. Dengan menggunakan prinsip fengshui, Anda bisa merombak atau mendekorasi ulang rumah Anda.

Meski begitu, ada 8 prinsip dasar dalam fengshui rumah yang perlu diketahui agar Anda lebih mudah menerapkannya. Apa saja?

1. Mengidentifikasi Area Mana yang Ingin Diubah

Mengidentifikasi area yang menurut Anda paling penting memang sangat membantu. Contohnya saja Anda mungkin merasa lebih nyaman berada di dapur dan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di sana. Akibatnya, Anda jadi mengabaikan ruangan lain seperti kamar tidur, kamar mandi dan ruangan lain. 

Mengapa ini tidak boleh dilakukan? Dalam fengshui, rumah itu diibaratkan sebagai makhluk utuh di mana setiap bagiannya saling terhubung secara rumit satu sama lain. Mengabaikan ruangan-ruangan tertentu secara cepat atau lambat akan membuatnya menyebarkan energi negatif ke bagian rumah yang lain.

2. Buat Rencana dan Daftar Prioritas

Buat rencana dan daftar prioritas tentang hal apa saja yang ingin Anda terapkan agar rumah Anda semakin dekat dengan yang Anda impikan. Ketahuilah bahwa niat yang kuat dan ketekunan yang cukup akan menciptakan rumah harmonis dengan energi positif untuk dinikmati oleh seluruh penghuninya.

3. Perhatikan Pintu

Pintu merupakan salah satu komponen yang krusial dalam penerapan fengshui rumah. Warna pintu depan, posisi pintu hingga penempatan tangga rumah dapat memengaruhi aliran energi di dalam rumah Anda. Misalnya saja Anda memiliki tangga yang langsung berhadapan dengan pintu depan, bagaimana caranya energi bisa mengalir ke seluruh rumah?

Pintu juga berkaitan erat dengan cara Anda memposisikan diri dalam kehidupan. Tempat tidur misalnya, mewakili diri Anda. Kompor mewakili kekayaan Anda dan meja kerja mewakili karir Anda. Ketika Anda berada di dalam ruang-ruang ini, pastikan Anda dapat melihat langsung pintu tanpa harus berada sejajar dengannya. Dengan prinsip ini, Anda berada dalam posisi memerintah yang artinya Andalah yang memegang kendali atas hidup Anda. Anda berada dalam posisi untuk menerima energi positif dan peluang terbaik.

4. Hilangkan Rintangan yang Menghalangi Jalan Anda

Perhatikan dengan baik jalan yang Anda lalui sehari-hari. Saat Anda bangun dari tidur, hendak ke kamar mandi, dapur atau ruangan lainnya. Pastikan Anda bisa melewatinya dengan lancar tanpa hambatan. Lampu yang berkedip dan mengganggu pandangan atau lemari pakaian yang penuh dengan baju yang sudah tidak muat lagi akan memegaruhi diri Anda. Seperti plak dalam arteri jantung, jika dibiarkan masalah-masalah kecil ini akan menumpuk dan menjadi masalah besar.

5. Ciptakan Ruang

Alih-alih tentang menghilangkan kekacauan, prinsip fengshui rumah justru lebih dekat dengan konsep menciptakan ruang.  Bagaimana caranya Anda membuat hidup Anda terasa lebih luas? Mulailah dengan segala sesuatu yang berbentuk fisik. Temukan laci, lemari atau tempat penyimpanan apapun dan lepaskanlah apa yang tidak Anda perlukan lagi. Ketika Anda melepaskan sesuatu, Anda menciptakan ruang untuk mengundang sesuatu yang baru dan lebih fresh. Kalaupun ruang jadi terisi, Anda tidak perlu menyalahkan diri. Ingat, hidup ini dinamis dan pasti akan ada yang berubah nantinya.

7. Tumbuhan untuk Membawa Energi Kehidupan

Dalam fengshui, tanaman adalah wujud dari energi kehidupan. Artinya, tanaman yang ada di sekitar akan menghubungkan kita dengan alam dan membawa semangat ke rumah Anda. Tanaman juga berhubungan erat dengan kesegaran dan vitalitas.

Yang paling penting untuk diingat adalah Anda sebaiknya menemukan tanaman yang bisa Anda rawat dan simpan di dalam rumah. Pertimbangkan kondisi pencahayaan. Jika Anda masih baru dalam urusan tanaman, cobalah memilih jenis yang mudah dirawat seperti pothos.

8. Jangan Lupa Berterima Kasih

Hal yang tidak kalah penting adalah jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada rumah Anda. Fengshui merupakan kepercayaan bahwa semua yang ada adalah sesuatu yang hidup, termasuk rumah kita. Energi yang ada pada diri kita, juga mengalir di dalam rumah. Rumah adalah tempat tinggal, tempat beristirahat, makan dan melakukan berbagai perayaan. Jangan lupa ucapkan terima kasih dengan penuh rendah hati agar aliran positif di dalam rumah tetap terjaga.

Manfaat Fengshui Rumah


Popularitas fengshui di kalangan para desainer ternyata terjadi karena beberapa manfaat yang ditawarkannya. Apa saja?

1. Meningkatkan Kualitas Hubungan

Hubungan apapun dapat ditingkatkan kualitasnya dengan penerapan fengshui. Entah itu tentang kemampuan Anda dalam menarik pasangan hingga mempertahankan hubungan yang sudah ada. Langkah pertama untuk membuat hubungan Anda dengan orang lain semakin baik adalah dengan menciptakan ruang yang layak. Anda bisa melakukannya dengan membeli barang-barang berpasangan hingga memasang dua nightstand di tempat tidur. Ini akan memberikan energi yang membuat rumah terasa nyaman ditinggali dengan orang lain.

2. Kondisi Kesehatan Secara Umum

Kesehatan juga merupakan salah satu target penting dari penerapan fengshui. Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan diri Anda adalah dengan menciptakan kamar tidur yang nyaman. Masukkan apa saja yang bisa membuat tidur Anda semakin nyaman. Mulai dari tirai gelap, ranjang yang empuk hingga aksesoris pendukung.

3. Menyingkirkan Energi Buruk

Membersihkan rumah juga bisa dilakukan dengan fengshui. Menghilangkan energi yang tidak diinginkan dari dalam rumah dapat membuat chi Anda berkembang. Energi negatif cenderung menurunkan getaran dalam ruangan dan menghambat kita untuk mendapatkan manfaat dari energi positif.

4. Membawa Kesuksesan

Tidak hanya untuk rumah, bisnis juga konon bisa semakin sukses dengan fengshui. Bahkan perusahaan-perusahaan besar seperti Disney dan Nike menggunakan konsep fengshui untuk keuangan dan kesuksesan bisnis mereka. 

5. Sebagai Perlindungan

Seperti halnya fengshui yang dapat meningkatkan energi baik, energi buruk dan nasib berbahaya juga bisa dihentikan dengan menggunakan fengshui. Salah satu caranya adalah dengan memerhatikan bagaimana energi mengalir ke rumah Anda dari pintu masuk.

Jika ditilik kembali, fengshui rumah sebenarnya masih memiliki banyak manfaat yang bahkan tidak terbatas jumlahnya. Dengan memahami konsep serta manfaat penerapan fengshui di dalam rumah, Anda bisa lebih mudah mewujudkannya sendiri dalam hunian Anda. Tertarik mencoba untuk menggunakan fengshui saat membangun rumah masa depan Anda nanti?

Baca juga: Ini Bagian Rumah Pembawa Hoki Berdasarkan Ilmu Fengshui

Super Mudah! Ini 6 Cara Memilih Furniture untuk Rumah Anda

Memilih furniture memang kegiatan yang menyenangkan. Namun, tidak jarang aktivitas ini malah membuat seseorang frustrasi karena kurang memahami cara memilih furniture rumah yang tepat dan sesuai untuk rumah mereka. Rumah merupakan tempat yang harus rajin dirawat dan ditata rapi supaya nyaman ditinggali. Sebuah kebanggaan ketika Anda bisa membuat tampilan rumah tampak memukau. Sayangnya, mendesain rumah dengan furnitur menarik bukanlah hal yang mudah.

Sering menjelajahi internet untuk mencari tahu desain seperti apa yang pas untuk rumah? Apakah Anda seorang minimalis? Pencinta gaya bohemian? Penggemar gaya abad pertengahan bercampur modern? Bukan di antara yang telah disebutkan? Anda bisa jadi masih kesulitan dalam mengetahui gaya seperti apa yang paling sesuai dengan kediaman.

Kabar baiknya, tidak ada cara yang keliru dalam mendesain rumah. Namun, sangat perlu untuk mengetahui langkah-langkahnya. Kali ini kami akan merangkum 6 tips mudah cara memilih furniture yang akan mewujudkan istana impian Anda.

1. Awali dengan Pemilihan Suasana


Pertama-tama, Anda perlu bertanya pada diri sendiri tentang suasana seperti apa yang ingin dirasakan dalam sebuah ruangan. Apakah kenyamanan dalam kamar tidur? Rasa santai di ruang tamu? Rasa penuh semangat dalam dapur? Setiap perasaan tersebut memiliki bentuk, tekstur, dan warna masing-masing. Dengan mencari tahu hal tersebut, Anda dapat mempersempit inspirasi desain yang akan dipilih.

Setelah itu, langkah selanjutnya ialah menentukan furniture yang mampu membangun mood sesuai keinginan. Jika berniat menciptakan ruang tamu yang santai dan terkesan “hidup”, pilihlah furniture berbahan lembut, warna hangat, dan lampu bernuansa tenang.

Sementara itu, apabila ingin membuat kesan minimalis dan luang, gunakan furniture berwarna simpel dan berbentuk tegas. Lengkapi ruangan dengan bahan marmer atau logam untuk menambah kesan menarik tanpa membuat ruangan tampak sesak.

Ingin menata ruang tamu dengan gaya timeless? Cobalah pikirkan desain seperti apa yang sekiranya membuat Anda nyaman untuk singgah di ruangan tersebut dalam waktu yang lama. Tempatkan furniture yang mampu mendorong keluarga untuk duduk, relaks, dan bersantai. Jauhkan furniture yang memberi kesan sumpek atau formal. Nah, solusinya adalah menambahkan furniture yang nyaman dengan kombinasi warna lembut.

2. Letakkan Furniture di Sekitar Objek Utama Ruangan


Tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kesempurnaan dalam segala hal. Sebaiknya fokuslah mencari furniture yang benar-benar Anda sukai. Sebagai contoh, jika menyukai karpet berbahan lembut atau sofa empuk berwarna unik, jadikanlah sebagai fokus utama ruangan. Kemudian, desain sesuka hati untuk menemani furniture favorit tersebut.

Dengan demikian, akan semakin mudah menemukan furniture dan aksesori yang cocok dengan warna dan mood dari objek utama ruangan. Sederhananya, jika sofa sebagai fokus utama memiliki gaya klasik, tambahkan beberapa furniture bernuansa abad pertengahan untuk mengelilinginya. Semisal, perabot berbahan kayu jati atau lukisan modern art.

Ingin coba inspirasi lain? Jadikan sofa berbahan kulit sebagai objek utama. Kemudian, lengkapi suasana dan warna ruangan dengan lukisan bertema misterius. Adapun warna netral, bantal sofa bercorak bogolan, pola batu bata, dan tanaman hijau yang dapat menjadi sentuhan elok pada ruangan.

3. Mainkan Warna dan Pola


Warna sangat berarti bagi desain ruang. Tidak hanya memberikan nuansa tertentu, tetapi juga menambah aksen pada furniture yang telah ada. Rencanakan paduan warna yang pas dalam ruangan untuk menyuguhkan suasana sesuai selera.

Kombinasikan warna-warna netral seperti putih, cokelat, dan krem dengan warna-warna cerah ala abad pertengahan. Warna hangat seperti oranye, merah, dan kuning memberikan rasa nyaman dan personal. Sementara itu, warna sejuk seperti biru dan hijau menambahkan kesan tenang dalam ruang.

Cermat soal pemilihan warna memang langkah yang tepat untuk memaksimalkan tampilan ruangan. Namun, jangan pusing-pusing dalam mengombinasikannya. Sebagai contoh, kursi beraksen merah mudah sebaiknya dipadukan dengan warna monokrom agar lebih seimbang. Mau tampilan yang lebih berani? Anda dapat mencari furniture atau aksesori dengan warna kontras seperti kuning, hijau, dan pirus.

Ada tips bagi Anda yang ingin menggabungkan warna sendiri. Perhatikan roda palet warna dan pilih salah satu yang paling disukai. Kemudian, padukan dengan warna yang ada di seberangnya. Contohnya, biru dengan jingga atau merah dengan hijau yang dikenal sebagai warna komplementer. Ketika warna-warna tersebut digabungkan maka akan menciptakan warna kontras yang menarik.

Tips lainnya adalah menggunakan palette triadic. Pilih tiga warna senada yang ada dalam palet, misalnya, hijau, ungu, dan jingga. Metode ini lebih seimbang dan harmonis dibandingkan palet warna komplementer yang kontras. Lalu, bagaimana cara memperoleh inspirasi palet warna yang tepat? Anda dapat mengakses situs-situs seperti ColourLovers.

Coba juga memainkan warna-warna unik dengan furnitur berteksture berbeda. Warna merah jambu, persik, dan pirus yang disandingkan dengan warna kayu kontras dapat menambahkan kesan yang mendalam. Bereksperimenlah hingga memperoleh hasil yang diinginkan.

Jangan takut juga dalam mengombinasikan pola-pola. Beragam pola bisa cocok satu sama lain, sama halnya dengan paduan warna. Sebagai contoh, gabungkan karpet rajutan ala Mali berwarna abu-abu tua dengan bantal rajut berpola eyelet ala Bamba.

4. Pilih Ukuran Furniture yang Pas


Perhatikan ruangan dalam tempat tinggal Anda. Apakah sempit atau luas? Jika rumah punya ruang-ruang kecil, sebaiknya pilih furniture berukuran kecil atau sedang. Jangan sampai memaksakan furniture berukuran besar dalam hunian minimalis karena hanya akan menciptakan kesan sumpek pada ruangan. Selain itu, membeli furniture besar yang tidak sesuai dengan kebutuhan malah membuat budget terkuras.

5. Pilihlah Bahan Berkualitas dan Tahan Lama


Beragam bahan furniture tersebar di pasaran. Salah satu yang berkualitas dan awet adalah kayu. Tidak hanya memberikan nuansa alami, bahan kayu pun punya daya tahan yang lebih baik ketimbang kayu partikel atau aluminium. Pastikan furniture yang dipilih telah dilengkapi bahan pelapis yang baik. Misalnya, bahan kayu yang telah dipernis tahan terhadap kotoran, mudah dirawat, serta memiliki kualitas warna yang apik.

6. Perhatikan Anggaran Belanja


Pilihan furniture memang menarik dan membuat Anda ingin memborong dalam jumlah banyak. Namun, tetap perhatikan kebutuhan prioritas serta anggaran yang dimiliki. Bukan berarti menghemat dengan membeli barang murahan yang cepat rusak.

Tetap utamakan kualitas, termasuk memastikan bahwa biaya perawatan furniture tak menguras kantong Anda di kemudian hari. Jika tidak bisa membeli banyak barang sekaligus, tidak ada salahnya bersabar dan membeli satu per satu.

Demikian pembahasan tentang 6 cara memilih furniture untuk rumah anda. Tanpa adanya furniture dan aksesori yang tepat, sebuah ruangan tidak akan bisa menampilkan kesan serta suasana yang pas. Permainan warna dan objek fokus pun amat berpengaruh pada estetika. Pastikan bahwa Anda melakukan perencanaan yang matang sebelum membeli dan mengaplikasikan furniture agar tidak rugi.

Ga Ribet! Ini 7 Cara Jitu Desain Kamar Tidur Minimalis Modern

Kamar tidur bukan sekadar ruangan tempat Anda beristirahat; dengan desain dan penataan yang baik, Anda bisa mengubah kamar menjadi area yang menyenangkan untuk menghabiskan hari libur atau bersantai bersama keluarga. Dalam beberapa tahun terakhir, desain kamar tidur minimalis modern sangat digemari karena fleksibilitasnya. Sudah bukan rahasia bahwa ruangan bergaya minimalis jauh lebih mudah diatur, serta lebih sedap dipandang karena memiliki nilai estetika yang tinggi.

Apabila Anda berniat membangun kamar tidur, atau bosan dengan desain kamar tidur yang itu-itu saja, bacalah 7 cara jitu di bawah ini untuk mewujudkan rancangan kamar tidur minimalis modern yang tidak hanya indah, tetapi juga nyaman!

1. Perhatikan Pengaturan Warna di Kamar Tidur


Warna memiliki peran penting untuk mewujudkan desain kamar tidur idaman. Tentu saja, ada beragam faktor yang memengaruhi efektivitas warna dalam kaidah desain, misalnya pencahayaan, tata ruang, dan keselarasan warna dengan tema yang ingin Anda tampilkan. Dengan kata lain, mewarnai ruangan dengan apik belum tentu membuatnya tampak modern.

Untuk mempermudah Anda, cobalah menggunakan rasio yang yang sering dipakai oleh para dekorator profesional, yaitu rasio 60:30:10. Berikut penjelasannya:

  • Warna dominan dipakai sebanyak 60% pada benda-benda besar, mulai dari tembok hingga furnitur.
  • Warna sekunder dipakai sebanyak 30% pada benda berukuran sedang (korden, furnitur kecil, ranjang)
  • Warna tambahan dipakai sebanyak 10% pada benda-benda kecil, seperti seprai, sarung bantal, atau hiasan kecil)

Namun, sekalipun Anda bebas menggunakan warna apa saja, jika ingin menampilkan kesan minimalis-modern, pilihlah kombinasi warna yang cerah, tetapi tidak mencolok (misalnya putih-kuning muda-abu-abu atau warna-warna pastel).

2. Gunakan Ranjang yang Bagus


Ranjang merupakan furnitur utama di kamar tidur yang tidak boleh disepelekan. Pilihlah ranjang yang tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga enak dipandang dan sesuai dengan tema ruangan secara keseluruhan. 

Tentu saja, Anda tidak harus membeli ranjang berharga fantastis; carilah ranjang yang kokoh dan sesuai dengan konsep dekorasi ruangan. Selain itu, pastikan ranjang dan kasur dibersihkan secara rutin. Sebagus apapun desain ruangan yang Anda buat, seprai yang kotor dan bantal yang tidak teratur tentu akan mengurangi estetika kamar tidur.

Sebagai saran, carilah bantal dan seprai berbahan lembut dengan warna solid. Konsep minimalis-modern biasanya lekat dengan warna-warna yang solid tanpa hiasan atau gambar warna-warni yang mencolok.

3. Pastikan Kamar Tidur Mendapat Cahaya yang Cukup


Pencahayaan tidak kalah penting dengan tata ruang kamar tidur. Dengan pencahayaan yang baik, kamar tidak hanya terang, tetapi juga sedap dipandang. Selain itu, cahaya memiliki peran penting untuk melengkapi penggunaan warna di dalam ruangan.

Anda bisa memeroleh cahaya secara alami (misalnya memasang jendela besar) atau menggunakan sumber cahaya artifisial seperti lampu tidur atau lampung tempel. Apapun pilihannya, pastikan Anda memiliki setidaknya tiga sumber pencahayaan di kamar: lampu tidur di sebelah ranjang, lampu utama di langit-langit, dan jendela yang menghadap langsung ke ranjang agar seluruh ruangan terkena cahaya di siang hari.

Catatlah bahwa pencahayaan alami adalah pilihan terbaik. Selain bisa menerangi kamar, sinar matahari juga mampu mencegah tumbuhnya jamur di dinding dan membuat ruangan tidak terasa lembap.

4. Beri Sentuhan Artistik


Seperti yang sudah disebutkan di atas, kamar tidur sejatinya tidak hanya bisa dipakai sebagai tempat beristirahat, tetapi juga tempat untuk berkumpul atau menikmati waktu santai Anda. Oleh sebab itu, supaya lebih nyaman, berikanlah sedikit sentuhan artistik sesuai tema yang diusung.

Memberi sentuhan artistik tidak berarti Anda boleh memajang hiasan asal-asalan – carilah dekorasi yang bisa memberikan karakter unik pada desain kamar Anda. Tidak usah berpikir terlalu keras; vas bunga, pigura foto, lukisan kecil, dan jam dinding adalah beberapa contoh hiasan yang bisa digunakan di berbagai jenis konsep desain, termasuk minimalis modern.

Intinya, buatlah ruangan yang tidak hanya nyaman ditempati, tetapi juga menonjolkan karakter diri Anda. Dengan demikian, Anda pasti betah berlama-lama di kamar tidur!

5. Perhatikan Tata Ruang Kamar Tidur


Pengaturan tata ruang kamar harus dipikirkan matang-matang karena mengubah posisi furnitur di dalam kamar bukan perkara mudah, apalagi jika Anda senang meletakkan benda-benda berat di dalam kamar tidur seperti lemari kayu atau meja rias.

Jika ingin menampilkan desain minimalis-modern, Anda sebaiknya membatasi jumlah dan ukuran furnitur di dalam kamar. Anda pun perlu menjaga agar jarak antar furnitur tidak terlalu rapat. Dengan kata lain, buatlah kamar tampak lega dan terang.

Ada beberapa tips tata ruang yang bisa Anda praktikkan. Pertama, pasanglah cermin yang besar di dinding atau pintu lemari. Cermin dapat memberikan ilusi bahwa ruangan yang Anda tempati lebih besar daripada aslinya. 

Kedua, cobalah untuk memosisikan ranjang dekat jendela atau di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Cara ini sangat bermanfaat untuk menjaga agar seprai dan kasur tidak mudah lembap dan berbau apek, terutama jika Anda terbiasa tidur dengan pendingin ruangan yang menyala semalaman.

6. Simpan Barang-Barang Anda di Tempat Tertutup


Konsep minimalis-modern biasanya lekat dengan tampilan yang polos dan sederhana, tetapi tetap tampak menawan. Hal ini berarti Anda tidak boleh sembarangan meletakkan barang-barang di kamar.

Jangan menggantung baju di belakang pintu atau di dinding. Namun, sediakanlah lemari pakaian yang cukup untuk menampung pakaian yang hendak digunakan kembali. Jangan menumpuk pakaian kotor di dalam kamar karena dapat menyebabkan bau tak sedap dan mengacaukan suasana kamar tidur Anda.

Selain lemari pakaian, Anda juga memerlukan ruang untuk menyimpan benda-benda kecil yang tampak sepele, tetapi bisa membuat kamar terlihat tidak rapi – seperti jam tangan, perhiasan, surat-surat, atau riasan wajah.

Membiasakan diri menyimpan barang di kamar secara rapi tidak hanya membuat kamar tampak lebih apik, tetapi juga memudahkan Anda saat mencari benda yang diperlukan.

7. Jaga Kebersihan Kamar Tidur Anda


Bersih pangkal sehat – tak cuma itu, kebersihan juga dapat menjaga keindahan ruangan-ruangan rumah Anda, termasuk kamar tidur. Untuk memastikan kebersihan kamar, gantilah seprai minimal sekali dalam seminggu. Jika ingin mempertahankan penampilan kamar, Anda mungkin perlu membeli 2-3 seprai dengan motif yang sama sebagai cadangan.

Jangan lupa untuk menyapu dan mengepel lantai secara rutin. Meskipun kamar jarang dibuka atau tidak tampak kotor, sapulah lantainya setiap hari supaya benar-benar bersih. 

Desain minimalis-modern yang mengutamakan kesederhanaan tidak ada artinya jika kamar Anda tampak kotor dan berbau tidak sedap. Sebagai saran, pasanglah pengharum ruangan di sudut kamar untuk menjaga ruangan tersebut tetap nyaman dan wangi sepanjang waktu.

Demikianlah beberapa tips untuk membuat desain kamar tidur minimalis modern. Perlu diingat bahwa jenis desain ini sangat fleksibel. Jadi, tidak perlu sungkan untuk memasukkan elemen-elemen lain yang bisa mempercantik kamar tidur Anda.

Selamat berkreasi!

7 Tips Sederhana Ini Bantu Wujudkan Dapur Impian Kamu!

Memiliki dapur impian di rumah merupakan salah satu mimpi yang ingin dicapai oleh penghuninya. Ruangan ini pada dasarnya berfungsi sebagai tempat memasak dan menyimpan makanan. Namun, seiring perkembangan zaman, dapur juga dianggap sebagai salah satu elemen yang bisa menambah nilai estetika sebuah hunian.

Terlepas dari nilai estetika dapur, sangat penting untuk membuat desain yang tidak hanya rapi dan indah, tetapi juga fungsional. Kunci untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mencari konsep yang sesuai dengan penataan rumah sambil membuat daftar perlengkapan yang dibutuhkan di dapur.

Sayangnya, renovasi atau penataan dapur sering kali memakan biaya yang tidak sedikit, terutama jika Anda ingin mengganti keseluruhan konsep. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memikirkan matang-matang urgensi penataan ulang dapur Anda.

Jika Anda benad-benar ingin membangun dapur baru atau merenovasi dapur di rumah, ada beberapa tips sederhana untuk mewujudkannya. Dengan pola pikir yang tepat, serta perencanaan yang matang, Anda seharusnya tidak perlu melakukan renovasi besar-besaran untuk membangun dapur impian!

1. Atur Pencahayaan


Cahaya merupakan elemen spesial dalam ilmu penataan ruang. Pencahayaan yang baik bisa membuat dapur Anda tampak lebih menarik dan luas, serta membuatnya lebih aman karena Anda bisa melihat benda-benda di dapur dengan lebih jelas. Hal ini pun memiliki manfaat fungsional, misalnya saat Anda memotong bahan makanan menggunakan pisau atau saat memasak sesuatu yang mudah gosong.

Pencahayaan di dapur bergantung pada luas dan fungsi ruangan tersebut. Apakah Anda menggunakan dapur hanya untuk memasak? Atau Anda juga menjadikan dapur sebagai tempat bersantap bersama keluarga?

Perlu dicatat bahwa pencahayaan di dalam ruangan tidak hanya dipengaruhi dari lampu atau sumber cahaya, tetapi juga dari warna dan tata letak ruangan. Baca terus artikel ini untuk memaksimalkan kedua aspek tersebut.

2. Pilih Sumber Cahaya yang Tepat


Untuk dapur dengan fungsi konvensional (hanya dipakai untuk memasak), pakailah lampu bercahaya putih yang tidak menyilaukan, seperti lampu LED. Posisi lampu bisa disesuaikan dengan bentuk ruangan. Namun, jika memungkinkan, pasanglah lampu tepat di tengah ruangan atau di langit-langit atas kompor. 

Apabila memungkinkan, pastikan dapur Anda memiliki jendela yang bisa dibuka-tutup. Selain bisa menerangi dapur di siang hari, jendela juga bisa menghilangkan bau yang menumpuk di dapur dan mencegah munculnya jamur.

Jika Anda menyatukan dapur dan ruang makan, sebaiknya sediakan sumber cahaya yang terpisah. Pasanglah lampu LED di langit-langit dekat peralatan makan, lalu berikan pencahayaan tambahan di sekitar meja makan. Anda bisa menggunakan gantungan lampu untuk memperoleh hasil yang lebih apik.

3. Pakailah Konsep “Segitiga Dapur”


The Kitchen Work Triangle” alias segitiga dapur adalah konsep untuk memosisikan kulkas, wastafel, dan kompor sedemikian rupa agar membentuk pola segitiga. Posisi ini disinyalir merupakan cara terbaik untuk membuat kerja di dapur lebih efisien.

Konsep ini sejatinya bisa diaplikasikan di dapur dengan tema apa pun, mulai dari dapur minimalis hingga dapur bergaya modern. Anda hanya perlu memastikan pola segitiga yang dibuat bersih dan sesuai dengan layout ruangan.

Pengaturan sederhana seperti ini dapat membuat Anda lebih nyaman bekerja di dapur tanpa perlu mengubah atau merenovasi dapur dengan biaya tinggi. Jika dipadukan dengan pencahayaan yang baik dan pengaturan warna yang elegan, cara ini bisa membuat dapur tampak mewah, lho!

4. Maksimalkan Lokasi Duduk dan Penataan Meja Makan


Khusus bagi Anda yang menjadikan dapur impian anda sebagai ruang makan bersama keluarga, penataan meja makan dan lokasi duduk di dapur harus diperhatikan dengan baik. Dengan pengaturan yang baik, dapur akan tampak lebih luas dan terasa lebih nyaman sebagai tempat berkumpul.

Konsep penataan ruang dapur yang baik berhubungan dengan “segitiga dapur” yang telah dibahas di paragraf sebelumnya; pastikan meja makan atau tempat duduk di dapur tidak menghalangi bentuk segitiga imajiner yang terdiri dari posisi kompor, kulkas, dan wastafel.

Perhatikan juga ukuran furnitur yang Anda beli untuk dapur. Sesuaikan bentuk dan luas ruangan dengan kesan yang ingin Anda tonjolkan. Sebagai contoh, jika Anda memiliki dapur bergaya countertop, cobalah untuk membeli bangku berwarna senada dengan countertop di dapur, tetapi pastikan posisinya tidak menghalangi Anda saat bekerja.

5. Lakukan Modifikasi Konsep Dapur


Apabila Anda ingin merenovasi dapur tanpa merogoh kocek terlalu dalam, cobalah untuk memodifikasi konsep awal dapur Anda. Cara cukup mudah – perhatikan seluruh bagian dapur Anda, lalu hilangkan atau ubah bagian yang tidak Anda suka.

Tidak perlu mengganti keseluruhan konsep awalnya. Cukup pastikan Anda bisa bekerja dengan nyaman dan mudah menjangkau peralatan yang ada di dapur. Sebagai contoh, apabila dapur memiliki konsep minimalis dan Anda merasa ruangan tersebut “terlalu kosong”, Anda bisa menambahkan benda-benda kecil, seperti vas bunga, buku-buku resep yang disusun, atau lampu gantung.

Hal yang sama berlaku apabila dapur terasa terlalu sempit atau “ramai”. Anda bisa menyingkirkan benda yang tidak perlu atau menatanya sesuai fungsi dan ukuran agar dapur tampak lebih lega dan bersih.

6. Ubah Warna untuk Mengubah Suasana


Warna memiliki pengaruh yang signifikan terhadap suasana sebuah ruangan. Mengganti warna dominan di dapur dapat mengubah keseluruhan mood meskipun sebenarnya Anda tidak melakukan banyak perubahan.

Untuk mengubah warna, Anda bisa mengganti kertas dinding atau mengecat ulang dinding di dapur. Pada dasarnya Anda bebas berkreasi dengan pola atau warna apa saja. Namun, sebagai saran, pilihlah warna-warna pastel yang tidak gelap, tetapi juga tidak terlalu terang. Warna terang sangat mudah kotor akibat residu memasak, sementara warna gelap akan membuat suasana dapur terasa kelam dan kurang menarik.

7. Gunakan Kompor Tanam


Kompor tanam adalah unit kompor yang menyatu dengan countertop dapur. Produk ini biasanya dijual dengan perangkat memasak lainnya, seperti oven atau microwave. Jika Anda ingin tampilan dapur yang lebih modern, kompor tanam adalah peralatan masak yang bisa membuat perbedaan besar.

Tenang saja, meskipun “ditanam”, kompor ini tetapa bisa menggunakan gas sebagai sumber energinya. Ada juga beberapa varian yang menggunakan listrik. Pastikan tegangan listrik di rumah cukup apabila Anda hendak membeli varian tersebut.

Beberapa kelebihan kompor tanam adalah:

  • Cenderung tidak mudah kotor dan lebih mudah dibersihkan
  • Tidak mudah bergeser sehingga tampak lebih rapi
  • Memiliki risiko malfungsi/kebocoran gas yang lebih sedikit
  • Dilengkapi beragam fitur menarik, seperti termometer untuk mengukur suhu masakan atau pengatur waktu yang bisa memadamkan api secara otomatis

Itulah 7 tips sederhana untuk membangun dapur impian di rumah. Perlu diingat bahwa merenovasi dapur biasanya membutuhkan biaya dan usaha yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, pastikan Anda sudah membuat desain yang lengkap, serta perencanaan yang matang, agar hasil akhirnya memuaskan dan Anda tidak perlu melakukan renovasi ulang dalam jangka panjang.

Terakhir, jangan pernah mengorbankan aspek fungsional dapur demi keindahan estetika semata. Dapur Anda adalah salah satu area paling berbahaya di rumah – ada sumber api, benda tajam, serta hal lainnya yang bisa menyebabkan luka. Jadi, utamakanlah keamanan dan fungsi ruangan tersebut sebelum memikirkan soal estetika.

Semoga bermanfaat!