5 Trik Pencahayaan Rumah yang Tepat untuk Anda Nyaman

Melakukan penataan ruang pada rumah adalah hal yang asyik dan menyenangkan—memilih furnitur yang tepat, pelapis dinding yang cantik, konsep ruang yang unik, dan sebagainya. Namun sayangnya, ada satu aspek yang kerap terlewatkan dari keasyikan tersebut, yakni melakukan pengaturan pencahayaan rumah.

Sistem pencahayaan adalah hal krusial dalam penataan ruang dalam rumah, baik dari cahaya matahari maupun lampu. Kualitas pencahayaan di dalam rumah akan sangat berdampak pada kenyamanan maupun kesehatan pengguna ruangan. Salah satu risikonya adalah udara yang lembap dan membuat rumah jadi lebih rentan oleh jamur. 

Jadi, apa saja trik pencahayaan rumah yang tepat untuk diterapkan demi meningkatkan kenyamanan penghuni?

1. Manfaatkan Cahaya Matahari


Manfaatkan dengan baik cahaya matahari untuk membantu pencahayaan di pagi dan siang hari. Perhatikan posisi rumah dan arah terbit matahari sehingga desain jendela pun lebih optimal. Sebisa mungkin, buat setiap ruangan—terutama kamar tidur—memiliki akses jendela yang berhubungan dengan kawasan luar (outdoor).

Instalasi kaca ini pun semakin banyak variasinya, mulai dari bentuk hingga lokasi penempatannya. Seperti contoh, ada jenis floor to ceiling window yang cocok untuk diletakkan di ruang tamu atau keluarga, bouvenlight yang cocok untuk diletakkan di dapur dan ruang makan, skylight untuk di kamar atau loteng, dan sebagainya.

2. Menyesuaikan Fungsi Ruangan


Setiap ruangan dibangun dengan fungsi yang berbeda-beda. Hal ini juga memengaruhi pencahayaan yang akan diimplementasikan.

Kamar Tidur


Fungsi utama ruangan ini adalah sebagai tempat beristirahat sehingga pencahayaan yang diterapkan harus mampu memberi kesan relaks dan nyaman. Kondisi ini sebaiknya menggunakan penggunaan sentral dengan lampu berwarna kekuningan sehingga membuat pengguna jadi lebih mudah untuk melepas penat. 

Adapun untuk mengatur intensitas—mengingat pengguna mungkin masih membutuhkan penerangan untuk aktivitas lain di dalam kamar—solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan dimmer. Bila di dalam kamar tidur juga ada meja kerja, sofa baca, atau sebagainya, sebaiknya tambahkan pula lampu pendukung seperti task lighting, lampu baca, atau bahkan lampu hias untuk menemani tidur.

Ruang Tamu


Ruang tamu yang luas dapat menggunakan skema pencahayaan sentral, yakni sumber cahaya diletakkan di area yang menjadi pusat berkumpul. Intensitas cahaya yang digunakan adalah sedang sehingga menghadirkan kesan yang hangat dan intim. Guna mempercantik ruangan, tambahkan beberapa lampu lantai atau lampu meja di beberapa sudut ruangan. 

Sementara itu, ruang tamu yang tak terlalu besar dapat menggunakan cahaya yang dipantulkan ke arah dinding atau plafon sehingga memberi kesan ruangan lebih luas. General lighting juga dapat dipakai untuk mendistribusikan cahaya dengan merata. Apabila ingin menunjukkan focal point ruangan, gunakan lampu dinding yang menyorot fokus objek tersebut.

Ruang Makan


Bagian rumah ini tidak membutuhkan sistem pencahayaan yang terlalu sulit. Untuk menghasilkan kesan yang lebih hangat, pakai saja lampu gantung yang menghasilkan pencahayaan sentral di atas meja. Model lampu ini hanya perlu pengaturan tinggi atau rendah untuk memberikan kesan maksimal yang diinginkan.

Untuk beberapa kesempatan, lampu meja dengan sinar yang relatif redup bisa diaplikasikan. Fitur ini cocok untuk memberi aksen pencahayaan pada sudut ruangan yang gelap. 

Dapur


Pengguna ruangan ini membutuhkan pencahayaan yang baik untuk membantu fokus aktivitasnya. Area kerja kitchen island baiknya dipasang model lampu gantung tepat di atasnya. Hindari memasang lampu yang justru mengarah ke tempat pengguna ruangan berlalu-lalang sebab justru akan menimbulkan bayangan dan mengganggu konsentrasi memasak.

Selain itu, area kerja lain yang berada di bawah kabinet juga tak luput dari instalasi pencahayaan. Task lighting seperti lampu sorot atau halogen dapat dipasang di bawah kabinet sehingga mengarah langsung ke counter top. 

Kamar Mandi


Seperti ruang makan, sistem pencahayaan di kamar mandi juga sebetulnya tidak terlalu rumit. Gunakan saja skema pencahayaan direct pada plafon sehingga cahaya pun langsung menerangi seluruh bagian kamar mandi.

Jika kamar mandi juga digunakan sebagai area untuk bercermin, menambahkan beberapa pencahayaan tambahan akan sangat membantu. Side lighting di kedua sisi cermin akan menghasilkan penerangan yang optimal dibandingkan di sisi atas cermin. Pasalnya, pemasangan di atas cermin justru menghalangi pantulan cahaya.

Teras


Pencahayaan rumah memberi kesan yang cukup kuat terhadap karakter rumah secara umum—terutama di malam hari. Jika menggunakan taman di bagian teras, maka lampu dengan warna putih akan lebih cocok untuk mengiluminasi area ini.

Adapun untuk menjaga keamanan rumah, beberapa jenis pencahayaan outdoor dapat dipasang. Seperti contoh, general lighting dapat diposisikan di sisi depan teras. Sementara itu, lampu dinding dapat diletakkan di sudut teras.

Baca juga: Tips Mengatur Pencahayaan Ruangan Supaya Indah dan Asri

3. Memperhatikan Intensitas


Intensitas cahaya memiliki hubungan yang sangat erat dengan jarak instalasi terhadap objek sasaran. Semakin jauh jarak antara sumber cahaya dengan objek yang dituju, maka semakin kecil intensitas yang dihasilkan.

Intensitas juga akan berpengaruh terhadap besarnya tagihan listrik yang harus dibayarkan setiap periodenya. Semakin besar intensitas lampu, maka semakin besar nominal biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, tak lupa, semakin besar intensitas cahaya yang dihasilkan juga relatif menghasilkan efek panas yang lebih besar.

4. Menyesuaikan Konsep Ruangan


Instalasi lampu juga perlu disesuaikan dengan konsep ruangan agar kesan dan suasana yang ingin ditampilkan pada ruangan tersebut maksimal. Seperti contoh adalah lampu dengan cahaya putih untuk konsep ruangan minimalis, sedangkan lampu dengan cahaya kekuningan lebih cocok untuk gaya retro, vintage, dan sebagainya.

Cahaya yang digunakan tentu tidak monoton hanya putih atau kuning saja. Pengguna ruangan dapat melakukan instalasi lampu dengan memadankan beberapa warna. Namun, pastikan sistem pencahayaan juga tetap membuat pengguna ruangan merasa nyaman alih-alih sekadar menampilkan keindahan ruangan. Selain itu, jangan abaikan pula efek kalor yang dihasilkan dari penggunaan lampu yang bisa membuat ruangan menjadi gerah.

5. Meminimalkan Sekat


Semakin banyak sekat antar-ruangan tak cuma membuat rumah jadi terlihat lebih penuh dan sumpek, tetapi juga berdampak pada semakin banyaknya sumber cahaya yang dibutuhkan. Ujung-ujungnya, pengeluaran beban listrik di akhir bulan akan ikut melambung. 

Isu ini dapat diatasi dengan memperingkas sekat antar-ruangan. Jika memang harus dibuat sekat (seperti ruang keluarga dan ruang tamu pada kebanyakan model rumah minimalis di lahan terbatas), pilihlah sekat yang tidak masif. Seperti contoh, sekat dapat diganti dengan partisi kayu atau besi yang tipis dan dipercantik beberapa dekorasi seperti bunga, tanaman dalam rumah, kaca transparan, rak dengan sekat tipis, dan sebagainya.

Itulah beberapa trik pencahayaan rumah yang tepat untuk membuat tiap ruangan di rumah Anda jadi semakin nyaman. Masing-masing area pada tempat tinggal mempunyai fungsi yang berbeda dan membutuhkan dukungan pencahayaan yang berbeda pula. Oleh karena itu, sesuaikanlah keperluan tersebut agar Anda dan pengguna ruangan lainnya jadi makin betah berada di rumah sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *