Hindari 9 Kesalahan Umum Saat Desain Interior Kitchen Set

Berencana Mengganti Desain Interior Kitchen Set di Dapur Rumah?

Ini waktu yang tepat untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan area dapur, termasuk menilai apakah cabinetry lama perlu dirombak total atau tidak. Ya, memasang lemari dapur bukan sekadar gaya saja. Lebih dari itu, ada banyak aspek yang perlu dipenuhi agar dapur Anda dapat berfungsi maksimal.

Bisa saja Anda melakukan make over pada kitchen set yang sudah terpasang. Misalnya, cukup membeli rak tambahan atau menata ulang perabotan dapur. Namun, jika Anda kurang puas, maka merombak dan menggantinya dengan kitchen set baru adalah pilihan bijak.

Terlebih lagi, menata ulang dapur merupakan investasi besar dan akan meningkatkan nilai rumah Anda. Mudah memang membayangkan dapur impian, mulai dari warna, material, pemilihan countertop, sampai desain. Namun, selalu ingat untuk mengedepankan fungsi daripada unsur estetis dapur.

Berkonsultasi dengan kontraktor kitchen set akan membantu Anda memperoleh gambaran dapur impian yang selama ini masih dalam angan-angan. Anda pun tidak perlu melakukan 9 kesalahan umum saat desain interior kitchen setberikut ini.

1. Melupakan Kitchen Work Triangle


Masih ingat dengan konsep kitchen work triangle? Area berbentuk segitiga antara tempat cuci piring, kompor, dan lemari es memainkan peranan penting dalam menghadirkan dapur fungsional di rumah. Melupakan ini sama saja dengan membuat dapur lebih berantakan dalam berbagai arti.

Tata letak yang kacau akan membuat waktu memasak Anda tidak efektif. Waktu dan energi Anda habis percuma lantaran kesulitan menjangkau peralatan atau bumbu dapur.

2. Ruang Penyimpanan Tidak Memadai


Bahkan, dalam dapur kecil Anda bisa memanfaatkan setiap jengkal ruas dapur sebagai tempat penyimpanan. Maka, pemilihan model kitchen set juga harus datang dengan pertimbangan berapa banyak barang yang akan disimpan di situ. Buat daftar barang-barang dapur apa saja yang Anda miliki serta kategorisasi barang. Lalu, sampaikan ini pada kontraktor agar mampu menyesuaikan desain cabinetry dengan kebutuhan Anda.

3. Terlalu Banyak Rak Terbuka


Mempunyai cabinetry dengan rak terbuka memang bisa menguntungkan, khususnya jika luas dapur Anda terbatas. Namun, terlalu banyak rak terbuka pada dapur berukuran besar dapat membuat Anda kerepotan. Bukan hanya soal penataan, tetapi juga saat membersihkan.

Lebih baik, pikir masak-masak di mana Anda ingin menempatkan rak terbuka ini dan apa yang hendak dipajang di situ. Misalnya, pasang ambalan di dekat kompor untuk meletakkan bumbu dapur.

4. Counter Space Terbatas


Mustahil meniadakan counter space sebagai bagian dari kitchen setAnda butuh area khusus untuk menaruh peralatan dapur yang sering dipakai dan menyiapkan bahan makanan sebelum memasak. Sekalipun dapur Anda mungil, keberadaan counter space tetap dapat disiasati dengan meja lipat, island cart, atau papan kayu yang menutupi tempat cuci piring.

5. Hanya Ada Satu atau Dua Stop Kontak


Peralatan dapur membutuhkan tenaga listrik untuk beroperasi. Maka, meletakkan satu atau dua stop kontak berpotensi membuat Anda repot. Lagipula, jika Anda suka multitasking, bagaimana caranya bisa memasak nasi di rice cooker dan memanggang di oven listrik secara bersamaan?

Stop kontak berseri bisa jadi solusi jangka pendek. Namun, benda-benda tersebut akan memenuhi satu sudut saja, sehingga dapur terlihat penuh. Tetap lebih bijak untuk menambah stop kontak lagi, bukan?

6. Dimana Tempat Sampah Dapur?


Ya, ini paling sering dilewatkan: tempat sampah. Anda mungkin memilih tempat sampah biasa untuk ditempatkan di salah satu sudut dapur. Sekarang, mumpung Anda sedang desain interior kitchen set baru, coba terapkan konsep recycling dengan menaruh tempat sampah di bawah tempat cuci piring.

Mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya, mana yang dapat didaur ulang, plastik dan botol, dan sampah organik. Selain mengurangi bau tak sedap, Anda pun tidak perlu tersandung bolak-balik hanya karena salah menaruh tempat sampah.

7. Tidak Ada Ventilasi


Sama seperti ruang lain, dapur Anda juga membutuhkan ventilasi. Apalagi, jika dapur tidak memiliki jendela. Jika hanya bau harum masakan yang tercium, masalah itu bisa dikesampingkan. Namun, bagaimana dengan asap, bau gas, atau bau makanan basi? Solusinya, pasang ceiling fan di langit-langit dapur atau hood di atas kompor untuk membantu Anda bernapas lebih bebas selama memasak.

8. Salah Memilih Material Backsplash


Siapa bilang backsplash hanya untuk mempercantik tampilan dapur? Dalam pembuatan kitchen set, material area satu ini justru penting sebagai pelindung dinding dapur. Memasak sering membuat dinding kotor dan lembab akibat basah terkena air, cipratan minyak, atau uap/asap dari masakan.

Material seperti wallpaper atau cat dinding tentu tidak tepat. Pilih keramik atau stainless pada bagian backsplash di sepanjang counter top, kompor, atau tempat cuci piring. Lebih mudah dibersihkan, tidak lembab, dan anti-jamur.

9. Tidak Menggunakan Jasa Kontraktor Kitchen Set Profesional


Anda boleh jadi bersemangat untuk melakukan sendiri renovasi dapur demi penghematan biaya renovasi. Namun, cara ini justru menghabiskan lebih banyak uang, waktu, dan tenaga. Salah perhitungan, salah beli bahan, salah pemasangan, dan kesalahan lain bisa terjadi karena Anda kurang pengalaman.

Untuk jangka panjang, memakai jasa kontraktor interior kitchen set profesional adalah pilihan terbaik. Selain berpengalaman, mereka mampu mengidentifikasi kebutuhan Anda dan menerjemahkannya dalam rencana strategis guna merenovasi dapur sesuai selera dan bujet Anda.

Itulah 9 kesalahan umum yang harus Anda hindari saat desain interior kitchen set. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan tersebut saat merenovasi dapur. Oleh karena itu, jaga komunikasi dengan kontraktor kitchen set, sehingga Anda bisa memiliki dapur yang fungsional, sekaligus tampil stylish dan trendi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *