Yuk, Pahami 7 Taktik Penting Membangun Rumah Tumbuh

Konsep rumah tumbuh adalah solusi efektif bagi Anda yang mengalami keterbatasan dana pada saat membangun hunian. Pembangunan rumah tumbuh sifatnya bertahap sesuai kebutuhan atau kemampuan. Namun, bukan berarti rumah tumbuh tidak bisa ditempati. Dari segi kesiapannya, rumah tumbuh sudah dapat dihuni. Tampilan eksteriornya pun sudah rapi dan tetap enak dipandang. Nah, bagi Anda yang ingin membangun hunian dengan konsep rumah tumbuh, berikut 7 taktik penting yang menarik untuk diperhatikan.

1. Rencanakan Sejak Awal


Tidak semua orang menyukai ide merenovasi rumah terus-menerus. Selain terkesan “merepotkan”, metode ini belum terlalu familiar bagi masyarakat kebanyakan. Padahal, keuntungan membangun rumah tumbuh adalah dari segi fleksibilitasnya, baik dari segi anggaran dan juga luas tanah yang dimiliki.

Jika Anda tertarik untuk membangun hunian dengan metode ini, sebaiknya rencanakan sejak awal. Hal ini berkaitan dengan persiapan struktur bangunan. Dari segi strukturnya, membangun rumah satu lantai akan sangat berbeda dengan membangun rumah tingkat. Jadi, meskipun dana yang Anda miliki terbatas, setidaknya struktur bangunan sejak awal sudah sesuai.

2. Tentukan Skala Prioritas


Selain urusan anggaran, motivasi seseorang untuk membangun rumah tumbuh biasanya berdasarkan kebutuhan masa depan. Anggota keluarga yang terus bertambah atau semakin dewasa menjadi pendorong untuk memperluas hunian supaya tetap nyaman ditempati.

Berkaitan dengan itu, Anda perlu menyusun skala prioritas yang akan dikerjakan pada setiap tahap pembangunan. Pasangan yang baru saja menikah misalnya hanya membutuhkan hunian dengan ruangan utama, seperti kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur. Ketika anak-anak lahir, kamar tidur bisa ditambah. Pembangunan bagian lainnya pun disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Meminimalisir Pembongkaran Bangunan yang Sudah Ada


Konsep yang paling utama dari rumah tumbuh adalah mengembangkan bangunan tanpa perlu membongkar yang sudah ada. Hal ini sekali lagi berkaitan dengan perencanaan awal, yaitu sebelum memulai membangun rumah. Bukan hanya soal struktur bangunan, tetapi juga bagian interiornya.

Contoh sederhana, jika berencana untuk menambah sebuah kamar pada bagian rumah, Anda dapat mempersiapkan pintu penghubung sejak awal. Strategi ini akan membantu Anda untuk tidak membongkar dinding yang sudah ada. Perencanaan yang matang akan berdampak pada penghematan bahan dan tenaga serta membuat pengerjaan rumah tumbuh lebih praktis.

4. Usahakan Eksterior Tetap Tampil Menawan


Meskipun rumah tumbuh terus mengalami pengembangan, Anda bisa menyiasati supaya tampilan eksteriornya tetap terlihat menarik. Bahkan, karena proses pembangunan yang unik, rumah tumbuh terkesan lebih berkarakter dan berbeda dengan bangunan lain.

Tipsnya adalah selalu menyelesaikan tiap tahapan dengan baik sesuai rencana. Hal penting yang harus diperhatikan dalam membangun rumah tumbuh adalah pembagian proses pembangunan dalam tahap-tahap tertentu. Anda bisa membaginya berdasarkan anggaran yang dimiliki atau kebutuhan ruangan.

Agar tiap tahap selesai secara sempurna dan tampak rapi, Anda harus menyusun anggaran dengan cermat. Jangan sampai, di tengah-tengah proses pembangunan, dana yang dimiliki habis sehingga menghasilkan bangunan yang kurang menawan dari segi tampilan eksterior.

5. Kreatif Dalam Mengembangkan Bangunan


Jika Anda memiliki lahan yang luas, bangunan dapat dikembangkan secara horizontal. Namun, sebagian besar masalah yang terjadi pada masa kini adalah minimnya lahan untuk membangun hunian. Untuk mengatasinya, rumah tumbuh dapat dibangun secara vertikal.

Meskipun demikian, jangan sampai mengabaikan peraturan pemerintah mengenai batasan ketinggian bangunan atau jumlah lantai yang diperbolehkan. Anda dapat menyiasatinya dengan membuat arsitektur unik demi memenuhi kebutuhan ruangan.

Dalam hal ini, kreativitas adalah faktor yang sangat berpengaruh. Anda perlu menggali ide-ide antimainstream untuk mengembangkan tiap sudut bangunan sehingga dapat bermanfaat secara optimal. Dampaknya, rumah akan terlihat sangat berkarakter dan tidak kaku. Hunian jenis ini cocok bagi Anda yang fleksibel.

6. Tidak Perlu Terburu-buru Menyelesaikan Bangunan


Anda tentu dapat menakar kemampuan pada saat mulai membangun hunian, terutama kemampuan finansial. Nah, inti dari membangun rumah tumbuh adalah menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pemilik rumah. Jika keadaan ekonomi tidak mendukung, sebaiknya tidak perlu terburu-buru menyelesaikan beberapa tahap sekaligus.

Salah satu tips yang perlu diketahui adalah selalu cermat menyusun anggaran yang akan dibutuhkan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan faktor inflasi pada saat mulai menabung untuk melanjutkan tahap berikutnya. Biasanya, harga bahan bangunan akan semakin naik seiring waktu berjalan.

7. Jangan Enggan untuk Menghuni Rumah Meskipun Tampak Belum Sempurna


Bagian dalam rumah tumbuh didesain supaya dapat dihuni oleh pemiliknya. Strategi ini akan mengurangi biaya tambahan untuk mengontrak tempat tinggal lain selama proses pembangunan rumah berlangsung. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak enggan untuk menempati rumah karena bagian-bagian utamanya memang sudah bisa dimanfaatkan seperti halnya rumah biasa.

Dari segi prestise, rumah tumbuh memang berbeda dengan rumah yang sudah jadi. Anda bisa jadi merasa kurang sreg karena bagian dalam rumah terlihat tidak sempurna dan kurang bisa dipamerkan. Namun, hal ini seharusnya tidak menjadi masalah besar karena fungsi rumah sejatinya adalah tempat tinggal. Selama Anda nyaman, rumah tersebut telah berfungsi maksimal.

Baca juga: Mendalami Konsep Arsitektur Rumah di Daerah Perkotaan

Desain Kitchen Set Ideal Untuk Dapur Sehat dan Aman

Memasang interior kitchen set mewah bukanlah jaminan dapur sehat dan aman. Memilih material dan desain yang tepat membantu mengurangi risiko keracunan makanan, kecelakaan, dan sebagainya. Jika Anda sering memasak dan ingin merasa aman saat memasak serta menyantap makanan, mulailah dengan merencanakan konsep desain yang tepat. Ikuti panduan ini untuk membangun interior dapur yang sehat dan aman.

Syarat Dapur Sehat dan Aman


Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Amerika (CDC) menerapkan beberapa kriteria dapur sehat dan aman. Jadikan ini sebagai panduan memilih elemen kitchen set.

1. Area Kerja Basah dan Kering

Area kerja basah adalah tempat mengolah bahan-bahan mentah seperti daging, ikan, dan sayuran yang akan dimasak. Sedangkan area kerja kering khusus untuk mempersiapkan makanan jadi atau yang dimakan tanpa dimasak.

2. Ruang Gerak yang Lapang

Lantai yang terlalu sempit dan sesak menciptakan risiko tersandung. Desain dapur harus memberi banyak ruang gerak saat Anda bermanuver di antara kompor, lemari es, dan area kerja.

3. Suhu Lemari Es Maksimal

Lemari es harus memiliki suhu antara 0 hingga 4 derajat Celsius (maksimal). Lemari pembeku (freezer) wajib memiliki suhu maksimal 0 derajat Celsius.

4. Alat Dapur Terpisah

Alat dapur untuk menggarap makanan mentah (daging, ikan) harus terpisah dari alat untuk makanan kering (roti, buah dan sayuran segar, makanan matang).

5. Material Sesuai Fungsi

Material untuk elemen desain tertentu, seperti lantai dan area kerja (countertop) harus mendukung aspek keamanan. Mereka harus mudah dibersihkan dan tidak memerangkap bakteri terlalu lama, tergantung fungsi serta intensitas penggunaannya.

6. Pencahayaan yang Cukup

Dapur yang aman harus memiliki cahaya cukup. Idealnya, sumber cahaya harus terdiri dari lampu utama dan pendukung, terutama di area kerja.

Baca juga: Tips Mengatur Pencahayaan Ruangan Supaya Indah dan Asri

Cara Membuat Desain Kitchen Set yang Aman


Bagaimana cara memastikan dapur Anda sehat dan aman? Pastikan unsur desain kitchen set memenuhi syarat-syarat di atas. Berikut beberapa contoh untuk Anda terapkan.

1. Pilih Material Lantai yang Aman

Lantai dapur tidak boleh licin, dan harus mudah dibersihkan. Vinyl adalah contoh ideal, karena mudah dibersihkan, cukup empuk, dan tidak terlalu licin. Jika punya biaya ekstra, Anda bisa mencoba ubin keramik yang berpori kecil, sehingga noda tidak mudah menyerap. Pilihlah keramik dengan permukaan bertekstur yang tidak licin.

Baca juga: Panduan Lengkap Memilih Keramik Dapur Terbaik

2. Sediakan Permukaan Kerja dan Tempat Penyimpanan Luas

Pasang permukaan kerja yang luas agar Anda bisa memisahkan antara pengolahan bahan mentah dan makanan jadi. Hal ini mencegah kontaminasi silang (cross-contamination), sehingga makanan akan aman dari bakteri.

Terapkan hal serupa saat memasang tempat penyimpanan alat dapur seperti pisau. Pisahkan antara alat dapur khusus makanan mentah dan matang. Pastikan Anda mudah menjangkau keduanya dari area kerja.

3. Pasang Wastafel yang Dalam

Pilih wastafel yang desainnya menjorok ke-dalam untuk mencegah air memercik ke-luar area sekitar. Hal ini membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri. Wastafel dalam juga memudahkan Anda untuk mencuci tangan, piring, atau bahan makanan tanpa menyentuh dasarnya yang mungkin penuh bakteri.

Stainless steel tebal adalah material ideal untuk wastafel. Selain mudah dibersihkan, bahan ini tidak akan merusak peralatan dapur jika Anda tidak sengaja menjatuhnkannya. Granit memiliki pori-pori kecil sehingga bakteri tidak mudah bersarang, tetapi permukaannya yang keras berisiko merusak perlengkapan dapur.

4. Pilih Kulkas Sesuai Kapasitas

Salah satu cara menjaga temperatur ideal dalam lemari es adalah menyimpan produk sesuai kapasitasnya. Pastikan Anda mengetahui kebutuhan untuk ukuran lemari es, sesuai dengan kegiatan sehari-hari. Lemari es yang terlalu besar akan membuat Anda menyimpan terlalu banyak barang. Hal ini akan mengurangi efisiensi proses pendinginan serta meningkatkan risiko penyakit oleh bakteri.

5. Pasang Lampu Sesuai Kebutuhan

Dapur yang aman tidak boleh gelap, terutama di area kerja. Selain lampu utama di langit-langit, Anda bisa memasang lampu pendukung di kitchen set. Pilihan populer adalah lampu kerja di bawah kabinet, yang membantu menerangi area kerja (countertop). Anda juga bisa memasang lampu kecil di belakang rak atau kabinet, terutama yang letaknya di sudut.

6. Sediakan Ruang Area Bergerak yang Cukup

Area kitchen set harus membentuk “segitiga kerja,” yaitu area terbuka yang memberi akses ke tiga elemen penting: kompor, wastafel, dan lemari es. Dapur juga harus memiliki ruang gerak minimal selebar 1,2 meter, terutama jika ada meja dapur, kitchen island, atau struktur besar lainnya di tengah-tengah.

7. Perhitungkan Tinggi Anda

Pastikan permukaan kerja seperti kompor, wastafel, dan countertop tidak terlalu tinggi atau rendah. Tinggi ideal untuk permukaan ini adalah sekitar 90 cm, tetapi Anda bisa memperkirakannya sesuai tinggi badan sendiri, misalnya 87 hingga 100 cm.

Mendalami Konsep Arsitektur Rumah di Daerah Perkotaan

Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi ketika membangun rumah di kawasan perkotaan. Salah satunya, lahan yang tersedia lebih sempit. Bukan rahasia lagi jika harga tanah di perkotaan cenderung lebih mahal. Tantangan lainnya adalah dari segi kenyamanan. Padatnya pemukiman dapat menghilangkan batas-batas privasi. Riuh kendaraan juga kerap menjadi gangguan.Untuk menyiasatinya, diperlukan strategi khusus membangun hunian yang ideal di kawasan perkotaan. Nah, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika menyusun konsep arsitektur rumah di perkotaan.

1. Membangun Rumah Bertingkat untuk Menyiasati Keterbatasan Lahan


Keterbatasan lahan menjadi masalah yang paling utama bagi yang ingin membangun rumah di kawasan perkotaan. Sementara itu, kebutuhan akan ruangan-ruangan utama tidak bisa dikompromikan demi kenyamanan menghuni rumah. Apalagi jika anggota keluarga cukup banyak, setidaknya tersedia pula kamar yang memadai untuk kebutuhan masing-masing.

Ide mainstream yang kerap dilakukan untuk menyiasatinya adalah membangun rumah bertingkat. Namun, tiap daerah memiliki kebijakan tersendiri soal tinggi atau jumlah lantai yang diperbolehkan untuk setiap rumah. Dengan bangunan bertingkat, Anda dapat memperluas lahan tempat tinggal dan menambahkan ruangan atau bagian rumah yang dibutuhkan.

Anda juga dapat memanfaatkan konsep rumah tumbuh apabila anggaran awal yang dimiliki belum cukup untuk membangun rumah bertingkat. Namun, struktur bangunan sejak awal harus dipersiapkan supaya pengembangannya secara vertikal lebih memungkinkan.

2. Area Terbuka di Dalam Rumah


Jika Anda tidak bermasalah dengan luas lahan, mewujudkan rumah yang memiliki area terbuka di dalam rumah lebih memungkinkan. Meskipun demikian, rumah di lahan sempit juga tetap bisa disiasati. Mendesain area terbuka di dalam rumah didorong oleh sejumlah faktor, antara lain agar sirkulasi udara tetap lancar sekaligus privasi tetap terjaga.

Pada hunian semacam ini, bagian depan rumah biasanya tertutup. Halaman atau teras pada umumnya hanya bersifat formalitas. Namun, bercengkerama dengan keluarga tidak terlalu nyaman dilakukan di area ini, bisa jadi karena terlalu terekspos atau menghindari polusi.

Nah, area terbuka yang dimaksud dapat diwujudkan dalam bentuk taman hijau. Selain menyegarkan pandangan, keberadaan area ini juga akan memaksimalkan penerangan alami sehingga penggunaan energi lebih hemat.

3. Manfaatkan Desain Tanpa Sekat


Hal lain yang perlu diperhatikan saat membangun rumah yang berlokasi di perkotaan adalah arsitektur di bagian interior. Jika masalah utama adalah ukuran rumah, siasati dengan menghilangkan sekat di antara ruangan. Pada umumnya, hunian berjenis studio identik dengan dinding-dinding untuk memisahkan tiap ruangan. Masalahnya, keberadaan dinding menciptakan kesan sempit.

Anda dapat menyusun sebuah desain khusus yang membuat tiap ruangan dapat menyatu tanpa saling terganggu. Sebagai contoh, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dapat disatukan karena fungsinya tidak terlalu berseberangan. Ruang tamu juga dapat didesain sedemikian rupa sehingga terlihat lebih luas dan terbuka.

4. Manfaatkan Tiap Sudut Secara Fungsional


Membangun rumah di lahan sempit merupakan tantangan tersendiri. Namun, saat ini sudah banyak tersedia contoh desain yang unik dan cantik serta fungsional bagi rumah berukuran kecil. Rahasianya terletak pada pemanfaatan area yang dimiliki dengan cermat dan tepat. Ternyata, tiap sudut di dalam rumah dapat difungsikan semaksimal mungkin.

Ada sejumlah titik yang kerap tidak dipikirkan oleh pemilik rumah, padahal sebenarnya sangat potensial. Sebagai contoh, area di bawah tangga atau area di bawah atap (loft). Kedua tempat ini kerap dilupakan. Area di bawah tangga dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan ekstra, area kerja, dan sebagainya. Area di bawah atas dapat menjadi gudang, bahkan juga kamar tidur.

Jika memungkinkan, Anda pun dapat membuat rumah dengan basement. Anda bisa memanfaatkan basement sebagai lahan parkir atau kegunaan lain. Meskipun demikian, strukturnya tentu perlu diperhatikan supaya tetap terjaga.

5. Siasat Meredam Kebisingan


Kebisingan yang datang dari ramainya kendaraan karena rumah terletak di pinggir jalan memang cukup mengganggu. Seharusnya, suasana di dalam rumah dapat lebih tenang dan nyaman demi kegiatan beristirahat yang maksimal. Untuk mengatasinya, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, salah satunya membangun pagar.

Pagar dengan tinggi 2-4 meter dapat meredam kebisingan kendaraan dari luar. Pemilihan material pagar juga berpengaruh. Semakin tebal, maka akan semakin sedikit suara bising masuk ke dalam rumah. Selain itu, menambahkan tanaman menjalar di pagar juga dapat mengurangi kebisingan.

Trik lainnya adalah memastikan jendela dan ventilasi diletakkan di tempat yang tepat. Inilah pentingnya mendesain ruang terbuka di dalam rumah. Jadi, meskipun jendela dan ventilasi yang mengarah ke luar tidak maksimal, sirkulasi udara masih bisa tetap lancar.

6. Mengikuti Tren Hunian Masa Kini


Tinggal di kawasan perkotaan dapat memberikan sejumlah manfaat, yang paling utama adalah akses ke tempat lain lebih mudah. Pergaulan pun tentu berbeda dengan ketika tinggal di daerah pinggiran atau justru pedesaan. Sebagian orang memastikan gaya hidup perkotaan juga harus diterapkan pada desain arsitektur rumah. Ini tidak salah, asalkan dapat diakomodasi dengan dana yang cukup.

Jadi, apakah Anda sudah siap membangun rumah di kawasan perkotaan dengan sejumlah tantangannya? Semoga ulasan ini bermanfaat!

Baca juga: Ide Top Desain Perumahan di New York yang Wajib Kudu Tau

10 Elemen Utama dalam Mengonsep Lobby Hotel Mewah

Lobby adalah ruang yang memberikan kesan pertama kepada calon penghuni hotel. Desain lobby yang dirancang dengan baik akan “menyambut” mata tamu serta memberi kesan nyaman. lobby juga menjadi patokan awal bagi tamu untuk menemukan jalan ke kamar penginapan, restoran, ruang spa, dan fasilitas hotel lainnya. Desain lobby hotel mewah dan fungsional akan menciptakan wajah positif bagi seluruh bagian hotel. Berikut 10 elemen terpe yang harus diperhatikan sebelum memulai merancang lobby hotel mewah Anda.

10 Elemen Desain Utama untuk Lobby Hotel Mewah

Berikut beberapa elemen desain yang harus diperhatikan saat membuat interior lobby hotel mewah.

1. Akses Masuk


Akses masuk adalah unsur vital dalam desain lobby hotel. Anda harus memastikan akses masuk ke hotel terlihat jelas dan mudah dikenali, lengkap dengan tulisan dan tanda-tanda visual. Akses masuk ke lobby juga harus terlihat jelas bagi pengemudi kendaraan seperti taksi dan mobil yang mengantar tamu. Para pengemudi akan bisa berhenti dengan tepat untuk menurunkan calon tamu hotel sebelum mereka masuk.

2. Jalur ke Meja Resepsionis


Meja resepsionis adalah tempat operasional utama lobby hotel. Desain lobby hotel yang baik harus memudahkan tamu untuk menemukan jalur ke resepsionis seketika, bahkan jika mereka belum pernah memasuki hotel tersebut. Selain memberi tanda khusus yang mudah dilihat untuk meja resepsionis, Anda juga harus menciptakan “jalur visual” agar tamu bisa otomatis menuju ke meja tersebut tanpa melihat tanda.

3. Tempat Menunggu dan Bersantai


Tempat menunggu untuk tamu hotel biasanya tidak menyolok, karena mereka biasanya hanya harus duduk sebentar. Akan tetapi, area duduk ini tidak boleh terlalu berbeda dari meja resepsionis. Tamu, resepsionis, dan staf hotel harus bisa saling melihat untuk kemudahan komunikasi. Jika lobby hotelnya besar, tempat menunggu tidak boleh terlalu jauh dari resepsionis.

Banyak hotel memiliki tempat bersantai (lounge area) di lobby. Anda harus memperjelas fungsi area ini. Tempat bersantai bisa diperjelas dengan dekorasi yang lebih menarik dan pengaturan tempat duduk melingkar. Anda bisa menempatkan beberapa barang seperti rak koran dan meja kopi.

4. Tempat Staf Hotel


Staf hotel yang membantu mengangkat barang (bellboy/bellhop) harus punya tempat menunggu yang jelas di lobby. Mereka biasanya berdiri di dekat meja resepsionis agar bisa segera membantu tamu. Akan tetapi, beberapa hotel besar biasanya menginginkan staf agar bisa melihat sesuatu, tetapi tidak secara menyolok. Anda harus memperhitungkan di mana mereka bisa berdiri, tanpa terlihat menyolok atau terhalang struktur bangunan tertentu.

5. Navigasi ke Area Lain


Lobby hotel harus memiliki sistem navigasi yang mudah. Tamu yang memilih mencari kamar mereka sendiri harus bisa menemukan jalan ke lorong-lorong kamar (terutama jika hotelnya besar). Tamu yang menginap harus bisa menemukan jalur ke area lain dari lobby, seperti kolam renang, spa, restoran, atau ruang pertemuan. Anda bisa menambahkan tanda-tanda yang mudah terlihat.

6. Sistem Sirkulasi Udara


Pertimbangkan kondisi iklim saat membuat sistem sirkulasi udara di lobby. Anda mungkin harus mengandalkan AC atau pemanas di area bersuhu ekstrem. Jika ingin membuka lobby untuk memasukkan udara segar, pertimbangkan keberadaan uap air, hembusan angin kencang, daun gugur, serta unsur alami lain yang mungkin merusak interior lobby.

7. Material yang Tepat


Jenis material menentukan berapa lama interior hotel akan bertahan. Karpet harus terbuat dari bahan tebal yang tahan benturan dan gesekan, namun tetap nyaman serta memudahkan tamu yang membawa koper beroda. Panel kaca besar harus memberi cukup cahaya alami, tetapi tidak terpasang di tempat yang akan membuat tamu silau.

Anda juga harus mempertimbangkan iklim dan temperatur di luar hotel. Beberapa hotel tidak menggunakan karpet untuk memberi kesan sejuk di area panas. Akan tetapi, lantai tetap harus terlihat anggun, tahan lama, dan tidak membuat tamu terpeleset.

8. Pencahayaan yang Seimbang


Sumber cahaya di lobby tidak hanya berasal dari lampu-lampu utama. Hotel yang lobbynya besar harus memiliki lampu-lampu aksen, misalnya di dekat area santai serta akses ke lorong-lorong kamar. Pemilihan model, material, dan ukuran lampu harus mempertimbangkan desain hotel secara keseluruhan.

9. Elemen Dekoratif yang Serasi


lobby hotel bisa memajang elemen dekoratif khusus sebagai aksen. Anda bisa memasang lampu kontemporer, dinding unik di belakang meja resepsionis, rangkaian bunga, atau karya seni. Pertimbangkan juga area khusus untuk memajang dekorasi musiman, misalnya untuk menyambut Natal, lebaran, tahun baru, dan sebagainya.

Baca juga: Membuat Kamar Mandi Hotel Mewah Di Rumah Dengan Mudah

10. Tanaman Hidup


Banyak hotel menerapkan desain lobby yang langsung membuka ke taman atau kebun vertikal. Tanaman hidup akan memberi kesan segar. Akan tetapi, tanaman membutuhkan perawatan ekstra, dan Anda harus memperhitungkan keberadaan hewan-hewan seperti nyamuk dan kadal di sekitar tanaman hidup. Pastikan memperhitungkan biaya pemeliharaan tambahan jika ingin menambah tanaman hidup.

7 Inspirasi Desain Untuk Kantor Agensi Periklanan

Kantor agensi periklanan adalah lingkungan kerja yang membutuhkan kreativitas. Mengandalkan kemampuan pekerja tidak cukup untuk mendatangkan hasil maksimal. Lingkungan kantor harus mendukung proses kreatif dan membuat pekerja betah. Memilih desain interior kantor agensi sama pentingnya dengan menyeleksi karyawan atau membuat strategi pemasaran.

Inilah hal-hal yang harus Anda perhatikan saat membuat desain, dan 7 contoh untuk inspirasi.

Ciri Desain Interior Kantor Agensi Bermutu

Kantor agensi bisa mengadopsi desain apa saja, tetapi ada beberapa faktor yang harus Anda penuhi. Contohnya:

1. Pembagian Ruang yang Mendetail


Kantor agensi harus memiliki ruang-ruang khusus untuk membahas ide, rapat formal, serta pertemuan internal atau semiformal. Pembagian ruang spesifik tidak hanya membantu karyawan, tetapi juga mempertegas deskripsi tugas.

2. Desain Terbuka


Desain terbuka ideal untuk lingkungan kerja bidang kreatif. Anda bisa menjaga privasi karyawan dengan membuat ruang kerja spesifik di dalam ruang terbuka, misalnya kubikel atau meja dengan pembatas.

3. Ruang untuk Bergerak dan Mencari Inspirasi


Pekerja kreatif membutuhkan ruang luas untuk bergerak serta mencari inspirasi desain. Desain kantor sebaiknya memberi akses cukup luas bagi pekerja untuk berpindah saat bekerja. Misalnya, sediakan titik-titik untuk bekerja di luar meja, lengkap dengan tempat duduk. Ruang makan siang dan perpustakaan juga sebaiknya tersedia.

4. Desain Sesuai Selera Klien


Desain kantor agensi sebaiknya menyesuaikan dengan selera klien yang paling dominan. Agensi periklanan umumnya memiliki unsur-unsur kreatif dalam interior kantornya, misalnya warna cerah atau perabot eksentrik. Akan tetapi, jika sebagian besar klien berasal dari perusahaan atau bisnis formal (misalnya bidang asuransi, keuangan, atau hukum), desain kantor sebaiknya sedikit menonjolkan unsur elegan dan profesional.

Desain kantor agensi periklanan juga sebaiknya menyediakan akses ke alat-alat kantor gratis. Hal ini akan membantu pekerja untuk membuat konsep kapan saja saat inspirasi datang.

Baca juga: Ide Desain Interior Kantor untuk Anak Milenial, Dijamin Betah!

7 Contoh Desain Kantor Kreatif

Berikut tujuh contoh desain kreatif dari berbagai kantor agensi periklanan.

1. Kasual dan Terbuka (22squared)


22squared, kantor agensi periklanan di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat memiliki desain kasual dan terbuka. Ciri khasnya adalah jendela raksasa untuk sumber cahaya alami. Kesan kasual juga hadir dari panel dinding dari kayu, serta sofa unik dan bahkan tempat tidur gantung (hammock) sebagai perabot. Berbagai iklan hasil proyek kantor tersebut dibingkai dan dipajang di ruang depan sebagai dekorasi sekaligus inspirasi.

2. Lapang dan Inspiratif (Bubble)


Bubble, kantor agensi di Praha, merupakan hasil renovasi dari bangunan pabrik percetakan. Hasilnya adalah ruang terbuka yang lapang, serta memudahkan pekerja untuk bergerak. Dinding serba putihnya memiliki ilustrasi kreatif di berbagai sudut. Ciri khas kantor Bubble adalah papan-papan tulis yang disebar di berbagai titik, agar pekerja bisa mencatat inspirasi dengan mudah kapan saja.

3. Sederhana dan Nyaman (M&C Saatchi Mobile)


M&C Saatchi Mobile, kantor konten digital di New York, memilih desain yang lebih sederhana. Konsepnya adalah mengurangi “tumpukan barang” (clutter), sehingga ruangan terasa lebih lapang. Desain kantor terlihat lebih konvensional, dengan warna-warna netral seperti putih, cokelat, dan aksen hitam. Akan tetapi, tekstur material seperti kayu dan bata memberi nuansa hangat. Cocok untuk mengesankan klien dari perusahaan yang lebih konvensional.

4. Warna-Warni yang Menginspirasi (RPA)


Kantor agensi periklanan RPA di California menghadirkan kreativitas di semua bagian ruangan. Hiasan berbentuk awan dan hewan diletakkan di berbagai titik, sehingga bisa memberi stimulasi kreatif. Warna pastel seperti hijau dan biru lembut mendominasi kubikel, sehingga tidak membosankan. Lorong kantor dihiasi warna-warni cerah, sehingga pekerja bisa mendapat stimulasi kreatif bahkan saat sekadar berpindah ruangan.

5. Kreatif di Ruang Sempit (FoxP2)


Kantor FoxP2 di Johannesburg memiliki ruang terbatas. Sebagai gantinya, desain interior kantor berfokus pada elemen-elemen unik. Desainnya terinspirasi dari laboratorium penemuan Thomas Alva Edison. Elemen industrial seperti dinding bata gelap, pipa yang terekspos, lemari penyimpanan besi, serta perabot geometris membuat ruang kerja semakin menarik. Ruang khusus untuk berbagi ide memiliki desain lebih kasual dan terbuka.

6. Eksentrik dan Cerah (Dentsu Aegis Network)


Dentsu Aegis Network di Shanghai memiliki kantor eksentrik. Interiornya penuh dengan bentuk-bentuk asimetris, warna-warni cerah seperti kuning dan hijau, serta pola geometris unik di karpet, perabot, dinding, dan langit-langitnya. Interior kantor serba terbuka, dan terdapat sebuah kebun vertikal untuk menyegarkan mata. Elemen netral seperti kayu dan warna abu-abu mencegah interior terlihat norak.

7. Terbuka dan Profesional (TM Advertising)


Kantor TM Advertising di Dallas menerapkan desain yang mendukung kolaborasi kreatif antar departemen. Interior kantor serba terbuka dan memudahkan pergerakan pekerja dari satu bagian ke bagian lain. Jendela besar serta panel kaca memberi banyak cahaya alami. Desain kantor condong ke profesional dan konvensional, namun ada percikan warna cerah di sana-sini, seperti tangga dan bangku kuning.

6 Tips & Hack Wujudkan Rumah Gaya Industrial Minimalis

Menerapkan gaya industrial pada arsitektur rumah menjadi tren beberapa waktu terakhir. Tren ini bermula dari kebutuhan untuk mengalihfungsikan gudang atau bangunan bekas pabrik yang lagi tidak digunakan menjadi sebuah hunian. Hasilnya, rumah bergaya arsitektur industrial memiliki ciri khas berupa tampilan setengah jadi. Selain itu, rumah industrial juga identik dengan keterbukaan. Ruangan-ruangan yang luas dan tanpa sekat dengan langit-langit tinggi menimbulkan kesan lapang saat berada di dalamnya. Gaya industrial pada hunian bisa dipadukan dengan gaya minimalis sehingga terasa lebih simpel dan nyaman. Nah, untuk mewujudkan rumah gaya industrial minimalis, perhatikan beberapa tips & hack berikut ini.

1. Memilih Material yang Tepat


Gaya arsitektur industrial merupakan pilihan yang unik karena menampilkan kesan unfinished. Meskipun demikian, bangunan tetap terlihat artistik. Salah satu faktor yang berperan penting dalam penerapannya adalah material bangunan yang digunakan. Bagian yang paling menonjol dapat dilihat pada langit-langit bangunan yang menampilkan elemen struktural secara visual dan tegas.

Pada umumnya, langit-langit rumah merupakan bagian yang ditutupi karena terkesan tidak indah dan ruwet. Namun, melalui gaya industrial, image tersebut tidak berlaku. Mengekspos elemen struktural seperti pipa dan balok yang berada di langit-langit rumah justru dianggap menjadi hal yang unik. Hal ini dimungkinkan dengan teknik-teknik khusus.

Material yang biasanya digunakan adalah logam, kayu, dan material lain yang berwarna netral, seperti abu-abu dan hitam. Bukan hanya pada arsitekturnya, gaya industrial pun dapat dimaksimalkan pada perabotan yang digunakan.

Sementara itu, pada bagian dinding, material yang cenderung lebih banyak digunakan adalah bata ekspos atau sekadar bahan beton yang berwarna natural. Dinding unfinished ini menampilkan kesan khas dan artistik meskipun tanpa polesan apa-apa.

Untuk lantai, material yang umum digunakan hanya berupa semen tanpa keramik dengan warna abu-abu. Namun, ada pula yang memilih keramik dengan pola-pola yang unik.

2. Nyaris Tanpa Sekat


Ciri khas lain dari bangunan bergaya industrial adalah hilangnya sekat-sekat yang memisahkan satu ruangan dengan ruangan lain. Sifatnya cukup ekstrem karena bahkan diterapkan pada desain kamar mandi yang tidak menggunakan pintu, tetapi sekadar tirai. Bukan bertujuan untuk menghilangkan privasi, konsep ini hanya ingin menonjolkan hunian sebagai sebuah kesatuan.

Dengan teknik tertentu, bagian-bagian yang dianggap tidak perlu dipamerkan, dapat “tersembunyi”. Salah satu contohnya dengan membuat ruangan lebih menjorok ke dalam sehingga bebas dari pandangan. Penggunaan tirai atau rak buku dapat menjadi pengalih perhatian yang efektif, tetapi tetap bersifat fleksibel.

Selain menghilangkan sekat, penerapan dinding berbahan kaca juga menjadi salah satu metode untuk memperluas ruangan. Bukan hanya pada satu sisi, tetapi hampir pada seluruh sisi yang memungkinkan. Dengan demikian, cahaya matahari sangat berlimpah masuk ke dalam ruangan.

3. Perpaduan Warna Adalah Kunci


Karena didominasi oleh warna-warna netral yang cenderung monoton, rumah berarsitektur industrial sebaiknya dihiasi juga dengan sentuhan warna lain. Dalam hal ini, memanfaatkan warna hijau dari tanaman hidup dapat menjadi solusi yang terbaik. Pada dasarnya, abu-abu dari dinding beton akan tampak kontras dengan nuansa alam, baik pohon-pohon hias di dalam pot maupun taman berumput hijau.

Selain itu, warna emas atau tembaga juga bisa menjadi alternatif terbaik dalam mendesain interior rumah bergaya industrial. Bukan hanya dari material yang digunakan, tetapi juga dari warna yang dihasilkan oleh pencahayaan buatan. Jadi, maksimalkan penggunaan lampu gantung yang unik dan vintage.

Baca juga: Tips Memilih Estetika Warna Ruangan Rumah yang Tepat (1)

4. Penggunaan Material Daur Ulang


Salah satu hal lain yang menarik dari gaya industrial adalah pemanfaatan material daur ulang dalam merenovasi rumah. Selama material tersebut masih dalam kondisi baik dan layak pakai, sah-sah saja digunakan. Sebagai contoh, Anda dapat memanfaatkan besi atau bahan logam dari bangunan lama untuk menjadi rangka bangunan. Selain hemat, tampilannya pun akan unik.

Untuk mendapatkan material daur ulang, Anda bisa memanfaatkan bahan milik sendiri yang sudah tidak lagi digunakan. Ada pula agen khusus yang menawarkan material bekas, tentu saja dengan harga yang lebih miring.

5. Cocok Bagi Penyuka Desain Maskulin


Gaya arsitektur industrial sangat cocok bagi yang memiliki karakter maskulin. Penggunaan material logam sekilas menciptakan kesan dingin, apa adanya, dan tampak keras. Namun, kesan tersebut dapat sedikit dipoles apabila bangunan ditujukan sebagai hunian keluarga.

Dibutuhkan sedikit sentuhan manis yang menciptakan kehangatan ketika bercengkerama di dalam rumah. Hal ini bisa disiasati dengan perpaduan warna atau penambahan ornamen dan elemen interior lain. Jadi, tidak benar jika gaya industrial bukan desain yang tepat untuk hunian keluarga.

6. Menampilkan Kesan Minimalis


Anda juga dapat memadukan gaya industrial dengan beberapa elemen lain sehingga menciptakan nuansa yang unik. Sebagai contoh, jika Anda penyuka barang-barang vintage, gunakanlah ornamen tertentu yang terlihat jadul atau antik. Selain itu, Anda pun bisa menyulap ruangan industrial menjadi rustic dengan penggunaan material kayu yang lebih banyak.

Akan tetapi, secara umum, desain industrial lebih condong ke arah minimalis. Ruang-ruang yang luas dan lapang semakin mempertegas kesan tersebut. Biasanya, rumah industrial juga lebih serasi jika dipadukan dengan furnitur multifungsi dengan warna-warna yang netral.

Nah, itulah beberapa tips & hack mewujudkan rumah gaya industrial minimalis, semoga bermanfaat!.

Baca juga: 6 Kesalahan Mendesain Ruangan Rumah Minimalis

8 Kreativitas Ide Desain Interior Ala Rumah Bintang Hollywood

Rumah bintang Hollywood merupakan salah satu inspirasi desain terindah. Gaya desain interior hunian para bintang akan membuat rumah mana pun terlihat menarik. Anda tidak perlu memiliki rumah mewah untuk mencoba ide desain interior dari rumah para bintang ini. Mulai dari corak unik hingga paduan warna menarik, inilah tujuh ide desain interior dari rumah para bintang Hollywood untuk Anda coba.

Desain Interior Minimalis


Tidak semua bintang menyukai desain terlalu meriah dan mendetail. Banyak yang memilih desain lebih netral atau minimalis walau tetap berkesan mewah. Triknya adalah menambahkan elemen unik atau personal agar rumah tidak membosankan.

1. Interior Eklektik Serba Putih dan Kayu


Warna putih dan material kayu terlihat unik jika dipadukan dalam interior eklektik. Leonardo DiCaprio memadukan tiga hal ini di rumah barunya yang bernama Los Feliz. Warna putih dan permukaan kayu mendominasi bagian dalam rumah yang berdesain serba terbuka. Desain eklektik menambah kesan unik pada paduan warna yang sepintas sudah umum.

Interior Los Feliz memadukan elemen tradisional dari rumah bergaya Inggris klasik dengan desain minimalis modern. Setiap ruangan memiliki dinding serta langit-langit putih dan lantai kayu, namun selalu ada satu perabot atau karya seni yang desainnya menonjol.

2. Desain Klasik dengan Unsur Personal


Rumah Reese Witherspoon di Pacific Palisades memadukan desain klasik dengan dekorasi personal. Witherspoon memilih warna netral seperti putih, abu-abu, dan warna kayu agar kesannya nyaman. Akan tetapi, setiap ruangan memiliki satu unsur desain unik yang menonjolkan kepribadian pemiliknya.

Ornamen logam berwarna, seperti gagang pintu kuningan dan hiasan meja perunggu, menambah kesan unik pada interior netral. Setiap ruangan dihiasi karpet, keset, atau bantal bercorak unik dan berwarna cerah. Witherspoon juga menambahkan warna biru favoritnya sebagai aksen, misalnya pada bantal, sprei, dan karpet.

3. Interior Terbuka yang Menyambung ke Eksterior


Rumah bintang Hollywood Jodie Foster di Beverly Hills berkesan terbuka dan lapang, memadukan interior dengan akses ke luar ruangan. Desainnya cocok untuk Anda yang menginginkan hunian lapang dan lega, dengan pemandangan indah. Desain terbuka rumah Jodie Foster juga cocok untuk hunian urban berukuran kecil.

Berbagai ruangan di rumah tersebut dilengkapi dengan jendela kaca besar, memberi pemandangan langsung ke arah taman dan pepohonan. Ruang makan memiliki French door besar yang langsung membuka ke teras, lengkap dengan area duduk tambahan. Jendela ruang duduk langsung membuka ke taman dan kolam pribadi.

4. Interior Hitam Putih dengan Unsur Natural


Rumah Diane Keaton memiliki paduan hitam dan putih yang cukup menyolok. Ruang tengahnya memadukan bata putih dan perabot hitam, dengan aksen berupa perapian bata hitam. Lantai kayu kelabunya juga terlihat nyaris putih. Unsur natural hadir dari kasau kayu kasar di langit-langit.

Kamar mandi juga memiliki dinding putih serta pintu hitam. Sentuhan natural datang dari wastafel batu panjang yang berkesan mewah. Warna hitam dan putih di seluruh interior rumah semakin terlihat menarik dengan permainan motif pada dinding, lantai, dan aksen. Pencahayaan merata membuat rumah berkesan luas dan nyaman.

5. Desain Interior Pancawarna


Menggunakan banyak warna berisiko membuat interior terlihat sesak dan kekanak-kanakan. Kuncinya adalah menyeimbangkan warna cerah dengan netral, serta memilih kombinasi warna yang tepat.

6. Warna Cerah untuk Aksen


Olivia Wilde menerapkan banyak warna pada aksen di rumahnya. Ruang tamunya memiliki banyak bantal, karpet, dan tirai dengan corak cerah. Lantai, dinding, dan rak bukunya tetap berwarna netral, tetapi karya seni besar di atas perapian menambah aksen warna cerah. Pagar pengaman di sekitar perapiannya juga memiliki bantalan bercorak.

Anda bisa menirunya dengan memilih warna yang saling menyeimbangkan. Misalnya, jika ada hiasan dinding besar dengan warna-warna merah, biru, hijau, dan kuning, pilih aksen ruangan yang memiliki warna-warna tersebut.

7. Dinding Merah Cerah


Merah adalah warna bagus untuk memberi stimulasi. Rumah Renee Zellweger di Connecticut memiliki dinding merah cerah di setiap ruangannya. Agar tidak menyolok, Renee menggunakan warna netral sebagai penyeimbang. Warna putih, cokelat muda, dan cokelat tua menyeimbangkan rona merah cerah.

Sebagai contoh, ruang makan memiliki lantai dan perabot serba kayu yang tidak menyolok. Pintu, perapian, dan langit-langit ruangan berwarna putih, sehingga “memotong” dinding merahnya. Renee memilih perabot berdesain klasik yang didominasi bahan kayu, sehingga memberi kesan anggun pada interior serba merah.

8. Warna Pastel dengan Latar Belakang Netral


Brooke Shields memilih warna pastel feminin sebagai aksen untuk interior netral. Bantal, hiasan dinding, bunga, dan kursi serba merah muda berpadu serasi dengan dinding abu-abu. Aksen putih di pintu, langit-langit, dan koridor membuat tampilan rumah lebih lembut. Desain interior rumah Brookes Shield juga bermain dengan corak. Pola ramai pada bantal dan karpet memberi kesan unik dalam interior serba netral dan polos.

Uniknya Konsep Rumah Hijau yang Fresh dan Eco-Friendly

Gaya hidup eco-friendly dan peduli terhadap alam semakin mengemuka beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah semakin nyatanya dampak akibat kerusakan lingkungan. Sejumlah upaya dilakukan sebagai bukti keikutsertaan dalam menjaga dan merawat bumi. Upaya tersebut dapat berupa aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengurangi penggunaan plastik, tidak menggunakan sedotan, dan sebagainya. Contoh lainnya adalah dari segi pemilihan gaya arsitektur rumah yang berkonsep rumah hijau.

1. Mengenal Konsep Rumah Hijau


Rumah hijau digandrungi oleh banyak orang bukan hanya karena hemat energi, tetapi juga karena dianggap lebih nyaman. Karena sirkulasi udara lancar, suasana di dalam rumah terasa lebih sejuk secara alami. Tanaman hidup yang tumbuh di taman, baik outdoor maupun di dalam rumah, menjadi pemanis sekaligus bermanfaat bagi kesehatan karena dapat menyerap karbondioksida.

Elemen yang bisa ditemukan dalam arsitektur rumah hijau antara lain keterbukaan. Sekat-sekat dihilangkan demi menciptakan suasana yang lebih lapang, berlimpah cahaya alami, dan lebih menyatu. Pemilihan warna yang netral menjadi salah satu strategi untuk menampilkan kesan bersih, sejuk, dan segar.

Elemen lain yang tidak boleh ditinggalkan adalah keberadaan tanaman di dalam area hunian. Saat ini, ada banyak trik yang bisa dilakukan demi mengakali supaya rumah lebih “hijau” oleh tanaman meskipun lahan sempit. Salah satunya dengan menerapkan taman vertikal di dinding tembok. Taman ini unik dan bermanfaat selayaknya area hijau.

2. Membangun Ruangan Tanpa Pintu


Selain sekat permanen berupa tembok ruangan, ada pula yang sengaja menghilangkan keberadaan pintu pada setiap ruangan di dalam rumah. Tujuannya supaya sirkulasi udara di setiap ruangan lebih lancar. Pencahayaan pun biasanya akan lebih maksimal.

Konsep ruangan tanpa pintu ini sangat mungkin diterapkan, terutama untuk sejumlah ruangan yang digunakan secara bersama-sama, seperti ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, dan sebagainya. Unik dan berkarakter, itulah kesan yang akan muncul.

Namun, apakah konsep ini bisa diterapkan untuk ruangan-ruangan yang mengedepankan privasi, seperti kamar tidur atau kamar mandi? Sebenarnya, semua itu tergantung pada karakter masing-masing orang. Namun, secara umum arsitektur rumah dapat diubah sedemikian rupa dengan teknik khusus sehingga pemilik ruangan atau pengguna tetap merasa “aman” dari pandangan orang lain.

3. Diperlukan Perawatan Ekstra


Rumah hijau memang sangat menyenangkan apalagi jika Anda tinggal di daerah perkotaan yang cenderung panas dan padat. Dengan desain ini, rumah kembali memiliki fungsinya sebagai hunian untuk bersantai dan melepaskan lelah. Namun, Anda tentu perlu mempertimbangkan perawatan ekstra yang harus dilakukan untuk tanaman-tanaman hidup tersebut.

Jika tidak dirawat, tanaman akan tumbuh liar atau justru tidak optimal. Oleh karena itu, pastikan perawatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Ada banyak jenis tanaman yang bisa diaplikasikan pada taman, baik di dalam rumah maupun luar rumah, seperti tanaman perdu atau tanaman berbunga. Rumput pun membutuhkan perawatan yang tepat supaya tetap segar dan tampak cantik.

4. Manfaat Penerapan Atap Hijau


Menyulap atap menjadi taman cantik nan hijau? Mungkin tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melakukan ini. Bisa jadi penyebabnya karena arsitek rumah yang tidak memungkinkan. Ada juga yang menganggapnya kurang praktis. Namun, atap hijau sebenarnya merupakan salah satu trik yang berhubungan erat dengan pembangunan rumah hijau.

Karena lahan sempit, ruang terbuka hijau sangat tidak memungkinkan. Namun, taman di atap menjadi solusi yang praktis. Manfaatnya bukan sekadar menciptakan keindahan pada desain rumah, tetapi juga pengurangan gas rumah kaca, pemanfaatan air hujan, penurunan insulasi panas, penghematan energi, dan sebagainya.

5. Keuntungan Memiliki Rumah Hijau


Konsep rumah hijau semakin banyak diaplikasikan pada perumahan modern. Ada beberapa keunggulan menerapkan konsep ini, salah satunya yang paling utama adalah berkurangnya daya listrik yang digunakan untuk penerangan, khususnya pada siang hari.

Karena sirkulasi udara lancar, rumah pun terasa sejuk sehingga dapat mengurangi penggunaan pendingin ruangan. Dengan pagar hijau, polusi suara dapat diminimalisir sehingga volume alat-alat elektronik seperti televisi atau radio tidak perlu terlalu besar. Dari segi kenyamanan, telinga pun bebas dari suara-suara berisik.

6. Tips Membangun Rumah Hijau


Sebelum memutuskan untuk membangun rumah berkonsep ramah lingkungan, Anda tentu harus memiliki desain arsitektur yang sesuai. Pastikan desain tersebut juga sesuai dengan karakter penghuni rumah nantinya. Pasalnya, sebuah rumah berbicara tentang kenyamanan, bukan sekadar idealisme.

Selanjutnya, Anda juga perlu mempersiapkan budget atau anggaran untuk membangun rumah. Rumah hijau tidak harus mewah atau mahal, tetapi bisa disesuaikan dengan dana yang dimiliki. Dalam hal ini, Anda dapat memilih tanaman-tanaman yang mudah ditemukan sehingga mengurangi biaya pembangunan.

Tips lainnya adalah memaksimalkan fungsi warna atau dekorasi di dalam ruangan sehingga konsep rumah hijau semakin kentara. Untuk itu, arsitektur rumah tidak kalah penting dipersiapkan sejak awal. Misalnya, jika Anda ingin menggunakan pot gantung di dalam rumah, pastikan tempatnya tersedia. Jika ingin memaksimalkan taman di dalam rumah, pastikan situasinya sesuai, misalnya mendapatkan cahaya.

Membangun rumah hijau bisa jadi merupakan impian semua orang. Namun, tidak semuanya memahami elemen-elemen penting di dalamnya. Akibatnya, rumah hijau tidak terwujud secara optimal.

6 Macam Gaya Desain Interior Terpopuler dan Unik

Sebelum memilih jasa desain interior untuk membangun atau merenovasi rumah, hal pertama yang harus disiapkan adalah konsep ruangan itu sendiri. Banyak orang yang berfokus pada perusahaan kontraktor interior ketimbang memikirkan seperti apa desain yang nantinya akan dibangun. Padahal, kontraktor hanya pelaksana dari rencana pemilik rumah terhadap ruangannya. Meski demikian, ada juga yang memang menjadikan jasa interior tersebut sebagai konsultannya sehingga konsep desain didiskusikan bersama. Biasanya tahapan awal adalah meminta referensi konsultan tersebut tentang interior yang sesuai dengan luas ruang maupun arsitektur rumah. Ada yang ingin minimalis padahal sebenarnya cocok untuk modern. Ada pula yang ingin berkonsep vintage padahal kurang pas dengan karakter rumah secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari macam-macam gaya desain interior. Apa saja?

1. Gaya Bohemian atau Boho-chic


Salah satu gaya desain interior yang cukup favorit adalah desain interior bergaya bohemian atau gaya boho-chic. Banyak konsultan desain interior yang biasanya sering mendapat pesanan untuk konsep ini. Konsep ini sering juga disebut dengan gaya bohemian yang mengusung nilai-nilai individualitas, kebebasan, modern dengan dominasi warna warni. Cocok untuk mereka yang berjiwa muda. Estetikanya pas dengan mereka yang berjiwa kreatif dan inovatif.

2. Gaya Nautical atau Coastal


Selain itu, ada juga konsep interior bernuansa pantai. Biasa disebut dengan istilah gaya nautical atau gaya coastal. Mintalah konsultan desain interior yang telah dipilih untuk menggambarkan ruang bernuansa pantai tersebut. Inspirasi konsep ini diambil dari ombak, pasir dan cahaya matahari. Dominasi warna biru tampak menghiasi ruangan, termasuk juga pilihan furniturnya. Mereka yang berada di dalam ruangan berkonsep nautical biasanya akan terbawa suasana santai seperti di pantai.

3. Gaya Kontemporer atau Minimalis


Tidak senang dengan bohemian maupun nautical, bisa pilih gaya kontemporer. Gaya interior seperti ini mirip dengan gaya minimalis dan jarang ada pernak-pernik yang “heboh” di dalamnya. Dominasi warnanya lebih mengarah ke netral. Dindingnya lebih bersih dan halus. Konsep ini merupakan paduan antara masa kini dan masa depan. Uniknya, ruangan yang memiliki desain kontemporer biasanya memberikan nuansa hangat dan dingin dalam waktu yang bersamaan.

Baca juga: Gaya Minimalis Vs Gaya Kontemporer, Pilih yang Mana?

4. Gaya Eklektik


Selain itu, penyedia jasa desain interior juga kadang menawarkan gaya eklektik. Berbeda dengan konsep-konsep sebelumnya yang berdiri sendiri, konsep ini justru mengkombinasikan beberapa gaya dalam satu kesatuan. Di sini terlihat ketidakaturan dan permainan mix and match yang mengesankan. Cocok untuk mereka yang suka bereksperimen dengan berbagai macam estetika ruangan, tidak terpaku pada satu konsep saja.

5. Gaya Industrial


Ada juga gaya industrial yang kadang suka dipilih sebagai bagian dari nilai estetika sebuah ruangan. Konsep ini merupakan campuran material yang masih mentah dengan sentuhan nyentrik dan digabung dengan nuansa primitif. Biasanya tidak terlalu banyak yang memilih konsep seperti ini karena sifatnya yang khas dan unik. Meski demikian, jika berminat, mintalah konsultan desain interior tersebut untuk menggambarkan secara detil gaya industrial di ruangan yang akan direnovasi. Ciri-ciri konsep ini adalah furniturenya berwarna abu-abu dan terlihat asli. Dindingnya juga belum difinishing dengan langit-langit tinggi. Ruangan berkonsep industrial biasanya sejuk tanpa harus mengandalkan pendingin udara.

6. Gaya Rustik

Gaya lain yang perlu dijadikan referensi adalah konsep rustik. Ini juga merupakan interior yang unik karena tampil “apa adanya”. Bisa dikatakan konsep ini adalah konsep yang “membumi” karena kebanyakan furniture maupun perabotannya terbuat dari bahan daur ulang. Dan mayoritas buatan tangan. Bagi yang ingin rumahnya tampil ramah lingkungan alias eco-friendly, maka gaya rustik ini bisa dijadikan pilihan. Mintalah konsultan desain interior untuk merancangnya secara detil.

7 Contoh Interior Kantor Yang Jadi Inspirasi Founder Startup


Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para pengusaha dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Salah satu metodenya adalah dengan mendesain ruangan sehingga mampu memberikan rasa nyaman dan terlihat begitu menarik. Cara seperti ini pun kerap digunakan oleh para perusahaan besar dalam negeri dan mancanegara.Desain interior menarik yang mampu meningkatkan produktivitas karyawan tersebut menjadi hal yang layak ditiru oleh para founder startup. Anda pun bisa menemukan banyak contoh interior kantor yang bisa diterapkan. Dari beragam pilihan, berikut ini 7 desain ruangan kantor unik dan atraktif yang bisa Anda jadikan acuan:

1. YouTube


Berkunjung ke kantor pusat YouTube di San Bruno, California Amerika Serikat, suasana menyenangkan bakal langsung terasa. Bangunan kantor terlihat begitu ceria dengan pemilihan warna merah yang cukup dominan. Tak ketinggalan, kantor YouTube juga disertai dengan berbagai fasilitas hiburan.

Di kantor ini, Anda bisa menemukan keberadaan seluncuran selayaknya seperti di wahana permainan. Selain itu, karyawan juga dapat memanfaatkan kolam renang indoor yang telah disediakan perusahaan. Menariknya lagi, para karyawan YouTube diperbolehkan untuk membawa hewan peliharaan ke kantor.

2. Bukalapak


Suasana ceria yang ada di kantor pusat Bukalapak di Jakarta juga bisa jadi pertimbangan contoh interior kantor yang dapat ditiru. Sebagai perusahaan yang didominasi oleh anak muda, tidak heran kalau suasana ruangan yang atraktif dan penuh warna bisa ditemukan di sini.

Fasilitas hiburan juga dapat ditemukan secara lengkap di dalam kantor pusat Bukalapak. Anda dapat menjumpai lapangan basket, tenis meja, ataupun konsol game. Untuk area kerja, Bukalapak sengaja mendesain ruangan kantornya secara terbuka yang memudahkan para karyawan dalam berkolaborasi. 

Baca juga: Ide Desain Interior Kantor untuk Anak Milenial, Dijamin Betah!

3. Ogilvy & Mather Indonesia


Kantor cabang perusahaan periklanan Ogilvy & Mather Indonesia yang berlokasi di Jl. Asia Afrika Nomor 8, Jakarta Pusat juga begitu menarik. Bekerja di kantor ini, para karyawan pun akan merasakan suasana yang tak kalah nyamannya seperti berada di rumah. Oleh karena itu, para founder startup bisa menjadikan kantor ini untuk contoh desain interior kantor.

Penggunaan cat yang penuh warna menjadi hal yang terlihat begitu mencolok di kantor Ogilvy & Mather Indonesia. Ada pula sofa panjang yang bisa digunakan sebagai sarana untuk bersantai. Tidak ketinggalan, kantor ini juga punya tangga dengan desain cantik yang begitu instagramable. Dijamin, para karyawan tak bakal stres kalau bekerja dengan suasana kantor seperti ini.  

4. Inventionland


Perusahaan asal Amerika Serikat bernama Inventionland, punya desain kantor yang begitu atraktif. Kantor perusahaan ini terbagi dalam 16 ruang yang memiliki temanya masing-masing. Anda pun bisa menjumpai ruangan yang hadir dengan tema bajak laut, rumah pohon, kastil kuno, dan lain-lain.

Contoh desain interior kantor Inventionland ini pun sangat cocok untuk perusahaan yang berkecimpung dalam industri kreatif. Apalagi, pihak perusahaan sengaja melakukan renovasi besar-besaran dengan waktu perencanaan dan pembangunan mencapai 30 bulan dengan tujuan untuk memancing pikiran kreatif para karyawan.   

5. Airbnb


Perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan penginapan murah di berbagai dunia ini juga layak untuk menjadi contoh interior kantor yang menarik. Beragam jenis lukisan yang lucu dan unik terpampang pada dinding kantor. Fasilitas yang tersedia di dalam kantor juga begitu lengkap.

Mengenai tingkat kenyamanan, Anda tak perlu mempertanyakannya lagi. Airbnb sengaja mendesain ruangan kantor bekerja para karyawannya seperti ruang keluarga di rumah. Para karyawan dapat berkolaborasi dan berdiskusi di ruangan yang disertai dengan meja dan kursi yang biasa dijumpai di rumah-rumah. Tak cukup sampai di situ, pihak kantor juga menyediakan area dapur yang memungkinkan karyawan memasak sesuka hati.  

6. Traveloka


Suasana yang tak kalah seru dan menyenangkan juga dihadirkan oleh Traveloka, perusahaan penyedia layanan pemesanan hotel dan tiket pesawat. Berkunjung ke kantor pusat Traveloka di Palmerah, Jakarta Barat, tampak warna biru yang dominan begitu menyegarkan mata.

Para karyawan Traveloka yang berada di dalam kantor tak sekadar menghabiskan waktunya untuk bekerja. Di dalam kantor pun tersedia area bersantai yang begitu nyaman. Tak ketinggalan, terdapat pilihan permainan seru yang bisa dijadikan sebagai sarana mengasah otak.

7. LinkedIn


Terakhir, Anda bisa menjadikan kantor pusat LinkedIn di San Francisco, Amerika Serikat sebagai contoh interior kantor yang atraktif. Suasana yang menarik dapat dijumpai sejak area ruang resepsionis yang penuh dengan warna. Memasuki area kantor yang lebih dalam, Anda pun bisa menjumpai suasana yang begitu jauh dari kesan kantor formal.

Anda akan mendapati beragam mural yang membuat suasana ruangan begitu ceria. Tak ketinggalan, deretan sarana hiburan juga dapat dijumpai di kantor LinkedIn. Bahkan, para karyawan bisa menikmati fasilitas bioskop sendiri. Untuk urusan makanan, ada kantin yang siap sedia dengan beragam menu gratis.

Selain itu, kantor LinkedIn ini juga punya sebuah ruangan yang bisa dibilang cukup misterius. Ruangan ini memiliki fungsi yang tak begitu jelas. Di bagian dinding ruangan ini, Anda bisa mendapati sebanyak 133 telepon zaman dulu yang tergantung begitu rapi. Telepon-telepon tersebut pun ditata sehingga terlihat begitu menarik.

Melihat contoh interior kantor dari perusahaan-perusahaan tersebut, terlihat begitu jelas bahwa mereka berani mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk memberikan kenyamanan bagi karyawan. Hasilnya pun bisa dirasakan secara langsung lewat produktivitas karyawan yang tinggi.